home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Seberapa Aman Mewarnai Rambut Dengan Cat Rambut?

Seberapa Aman Mewarnai Rambut Dengan Cat Rambut?

Mewarnai rambut menjadi pilihan banyak orang untuk sekadar berganti “suasana” dan tampil lebih segar. Untuk beberapa orang, mengecat rambut bertujuan untuk menutupi uban, sehingga penampilan diri tampak lebih awet muda. Namun, sering muncul pertanyaan seberapa aman sebenarnya mewarnai rambut dengan pewarna rambut? Benarkah cat rambut bisa menyebabkan kanker? Mari simak apa kata para ahli kesehatan di sini.

Mengenal jenis-jenis pewarna rambut

Berdasarkan bahan dasar kimia produknya, cat khusus rambut memiliki tiga jenis berbeda. Tiga macam tersebut adalah temporer, semi permanen, dan permanen.

Perwarna rambut temporer hanya bersifat sementara dan sangat mudah dicuci bersih karena partikel zatnya tidak akan masuk ke dalam batang rambut. Cat rambut semi permanen mengandung molekul yang lebih kecil sehingga dapat masuk ke dalam batang rambut. Sementara cat rambut permanen sangat sulit untuk dihilangkan warnanya karena partikel zatnya menghancurkan pigmen warna asli dari rambut Anda dan menggantikannya.

Kandungan dalam pewarna rambut yang perlu diwaspadai

Pewarna rambut memang memiliki berbagai kandugan yang berbeda-beda. Kenali berbagai kandungan atau zat yang perlu diwaspadai dalam pewarna khusus rambut berikut ini.

  • Para-phenylenediamine atau PPD yang menyebabkan reaksi alergi seperti rasa terbakar dan sakit kepala. PPD juga merupakan karsinogen (penyebab kanker) yang potensial.
  • Coal tar atau batu bara yang terdapat pada hampir 70% produk pewarna pada rambut dan dapat menyebabkan reaksi alergi.
  • Lead acetate atau timbal yang telah dilarang di berbagai negara Eropa karena bersifat karsinogen dan dapat menyebabkan masalah serius pada sistem saraf.
  • DMDM hydantion yang berfungsi sebagai bahan pengawet. Bahan ini telah dikaitkan dengan masalah pada sistem kekebalan tubuh.
  • Amonia bisa bersifat racun dan korosif sehingga menyebabkan masalah pada pernapasan.
  • Resorcinol yang bersifat mengiritasi dan kemungkinan bertindak sebagai karsinogen.

Apa risikonya pakai pewarna rambut untuk kesehatan?

Melihat banyaknya zat kimia berbahaya yang terkandung dalam cat rambut, tak menutup kemungkinan bahwa mewarnai rambut menyimpan berbagai risiko masalah kesehatan yang dapat muncul dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang.

Risiko pewarna pada rambut terhadap kanker juga belum dapat dibuktikan secara ilmiah. Nohynek dan timnya yang melakukan hasil risetnya pada Jurnal Food and Chemical Toxicology pada tahun 2004 menyatakan melalui Science Direct bahwa penelitian-penelitian yang sudah dilakukan terhadap pewarna untuk rambut tidak menghasilkan angka signifikan, bahkan hubungan yang negatif, antara penggunaan pewarna rambut dengan tumbuhnya berbagai macam kanker, seperti kanker kandung kemih.

Riset lain juga menunjukkan hal yang sama. Saita Peter dan tim risetnya mempublikasikan hasil penelitiannya di PMC US National Library of Medicine. Dari riset tersebut, para ahli menemukan bahwa bukan hanya kanker kandung kemih, namun penyakit lain seperti leukemia dan kanker payudara tidak positif berhubungan dengan penggunaan pewarna rambut.

Lebih jauh lagi, American Cancer Society mengatakan bahwa studi dan riset yang telah dilakukan memberikan bukti yang lemah dan tidak dapat diterima secara ilmiah. Maka dari itu, dibutuhkan riset ke depannya untuk memastikan apakah pewarna untuk rambut memang berbahaya.

Meski cukup aman, bukan berarti pewarna untuk rambut bebas efek samping

Berbagai riset di atas memang telah menjelaskan bahwa hasil yang didapatkan tidak berhasil membuktikan bahwa pewarna rambut menyebabkan berbagai penyakit. Perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk membuktikan hal ini.

Walaupun begitu, pewarna rambut perlu Anda hindari ketika Anda sedang dalam kondisi kesehatan seperti hamil atau menyusui karena dapat berbahaya bagi perkembangan janin atau anak ke depan. Penelitian yang dilakukan oleh Chen dkk mendapatkan adanya peningkatan risiko tumor pada bayi karena ibu mengecat rambut saat hamil.

Selain itu, kandungan kimiawi dalam pewarna rambut terbilang cukup keras sehingga dapat menimbulkan reaksi alergi pada beberapa orang, seperti ruam pada kulit, gatal-gatal, dan reaksi lainnya. Zat kimia ini juga dapat mengiritasi mata. Jika itu terjadi, segera hentikan penggunaan dan konsultasikan ke dokter. Dalam kasus yang sangat jarang terjadi, penggunaan cat rambut yang terkena mata dapat menyebabkan kebutaan.

 

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Nohynek. 2003. Toxicity and human health risk of hair dyes. Tersedia di http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0278691503003272. Diakses pada 14 Oktober 2017.

Saitta, Cook Christopher. 2013. The Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology. Tersedia di https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3543291/ . Diakses pada 14 Oktober 2017

Live Strong. 2013. The health effects of hair coloring. Tersedia di https://www.livestrong.com/article/211736-the-health-effects-of-hair-coloring/ Diakses pada 14 Oktober 2017.

WebMD. Tanpa tahun. Hair dye safety. Tersedia di https://www.webmd.com/beauty/hair-dye-faqs#1. Diakses pada 14 Oktober 2017.


Foto Penulis
Ditulis oleh Fauzan Budi Prasetya Diperbarui 21/10/2020
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x