Apakah Masker Vagina Aman untuk Digunakan? Ini Jawabannya

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 29/04/2020
Bagikan sekarang

Menggunakan masker untuk mempercantik kulit wajah sudah sangat umum dilakukan. Namun, selain untuk wajah, ada pula produk serupa yang digunakan di vagina. Sebelum Anda mencoba produk tersebut, ada baiknya Anda mengetahui dulu apa itu masker vagina, termasuk segi keamanannya di area kewanitaan.

Kegunaan masker vagina

Jika masker wajah digunakan untuk wajah, maka masker vagina digunakan pada area kewanitaan atau vagina. Produk ini utamanya digunakan untuk kesehatan vagina dan kecantikan kulit di area kewanitaan tersebut.

Berikut beberapa kegunaan penggunaan produk masker vagina:

  • Menenangkan area kulit vagina yang iritasi atau luka setelah dicukur.
  • Melembabkan kulit area vagina yang kering.
  • Mencerahkan kulit area vagina.

Beberapa produsen masker di arena kewanitaan tersebut mengatakan produk ini diciptakan untuk membantu wanita mendapatkan kepercayaan diri. Sebab, pada dasarnya, wanita kerap memiliki masalah dengan area kewanitaannya sehingga cenderung untuk malu dan canggung ketika harus dilihat.

Apakah masker vagina aman digunakan?

Sebagian dari produsen masker khusus wanita ini mengklaim produknya aman karena mengandung bahan-bahan alami, seperti lidah buaya, chamomile, minyak zaitun, minyak kelapa, dan produk botani lainnya. Produk ini pun telah melalui beragam uji coba dan penelitian. Produsen pun bekerja sama dengan tenaga medis dan ahli kecantikan dalam proses pembuatannya.

Julia Zhu, Direktur Medis dari Wall Street Dermatology, menilai masker vagina merupakan cara kreatif untuk mengurangi iritasi pada vagina. Ia pun mengatakan beberapa masker yang sekiranya digunakan untuk wajah memang bisa dan aman digunakan di area kulit lainnya.

Beberapa produk masker yang mengklaim untk menghidrasi, melembapkan, dan menenangkan disebut aman digunakan di area kewanitaan. Namun, masker yang mengklaim untuk mencerahkan dan mencegah penuaan sebaiknya dihindari.

Menurut Sejah Shah, seorang Dermatologis dari SmarterSkin di New York, US, mengatakan produk yang digunakan untuk mencerahkan dan mencegah penuaan biasanya mengandung asam salisilat, asam glikolat, dan retinoid yang justru dapat menyebabkann iritasi pada bagian kulit yang sensitif, termasuk di area vagina. Selain itu, produk yang mengandung pewangi pun perlu dihindari karena juga bisa menyebabkan iritasi.

Reaksi alergi

Meski mengandung bahan alami yang aman, tidak semua wanita bisa menggunakan produk masker vagina. Siapapun yang akan memakainya lebih baik mengecek kembali bahan-bahan yang terkandung pada produk tersebut. Bisa jadi ada bahan tertentu yang tidak cocok sehingga dapat memunculkan reaksi alergi.

Dikutip dari HealthlineDr. Ryan Sobel, asisten profesor kebidanan dan ginekologi dari Sidney Kimmel Medical College, Jefferson University, di Philadelphia, US, mengatakan banyak wanita yang memiliki reaksi alergi setelah menggunakan beberapa produk di area vaginanya, seperti sabun, pantyliner, atau bahkan pelumas untuk hubungan intim.

Gejala yang muncul, seperti gatal, terasa panas seperti terbakar, atau kemerahan. Oleh karena itu, menggunakan masker di area kewanitaan pun perlu berhati-hati.

Apakah perlu menggunakan masker vagina?

Sebenarnya, masker bukanlah pengobatan yang paling tepat untuk masalah kulit di area vagina Anda. Bila mengalami iritasi, kulit yang ruam, pecah, dan kering akibat mencukur, sebaiknya berkonsultasilah ke dokter untuk mendapatkan perawatan medis yang tepat. Area kulit vagina pun tidak perlu untuk dilakukan perawatan selayaknya kulit wajah.

Namun, jika Anda ingin menggunakannya, Anda perlu mencobanya terlebih dahulu di area kulit lain untuk mengetahui apakah Anda cocok dengan masker vagina. Caranya, tempelkan masker tersebut di bagian dalam lengan atas, yang merupakan bagian kulit yang tipis, selama tiga hari.

Setelah tiga hari, cobalah produk tersebut di bagian labia mayora, yaitu bibir luar vagina yang tebal, selama tiga hari pula. Bila tidak terjadi apapun, Anda bisa menggunakannya di seluruh area terluar kulit vagina Anda.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengulik Fungsi dan Organ Penting Dalam Sistem Reproduksi Manusia

Dengan mengenal sistem reproduksi manusia, Anda dapat mengetahui dengan pasti bagaimana cara menjaga kesehatan tubuh Anda sendiri.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

7 Penyebab Vagina Bengkak yang Tak Boleh Disepelekan

Vagina termasuk salah satu organ yang bisa mengalami pembengkakan. Saat vagina bengkak Anda tak boleh menyepelekannya dan harus segera ditangani dokter.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini

Mau Miss V Terus Harum, Bolehkah Pakai Produk Pewangi Vagina?

Wanita mana yang tak mau area intimnya bersih dan wangi. Maka itu, tak sedikit wanita yang menggunakan pewangi vagina. Namun, amankah produk ini digunakan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Serba-serbi Oogenesis, Proses Pembentukan Sel Telur Wanita

Bisa dikatakan, proses oogenesis adalah tahapan awal dari serangkaian proses reproduksi pada wanita. Cari tahu proses oogenesis dalam artikel ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Direkomendasikan untuk Anda

perawatan vagina

7 Perawatan Vagina Agar Tidak Mudah Lembap dan Berkeringat

Ditinjau secara medis oleh: Fajarina Nurin
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 17/12/2019
Bagian vagina yang tidak dan boleh dibersihkan

Bagian Vagina yang Boleh dan Tidak Boleh Dibersihkan

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 16/12/2019
Memilih menstrual cup

Jangan Salah Beli, Perhatikan 3 Hal Ini Saat Memilih Menstrual Cup

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 08/11/2019
kapan membersihkan vagina

3 Waktu yang Tepat untuk Membersihkan Vagina, Selain Setelah Buang Air

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 14/09/2019