Cara yang Benar dan Salah Saat Membersihkan Vagina (Hayo, yang Mana Cara Anda?)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14/06/2019 . 6 mins read
Bagikan sekarang

Bagaimana cara Anda membersihkan vagina? Saat Anda mau mulai mandi atau justru setelah Anda selesai mandi? Anda menggunakan tangan atau dengan alat penggosok tubuh? Atau jangan-jangan selama ini Anda masih menggunakan cara yang salah untuk membersihkan vagina? Anda bisa cek di artikel ini.

Kesalahan yang mungkin sering Anda buat saat membersihkan vagina

1. Menggosok terlalu keras

Jika Anda pikir menggosok vagina adalah sebuah keharusan agar vagina Anda bersih dari kuman, dan bakteri, Anda salah besar. Menurut Pari Ghodsi seorang dokter spesialis kandungan dan ginekologi di San Fernando Valley di Northridge Hospital di Los Angeles mengatakan bahwa menggosok vagina tidak diperlukan.

Anda harus ingat bahwa yang sedang Anda bersihkan adalah bagian kulit yang cukup sensitif, jadi cukup basuh dengan lembut agar tidak menyebabkan rasa sakit, iritasi, dan membuat kulit Anda merah serta gatal.

2. Melakukan douching vagina

Jika Anda belum pernah mendengar istilah ini, itu berarti Anda belum pernah melakukannya dan ini adalah hal yang bagus untuk Anda. Jika suatu hari Anda mengetahui metode untuk membersihkan vagina ini, Anda bisa pertimbangkan untuk melakukannya atau tidak.

Douching adalah membersihkan vagina dengan cairan yang terdiri dari campuran berbagai bahan kimia. Biasanya cairan douching mengandung air, baking soda, cuka, pewangi, dan antiseptik. Cairan tersebut dikemas dalam sebuah douche, yaitu kantong dengan selang atau semprotan yang berfungsi untuk menyemprotkan cairan pada area kewanitaan.

Sebenarnya, Anda tidak perlu repot-repot melakukan douching vagina. Vagina Anda memiliki cara sendiri untuk membersihkan diri dan menangkal bakteri. Menurut Mary Jane Minkin, M.D, seorang profesor di Department of Obstetrics Gynecology and Reproductive Sciences di Yale University School of Medicine mengatakan bahwa douching vagina justru bisa merusak asam basa atau pH vagina dan hal ini meningkatkan risiko vagina untuk terkena infeksi.

3. Membersihkan area dalam vagina

Banyak wanita yang berusaha untuk membersihkan area luar sekaligus area dalam vaginanya. Padahal area bagian dalam vagina tidak perlu dibersihkan. Bagian dalam organ vital wanita ini, sebenarnya sudah ada mekanisme alami berupa adanya bakteri baik bernama laktobasili yang memang berkembang biak pada dalam organ intim wanita dan membantu menjaga kebersihan bagian dalam wanita.

Karena adanya bakteri baik inilah, Anda tidak perlu membersihkan bagian dalam vagina dan cukup mencuci bagian luar vagina saja. Untuk bagian dalam vagina, Anda hanya perlu sesekali membasuhnya dengan memakai air bersih.

4. Membersihkan terlalu lama dan terlalu sering

Kesalahan lain yang kerap dilakukan oleh wanita saat membersihkan vagina adalah dengan membersihkannya cukup lama dan terlalu sering,  tujuannya pasti ingin membuat vagina lebih bersih. Padahal, Anda sebaiknya tidak membersihkan vagina lebih lama dari satu menit karena jika Anda menggosoknya lebih lama dari waktu yang disarankan, vagina Anda justru bisa mengalami iritasi dan kehilangan kelembaban alaminya.

Lalu, bagaimana cara memberihkan vagina yang benar?

1. Bersihkan hanya bagian vulva

Bagian vagina yang perlu dibersihkan hanya bagian vulva, termasuk labira mayora dan minora (bibir vagina luar dan dalam, yang besar maupun yang kecil). Bagian dalam vagina (mulai dari lubang hingga masuk ke dalam tubuh) mampu membersihkan dirinya sendiri. Menurut Jessica Shepherd, MD, ahli kebidanan dan kandungan University of Illinois di Chicago, Anda tak perlu mengutak-atik bagian dalam agar tak merusak flora vagina.

2. Pilih pembersih wanita yang mengandung povidine iodine

Vagina seharusnya memiliki pH antara 3,5-4,5. Menurut Shepherd, pH vagina harus dijaga agar flora yang baik tetap hidup dan jamur serta bakteri ‘enggan mampir’. Ketika Anda membersihkan vagina dengan cairan pembersih tubuh yang mengandung parfum (pH antara 7-8), berarti Anda sudah merusak pH normal vagina.

Hal Ini bisa menyebabkan gatal-gatal, iritasi, dan bau tak sedap. Pembersih tanpa pewangi adalah pilihan terbaik karena tidak mengandung zat yang berpotensi menyebabkan iritasi. Anda juga bisa memilih pembersih vagina yang mengandung povidine iodine karena menurut sebuah penelitian kandungan povidone iodine mampu mengembalikan kadar flora normal di vagina Anda sehingga bisa membantu menjaga kadar pH vagina Anda tetap normal.

3. Perhatikan frekuensi

Jika frekuensi Anda membersihkan vagina kurang, mungkin masih ada sisa keringat dan sekresi yang tersisa. Jika vagina dibersihkan secara berlebihan, Anda bisa mengganggu keseimbangan asam basa vagina.

Membersihkan vagina dengan tangan juga lebih baik dibandingkan menggunakan loofah (alat penggosok tubuh). Tekstur loofah bisa membuat luka dan jika pasangan Anda memiliki risiko penyakit menular seksual, penyakit ini mudah ditularkan lewat luka luka tadi. Bersihkan vagina satu atau dua kali sehari sudah cukup.

4. Keringkan dengan handuk lembut

Keringkan dengan menggunakan handuk yang bersih dan lembut. Jangan digosok-gosok, cukup tempelkan handuk sampai area intim Anda benar-benar kering. Jaga area intim tetap kering dengan mengganti panty liner atau celana dalam dua hingga tiga kali sehari dalam kondisi normal.

Setelah buang air kecil, cuci vagina dengan air bersih, lalu langsung keringkan. Perhatikan arah basuh dubur setelah buang air besar, jangan dari belakang ke depan. Itu sama saja Anda menyebarkan kuman dari dubur ke vagina.

Intinya, secara fisiologis, vagina diciptakan mampu mengurus dirinya sendiri dengan cara mendorong keluar kotoran lewat cairan khas yang Anda lihat sehari-hari. Tugas Anda cuma membersihkan sekresi cairan itu di bagian vulva, menjaganya tidak lembab berlebih, dan mempertahankan pH seimbangnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Gejala Psoriasis Vagina yang Tak Boleh Diabaikan

Psoriasis dapat terjadi di mana saja, termasuk alat kelamin wanita. Kenali apa saja gejala psoriasis vagina agar pengobatan bisa segera dilakukan.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Fakta Unik 12/12/2019 . 4 mins read

5 Hal Wajib yang Anda Bersihkan setelah Berhubungan Intim

Membersihkan Miss V setelah berhubungan intim penting, tetapi jangan lupa untuk menjaga kebersihan hal lainnya. Misalnya, sex toy juga perlu dibersihkan.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Hidup Sehat, Seks & Asmara 24/11/2019 . 4 mins read

3 Cara Mudah Mengatasi Vagina yang Terasa Panas Seperti Terbakar

Vagina yang terasa panas memang mengganggu aktivitas. Supaya tidak mengganggu hari-hari Anda, ada beberapa cara untuk mengatasi rasa panas pada vagina.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Perawatan Kewanitaan, Hidup Sehat 22/11/2019 . 4 mins read

3 Waktu yang Tepat untuk Membersihkan Vagina, Selain Setelah Buang Air

Psttt.. Tidak cukup membersihkan vagina setelah kencing dan BAB saja. Ini dia tiga waktu yang tepat untuk kapan saja harus membersihkan vagina.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Perawatan Kewanitaan, Hidup Sehat 14/09/2019 . 3 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

masker vagina

Apakah Masker Vagina Aman untuk Digunakan? Ini Jawabannya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 29/04/2020 . 4 mins read
fingering tidak cuci tangan

Bahayanya Jika Fingering Vagina Tidak Cuci Tangan Dulu

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 24/12/2019 . 4 mins read
perawatan vagina

7 Perawatan Vagina Agar Tidak Mudah Lembap dan Berkeringat

Ditinjau oleh: Fajarina Nurin
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 17/12/2019 . 4 mins read
Bagian vagina yang tidak dan boleh dibersihkan

Bagian Vagina yang Boleh dan Tidak Boleh Dibersihkan

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 16/12/2019 . 4 mins read