Mewarnai Rambut Kemaluan, Amankah?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Apakah sempat terlintas ide di kepala Anda untuk mewarnai rambut kemaluan? Biasanya, salah satu alasan untuk mengecat rambut di sekitar organ intim adalah karena penuaan. Proses penuaan menyebabkan timbulnya uban di rambut, tidak terkecuali rambut kemaluan Anda. Tetapi, apa proses tersebut aman dilakukan?

Apakah mewarnai rambut di area kemaluan aman dilakukan?

Rambut kemaluan memiliki beberapa fungsi. Salah satunya adalah melindungi kulit Anda dari gesekan saat berhubungan seks, serta mencegah terjadinya penyakit menular seksual (PMS).

Beberapa orang memiliki preferensi masing-masing mengenai bagaimana merawat rambut kemaluannya. Ada yang membiarkan rambut kemaluan tumbuh seperti biasa, rutin dicukur atau waxing hingga bersih, digunting seperlunya, atau bahkan diwarnai.

Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah kita boleh mewarnai rambut kemaluan? Dikutip dari Very Well Healthsebenarnya para ahli tidak menyarankan Anda untuk mengecat rambut kemaluan, mengingat adanya risiko iritasi kulit.

Akan tetapi, selama Anda melakukannya dengan cara yang tepat, aman, dan menggunakan produk pewarna rambut yang bebas dari zat berbahaya, mengecat rambut kemaluan sah-sah saja untuk dilakukan.

Jadi, sebelum Anda memutuskan untuk mewarnai rambut yang terdapat di bagian kemaluan Anda, pastikan Anda memilih cat rambut yang aman dan tidak mengandung bahan yang terlalu keras.

Sebagai acuan, hindari produk cat rambut yang mengandung zat-zat kimia yang cukup kuat, seperti amonia dan peroksida. Ingat, cara Anda memperlakukan rambut kemaluan harus dibedakan dengan rambut yang ada di kepala.

Hal ini disebabkan karena kulit yang terdapat di area organ intim Anda jauh lebih tipis dan lembut dibanding dengan kulit di bagian lain tubuh Anda.

Selain itu, kulit di area kemaluan cenderung lebih sensitif, sehingga zat-zat kimia yang terlalu keras berisiko menyebabkan terjadinya iritasi.

Lalu, bagaimana cara mewarnai rambut kemaluan yang aman?

Sebelum memulai, Anda sebaiknya mempersiapkan terlebih dahulu peralatan yang dibutuhkan untuk mengecat rambut kemaluan, yaitu:

  • Produk cat rambut yang bebas dari zat kimia berbahaya seperti amonia, paraben, atau peroksida
  • Kuas cat rambut
  • Petroleum jelly
  • Sampo yang melembapkan
  • Handuk atau waslap
  • Pembersih, seperti astringent
  • Kapas

Berikut adalah langkah-langkah yang perlu Anda perhatikan saat mewarnai rambut kemaluan:

1. Melakukan tes produk cat rambut di kulit

Sebelum menggunakan produk cat rambut, pastikan Anda melakukan tes terlebih dahulu di bagian lain kulit Anda. Hal ini penting agar Anda dapat mengetahui apakah Anda alergi terhadap produk tersebut.

Jika tes produk tidak menimbulkan reaksi alergi apapun, Anda dapat memulai proses mewarnai rambut kemaluan Anda.

2. Oleskan petroleum jelly

Balurkan sedikit petroleum jelly di bagian yang sensitif, seperti vulva dan labia pada kemaluan wanita, serta skrotum dan penis pada kemaluan pria.

Dengan mengoleskan petroleum jelly, kulit yang sensitif akan terhindar dari risiko iritasi akibat cat rambut.

3. Mulai mewarnai rambut kemaluan Anda

Ikuti petunjuk yang terdapat di kemasan cat rambut. Campurkan bahan-bahan cat rambut, kemudian Anda dapat menuangkan sedikit sampo pada campuran cat tersebut.

Setelah itu, aplikasikan campuran tadi ke rambut kemaluan Anda secukupnya. Agar lebih mudah, Anda dapat menggunakan kuas. Usahakan hindari bagian kulit yang sudah dioleskan petroleum jelly.

Diamkan cat selama kurang lebih 20-30 menit. Apabila Anda mengalami reaksi seperti sensasi terbakar atau iritasi, segera bilas dan bersihkan cat.

4. Bersihkan dengan air hangat

Setelah mewarnai rambut kemaluan, bersihkan sisa cat dengan air hangat. Kemudian, Anda dapat menggunakan handuk atau waslap untuk membersihkan sisa petroleum jelly.

Jika sudah kering, usapkan astringent dengan kapas di kulit kemaluan Anda untuk menghapus cat yang masih tersisa di kulit.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tips Mengonsumsi Susu untuk Penderita Intoleransi Laktosa

Seseorang yang intoleransi laktosa umumnya akan mengalami gangguan pencernaan sesudah mengonsumsi produk susu. Berikut cara aman menghindarinya.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Hidup Sehat, Tips Sehat 24 April 2020 . Waktu baca 4 menit

Cara Praktis Menakar Porsi Makan untuk Menjaga Berat Badan

Saat mengatur porsi makan, Anda mungkin terkendala cara menakar bahan makanan yang tepat. Berikut langkah yang bisa Anda lakukan.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Nutrisi, Hidup Sehat 17 April 2020 . Waktu baca 6 menit

Apakah Pengidap Thalassemia Bisa Sembuh Total?

Thalassemia merupakan penyakit keturunan yang sulit diobati. Meski demikian, para ahli terus mencari cara untuk mengobati thalassemia hingga sembuh total.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Hidup Sehat, Tips Sehat 10 April 2020 . Waktu baca 5 menit

Memilih Obat Tidur yang Aman untuk Ibu Hamil dan Janin

Untuk membantu ibu hamil yang sesah tidur, obat dapat menjadi solusinya. Namun, Anda perlu memilih obat tidur yang aman dan tidak berisiko pada kehamilan.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 1 April 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mencium bau hujan

Ini Penjelasan Ilmiah Mengapa Beberapa Orang Suka Bau Hujan

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 15 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
hubungan poliamori

Mengenal Hubungan Poliamori, Saat Cinta Anda Tak Hanya untuk Satu Orang

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rena Widyawinata
Dipublikasikan tanggal: 13 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
pengaruh tbc pada ibu hamil

Apa Pengaruh TBC pada Ibu Hamil dan Janin?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 11 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
memilih terapis seks

Jangan Asal Pilih, Begini Cara Menentukan Terapis Seks yang Cocok untuk Anda

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 28 April 2020 . Waktu baca 6 menit