Darah Haid Wanita Bukan Darah Kotor! Begini Penjelasan Medisnya.

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Dalam budaya masyarakat Indonesia, darah haid yang memang dikeluarkan wanita setiap bulannya sering dikaitkan dengan darah yang kotor. Akan tetapi, pernahkah Anda bertanya-tanya sebetulnya apa, sih, yang dimaksud dengan darah kotor itu? Apa bedanya dengan darah yang keluar ketika tangan Anda tergores benda tajam, misalnya? Betulkah darah haid itu termasuk darah kotor?

Simak jawaban selengkapnya soal darah haid di bawah ini, menurut kacamata medis.

Apakah darah haid itu darah kotor?

tubuh saat menstruasi

Menstruasi atau haid, juga sering disebut datang bulan, adalah siklus normal bulanan di mana wanita mengalami perdarahan dari vagina.

Darah yang keluar dari vagina ini sering disebut sebagai darah kotor. Namun, anggapan tersebut tidak benar jika dilihat dari sudut pandang kesehatan dan sains.

Darah haid bukanlah darah kotor seperti yang selama ini banyak dipercaya. Darah haid sebenarnya tidak berbeda dengan darah dari luka atau darah mimisan. Hanya saja, darah menstruasi mengandung sisa jaringan dari dinding rahim yang luruh setelah proses ovulasi.

Menstruasi terjadi ketika lapisan pada dinding rahim dalam yang banyak mengandung pembuluh darah luruh dan keluar lewat vagina.

Setiap bulan tubuh akan mempersiapkan kehamilan dengan melepaskan sel telur. Pelepasan sel telur dari indung telur inilah yang disebut sebagai ovulasi. Jika sel telur yang dilepas tidak dibuahi sel sperma, sel telur akan ikut larut dan keluar bersama dengan darah dari dinding rahim.

Saat itu juga, kadar hormon estrogen dan progesteron mulai turun. Tingkat estrogen dan progesteron yang sangat rendah memberitahu tubuh untuk memulai menstruasi.

Ketika Anda haid, tubuh Anda membuang tumpukan bulanan dari dinding rahim Anda. Darah menstruasi dan jaringan mengalir dari rahim melalui lubang kecil di leher rahim dan keluar dari tubuh melalui vagina.

Dilansir dari Liputan6, menurut Spesialis Gizi Klinis Departemen Gizi FKUI-RSCM, Dr. dr. Inge Permadhi, MS, Sp.GK mengatakan bahwa dalam siklus menstruasi, wanita akan kehilangan pasokan darah bersih yang mengandung hemoglobin. Karena itu, saat menstruasi tubuh bisa menjadi lemas karena kekurangan zat besi.

Sebenarnya apa yang dimaksud darah kotor?

trombosit, keping darah

Secara medis, darah kotor adalah darah yang kekurangan oksigen (deoxygeneted blood) atau kadar karbon dioksidanya terlalu tinggi. Sebaliknya, darah yang banyak oksigen disebut dengan darah bersih (oxygenated blood).

Darah mengalir dari jantung menuju paru-paru untuk menghasilkan oksigen, kemudian kembali dialirkan ke jantung dan seluruh tubuh.

Darah yang kekurangan oksigen alias darah kotor akan dipompa oleh bilik kanan jantung, kemudian dialirkan ke paru-paru melalui arteri pulmonalis. Kemudian paru-paru akan mengikat oksigen, sehingga darah yang dialirkan ke jantung dan seluruh tubuh adalah darah yang kaya akan oksigen.

Jika kadar oksigen dalam darah rendah, paru-paru kekurangan oksigen untuk dialirkan ke jantung dan seluruh tubuh. Kondisi ini disebut dengan hipoksemia.

Hipoksemia dapat mengganggu fungsi normal tubuh, termasuk fungsi otak, hati, jantung, dan organ lainnya.

Saat kadar oksigen darah Anda mulai rendah, Anda akan merasakan gejala seperti:

  • Sesak napas sebagai respon paru-paru agar meningkatkan kadar oksigen dalam darah
  • Detak jantung cepat sebagai respon jantung untuk membantu mengedarkan oksigen dalam darah ke seluruh tubuh
  • Nyeri dada, karena jantung tidak menerima cukup oksigen
  • Sakit kepala
  • Badan lemas
  • Linglung
  • Gelisah

Jadi kalau Anda punya darah kotor dalam tubuh, Anda pasti merasakan gejala-gejala yang disebutkan di atas tadi, baik itu pada laki-laki maupun perempuan. Sedangkan darah haid tidak kekurangan oksigen atau kelebihan karbon dioksida, melainkan darah normal yang ada dalam tubuh. Karena itulah darah haid sebetulnya bukan darah kotor.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca