Mana yang Lebih Baik: Vitamin D dari Sinar Matahari Atau Makanan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Berdasarkan hasil sebuah penelitian terbitan Journal of Pharmacology & Pharmacotherapeutic, diperkirakan sekitar 50% orang di seluruh dunia mengalami kekurangan vitamin D. Padahal, vitamin D adalah vitamin yang sangat diperlukan tubuh untuk menguatkan tulang dan gigi serta untuk menjaga daya tahan tubuh. Sebagian besar asupan vitamin D bisa mudah didapat dari paparan sinar matahari. Namun, Anda juga bisa mencukupi vitamin D harian dari beragam makanan yang Anda konsumsi sehari-hari. Jadi, mana yang lebih baik: berjemur di bawah terik matahari atau dari makanan saja?

Vitamin D adalah nutrisi yang bisa didapat dari makanan dan sinar matahari

Nama lain vitamin D adalah “vitamin matahari” karena hampir 80% vitamin D yang dibutuhkan tubuh berasal dari sinar matahari. Akan tetapi, vitamin D itu sendiri terdiri dari dua bentuk, yaitu vitamin D2 dan vitamin D3.

Vitamin D3 inilah yang sebenarnya disebut dengan vitamin matahari. Tubuh Anda akan memproduksi vitamin D secara otomatis ketika terpapar sinar matahari dengan mengubah kolesterol pada kulit menjadi calcitriol. Calcitriol akan langsung disalurkan ke hati dan ginjal untuk menghasilkan vitamin D3 (kalsiferol) yang dibutuhkan oleh tubuh.

Sementara itu, vitamin D2 yang punya nama lain ergokalsiferol dapat ditemukan pada sejumlah sumber makanan nabati, seperti jamur kacang almond, kacang kedelai, dan kelapa. Tumbuh-tumbuhan ini memproduksi sendiri kandungan vitamin D2-nya dengan mengolah radiasi sinar UV yang mereka terima.

Lalu, sumber terbaik vitamin D adalah?

Kualitas vitamin D3 (kalsiferol) yang berasal dari sinar matahari dilaporkan jauh lebih unggul daripada vitamin D dari makanan. Pasalnya, vitamin D3 lebih mudah dicerna oleh tubuh namun dapat bertahan lebih lama dalam peredaran darah. Karsiferol dinilai 87% lebih kuat dalam meningkatkan dan mempertahankan konsentrasi vitamin D dalam darah.

Ketika didapat pada waktu yang sama dengan porsi yang sama, kadar vitamin D2 (ergokalsiferol) turun drastis setelah 14 hari, sementara kadar kalsiferol justru memuncak pada hari ke-14 dan tetap stabil sampai 28 hari setelah asupan pertama.

Maka dari itu, vitamin D3 lebih efektif untuk membantu tubuh untuk cepat menyerap kalsium, yang merupakan nutrisi penting untuk kesehatan tulang. Kalsiferol telah terbukti lebih efektif dalam menjaga kepadatan tulang pada orang dewasa usia lanjut sehingga mengurangi risiko patah tulang jika dibandingkan dengan ergokalsiferol (vitamin D2). Selain itu, vitamin D3 juga dilaporkan dapat mengurangi risiko penyakit jantung, nyeri sendi, depresi, kanker pankreas, kanker payudara, hingga kanker kulit.

Terlalu sering terkena paparan matahari juga tidak baik

Walaupun vitamin D3 dari sinar matahari terbukti lebih baik oleh banyak penelitian, bukan berarti Anda harus dan boleh berlama-lama bermandikan matahari. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa Anda hanya perlu terpapar sinar matahari setidaknya 5 sampai 15 menit saja untuk dua sampai tiga kali seminggu tanpa menggunakan tabir surya untuk mencukupi asupan vitamin D tubuh.

Berjemur lebih lama dari yang direkomendasikan dan tanpa perlindungan yang cukup justru berbahaya. Paparan radiasi UV berlebihan dapat meningkatkan risiko kulit terbakar matahari, kanker kulit melanoma, hingga bahkan heat stroke yang dapat berakibat fatal.

Sinar matahari yang direkomendasikan oleh para ahli adalah mulai dari pukul 10 pagi hingga pukul 2 sore. Waktu ini dianggap waktu yang paling tepat untuk mendapatkan manfaat sinar matahari sementara mengurangi risiko bahaya radiasi sinar ultraviolet.

Meski begitu, mendapatkan asupan vitamin D dari sumber makanan juga tetap penting, terutama bagi orang-orang yang aktivitas hariannya berkutat di dalam ruangan dan jarang terpapar matahari. Oleh karena itu, langkah yang paling baik untuk mendapatkan cukup vitamin D adalah menyeimbangkan antara pola makan sehat dan aktivitas fisik di luar ruangan (misalnya, dengan berolahraga).

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Meski sedang hamil, ibu tetap direpotkan untuk melakukan pekerjaan rumah. Namun, apakah semua pekerjaan rumah tangga saat hamil aman untuk dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

6 Cara Praktis Membuat Kopi Anda Lebih Sehat dan Nikmat

Kenikmatan kopi sudah tidak diragukan. Namun, tahukan Anda ada beberapa cara membuat kopi yang dapat menjadikan manfaatnya lebih baik untuk kesehatan.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Kenapa Ada Orang yang Mengalami Alergi Bawang Putih dan Bisakah Diobati?

Selain alergi susu dan kacang, ada juga alergi bawang putih. Apa penyebabnya dan adakah cara mengatasinya? Simak penjelasan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Alergi, Alergi Makanan 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Anda suka nekat makan daging ayam belum matang? Awas, akibatnya bisa fatal. Ini dia berbagai bahaya dan ciri-ciri daging ayam yang belum dimasak sempurna.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

makanan pedas atasi migrain

Benarkah Makanan Pedas Bisa Mengatasi Sakit Kepala Migrain?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 26 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
KDRT konflik rumah tangga

Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
tips menghindari perceraian

7 Rahasia Menghindari Perceraian dalam Rumah Tangga

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
masalah seks pada pria

5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit