Sering “Parno” (Paranoid), Apakah Artinya Anda Mengidap Gangguan Jiwa?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/09/2017 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Paranoia atau sering disebut paranoid adalah pikiran dan perasaan seolah-olah Anda terancam dan dalam bahaya, meskipun tidak ada bukti bahwa Anda sedang berada dalam bahaya. Pikiran paranoia juga dapat digambarkan sebagai delusi.

Ada berbagai macam ancaman yang mungkin Anda khawatirkan jika Anda paranoid. Bagi pengidap paranoia, ketakutan Anda pada akhirnya akan makin besar, dan setiap orang yang Anda temui akan ditarik ke dalam delusi tersebut dan Anda menjadi pusat alam semesta yang penuh dengan ancaman.

Hal macam apa yang bisa membuat Anda paranoid?

Setiap orang akan mengalami jenis paranoia yang berbeda. Beberapa contoh dari jenis pikiran paranoia yang umum adalah ketika Anda mungkin berpikiran bahwa:

  • Anda sedang dibicarakan di belakang Anda atau dibahas oleh sekelompok orang atau organisasi
  • Orang lain mencoba untuk tidak melibatkan Anda atau mencemarkan nama baik ANda
  • Perilaku atau pikiran Anda sedang diganggu oleh orang lain
  • Anda sedang dikendalikan, atau bahwa pemerintah menjadikan Anda sebagai target buruan
  • Anda sedang berada dalam bahaya di mana fisik Anda bisa terluka atau Anda bisa terbunuh
  • Orang lain dengan sengaja mencoba untuk membuat Anda merasa kesal atau membuat Anda marah

Anda bisa mengalami pikiran-pikiran di atas baik dengan kuat di sepanjang waktu atau hanya terkadang saat Anda dalam situasi penuh tekanan. Terkadang ini dapat membuat Anda sengsara.

Apakah paranoia adalah gangguan jiwa?

Paranoia adalah gejala dari beberapa masalah kesehatan mental namun belum menjadi suatu diagnosis itu sendiri. Pikiran paranoia bisa berkisar dari sangat ringan ke sangat parah dan pengalaman ini bisa sangat berbeda. Ini tergantung pada berapa jauh:

  • Anda memercayai pikiran paranoia
  • Anda berpikir tentang pikiran paranoia
  • Pikiran paranoia membuat Anda merasa kesal
  • Pikiran paranoia memengaruhi kehidupan sehari-hari Anda

Banyak orang, mungkin sampai sekitar sepertiga dari kita, mengalami paranoia ringan di suatu waktu dalam kehidupan mereka. Hal ini biasa dikenal sebagai paranoia non-klinis. Namun, jenis pikiran paranoia ini biasanya berubah dari waktu ke waktu, dan Anda bisa menyadari bahwa pikiran tersebut tidak akan dibenarkan atau Anda berhenti memiliki hal-hal tersebut begitu saja.

Namun, paranoia juga bisa menjadi sangat parah, juga dikenal sebagai paranoia klinis atau delusi persekutorik. Anda bisa mempertimbangkan pengobatan dan terapi jika paranoia Anda menjadi semakin parah.

Paranoia bisa menjadi salah satu gejala dari masalah kesehatan mental berikut:

  • skizofrenia paranoia
  • gangguan delusi (jenis persekutorik)
  • gangguan kepribadian paranoia

Apakah paranoia bisa disembuhkan?

Pengobatan paranoia biasanya menggunakan obat-obatan dan terapi perilaku kognitif. Faktor paling penting dalam mengobati paranoia dan gangguan delusi adalah membangun hubungan kolaboratif yang dapat dipercaya untuk mengurangi konsekuensi pikiran ketakutan yang tidak masuk akal dan meningkatkan kemampuan sosial.

Mungkin sulit untuk mengobati seseorang yang menderita paranoia karena pikiran paranoia menyebabkan meningkatnya sifat lekas marah, kemungkinan tindak kekerasan, dan pertahanan emosional diri. Biasanya, kemajuan pengobatan ini sangatlah lambat. Terlepas dari seberapa lambat prosesnya, ada potensi untuk pulih dan terhubung kembali.

Jika Anda benar, atau berpikiran bahwa Anda mungkin, mengalami pikiran paranoia, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengatasinya. Anda bisa memilih yang akan Anda coba bersama dengan pengobatan.

  • mencari dukungan dari orang di sekitar Anda
  • belajar untuk rileks
  • menulis diari
  • menjaga diri sendiri

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pro dan Kontra Mengonsumsi Obat Antidepresan

Antidepresan bisa membantu penderita depresi agar pulih, tapi ada efek samping yang perlu diwaspadai. Pahami pro dan kontra antidepresan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 18/06/2020 . 5 menit baca

Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

Tanpa Anda sadari, sering berpura-pura sakit ternyata bisa menandakan gangguan jiwa. Cari tahu tanda-tanda dan penyebab sindrom pura-pura sakit berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 13/06/2020 . 5 menit baca

Khasiat Minyak Esensial untuk Meredakan Stres

Pertolongan pertama saat stres: gunakan minyak esensial untuk meredakan stres. Apa saja jenis minyak esensial dan bagaimana cara menggunakannya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 05/06/2020 . 6 menit baca

Delusi dan Halusinasi, Apa Bedanya?

Delusi dan halusinasi sama-sama membuat orang melihat dan merasakan hal-hal yang sebenarnya tidak nyata. Tapi, yang mana yang merupakan gangguan mental?

Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Hidup Sehat, Psikologi 01/06/2020 . 6 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

Berpikir negatif demensia

Sering Berpikir Negatif Bisa Tingkatkan Risiko Demensia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . 4 menit baca
psikoterapi

Keluar dari Lubang Hitam Anda Lewat Psikoterapi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . 5 menit baca
sumber stres dalam pernikahan

6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . 5 menit baca
hipnoterapi

Memanfaatkan Hipnoterapi untuk Menyembuhkan Trauma Psikologis

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18/06/2020 . 5 menit baca