Meski Lezat, Sayur Goreng Masih Sehat Apa Tidak, Sih?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Sekarang ini, aneka sayur goreng jadi menu makanan di mana-mana. Dari restoran hingga pedagang kaki lima. Ada kol goreng, terong goreng, kembang kol goreng, keripik bayam goreng, dan sayuran lainnya yang digoreng bagaikan menu lauk ayam goreng. Setelah digoreng dengan direndam dalam minyak panas atau disebut juga deep frying, rasa sayuran ini jadi jauh lebih nikmat. Maka itu, tidak heran orang jadi ketagihan kol goreng dan sayur goreng lainnya. Namun, apakah sayuran goreng ini masih menyehatkan? Atau justru jadi berbahaya? Simak ulasannya di sini.

Apa yang terjadi ketika sayuran digoreng?

Sayuran menyerap banyak lemak

Menggoreng dengan cara deep frying akan membuat bahan makanan yang digoreng jadi lebih banyak menyerap minyak. Termasuk saat menggoreng sayuran, akan lebih banyak lemak yang terserap dalam sayur yang secara alami seharusnya rendah lemak.

Peningkatan kadar lemak dari makanan ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, kanker, dan hipertensi.

Merusak kandungan vitamin dan mineral

Menggoreng sayuran dengan metode deep frying juga banyak merusak kandungan vitamin dan mineral yang ada di dalam sayur. Sayur yang harusnya mengandung vitamin dan mineral banyak, kadarnya jadi berkurang akibat kerusakan yang ditimbulkan setelah dipanaskan.

Contohnya, vitamin E akan menghilang ketika sayuran digoreng. Begitupun dengan beta-karoten dan vitamin A. Kadarnya akan menurun jauh.

Terjadi perubahan kimiawi yang membahayakan

Ketika minyak digunakan untuk menggoreng, suhunya sangat tinggi. Ini akan menimbulkan berbagai perubahan struktur kimiawi, baik dari minyak maupun kandungan dalam sayuran.

Bukan hanya rusaknya beberapa vitamin dan mineral, suhu tinggi saat menggoreng menyebabkan pembentukan racun seperti amina, akrilamida, dan senyawa sulfur.

Apalagi jika penggunaan minyak goreng berulang alias minyak jelantah, ini dapat merusak antioksidan sayuran yang Anda goreng.

Selain pembentukan senyawa beracun pada minyak, penggorengan juga membuat perubahan pada struktur kimia minyak. Menggoreng membuat struktur lemak dalam minyak berubah menjadi lemak trans.

Lemak trans ini kemudian akan terserap dalam sayuran yang Anda goreng. Semakin banyak lemak trans yang masuk ke dalam tubuh Anda semakin berbahaya untuk kesehatan tubuh. Lemak trans meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan kolesterol baik (HDL).

Sayur goreng memang enak, tapi jangan sering-sering

menu buka puasa sehat dengan sayur

Sayuran memiliki kandungan vitamin dan mineral yang sangat penting untuk tubuh. Akan tetapi, ketika sayuran dibuat jadi menu kol goreng, terong goreng, kembang kol goreng, efek negatifnya jadi lebih banyak dibandingkan manfaat yang seharusnya Anda dapatkan.

Menggoreng memang bisa meningkatkan cita rasa, warna, dan tekstur sayuran. Namun, kandungan gizi sayuran yang berkurang dan efek merugikan lainnya lebih banyak.

Apalagi jika Anda makan sayur goreng di restoran atau warung makan. Biasanya minyak yang digunakan untuk menggoreng sayuran sudah dipakai berulang kali, sehingga efeknya lebih buruk bagi tubuh Anda.

Lebih aman menumis dibandingkan menggoreng sayuran

Memang sulit untuk mengurangi kol goreng dan sayur goreng lainnya karena rasanya yang jauh lebih nikmat. Namun, dibandingkan digoreng, sebaiknya cukup tumis sayuran dengan minyak secukupnya.

Menumis dengan minyak masih lebih aman dibandingkan membuat kol goreng atau terong goreng krispi. Menumis biasanya dilakukan sebentar, waktu masaknya lebih cepat dibandingkan menggoreng dengan deep frying.

Apalagi kalau menumis dengan minyak zaitun, lemak yang didapatkan akan jauh lebih sehat tapi sayuran pun tetap nikmat.

Menumis sayuran dengan minyak zaitun murni alias virgin olive oil, menurut penelitian dalam jurnal Food Chemistry tahun 2015, justru dapat memperkaya zat fenol alami. Fenol adalah sejenis zat antioksidan yang dapat membantu mencegah kanker, diabetes, dan kerusakan sel.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Teknik Menggoreng Vacuum Frying, Benarkah Lebih Sehat?

Selain cara menggoreng pada umumnya, dikenal pula teknik vacuum frying untuk menggoreng makanan, seperti keripik. Benarkah cara ini lebih sehat?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Hidup Sehat, Fakta Unik 5 April 2020 . Waktu baca 3 menit

Bolehkah Makan Sayur yang Sama Setiap Hari?

Makan sayur yang sama setiap hari mungkin kerap dilakukan oleh Anda yang hanya gemar beberapa jenis sayuran. Namun, apakah itu baik untuk kesehatan?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Nutrisi, Hidup Sehat 7 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit

Siomay vs Batagor: Mana yang Lebih Sehat Dimakan?

Siomay dan batagor memang memanjakan lidah. Namun, pernahkah Anda terpikir mana yang lebih sehat dari kedua makanan ini? Yuk, cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Nutrisi, Hidup Sehat 6 Februari 2020 . Waktu baca 4 menit

Bahaya Kesehatan yang Mengintai di Balik Lezatnya Kol Goreng

Kol goreng kini menjadi favorit bagi banyak orang karena cita rasanya amat menggugah selera. Namun, inilah beragam bahaya dari mengonsumsi kol goreng.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Nutrisi, Hidup Sehat 13 Januari 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit
cara menggunakan minyak zaitun olive oil

Manfaat dan Cara Menggunakan Minyak Zaitun Dengan Benar untuk Memasak

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28 Mei 2020 . Waktu baca 12 menit
makan sayuran

Tips Makan Sayuran Agar Mudah Dicerna oleh Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 27 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
makanan sahur untuk ibu hamil

6 Makanan Kaya Gizi yang Harus Ibu Hamil Penuhi Saat Sahur

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 13 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit