Energi dalam tubuh memang dihasilkan dari makanan yang Anda makan. Tapi apakah semua makanan dapat menjadi energi di dalam tubuh? Ya, energi yang Anda dapatkan untuk melakukan aktivitas fisik setiap hari didapatkan dari makanan yang Anda makan, entah itu sumber makanan karbohidrat, protein, dan lemak.

Meskipun begitu, protein dan lemak tidak akan langsung diolah oleh tubuh menjadi energi. Lain dengan karbohidrat yang ketika masuk ke dalam tubuh akan langsung dijadikan sumber bahan energi. Lalu bagaimana sumber makanan karbohidrat bisa menjadi sumber energi utama? Seberapa cepat karbohidrat diubah jadi energi?

Karbohidrat adalah sumber utama energi dalam tubuh

Karbohidrat dapat Anda temukan di berbagai jenis makanan, seperti sayur, buah-buahan, daging, tahu, dan tentunya nasi. Tetapi, sumber karbohidrat utama adalah makanan pokok, karena mengandung jumlah karbohidrat yang cukup banyak jika dibandingkan dengan jenis makanan lainnya. Makanan yang mengandung karbohidrat akan dipecah ke dalam bentuk yang lebih sederhana dalam mulut, lambung, dan usus. Sehingga saat mencapai usus kecil, bentuknya sudah sangat sederhana dan disebut sebagai monosakarida. 

Monosakarida inilah yang selanjutnya diserap oleh tubuh ke dalam aliran darah. Ketika monosakarida ada di dalam pembuluh darah, maka disebut dengan gula darah atau glukosa. Semakin banyak sumber makanan yang mengandung karbohidrat yang Anda makan, maka akan semakin banyak pula glukosa atau gula darah yang terbentuk.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan karbohidrat untuk menjadi energi dalam tubuh?

Sumber karbohidrat sederhana seperti gula serta makanan yang manis-manis, akan sangat cepat dipecah oleh tubuh karena bentuknya yang mudah dicerna. Hal ini membuat gula paling cepat dijadikan glukosa atau gula darah, yaitu kurang dari 15 menit.

Karbohidrat kompleks seperti nasi, jagung, bihun, mie, dan lainnya membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menjadi glukosa. Jenis makanan karbohidrat kompleks dengan indeks glikemik yang tinggi akan membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk berubah bentuk jadi glukosa darah.

Berbeda dengan jenis makanan yang mengandung indeks glikemik rendah, proses makanan tersebut untuk dijadikan glukosa memerlukan waktu sebanyak 15-30 menit.

Bagaimana kemudian bisa jadi energi dalam tubuh?

Biasanya kadar glukosa dalam darah akan tinggi sesaat setelah makan. Pada waktu tersebut, tubuh akan secara otomatis mengirimkan sinyal ke kelenjar pankreas – salah satu organ pencernaan – untuk memproduksi hormon insulin.

Hormon insulin akan masuk ke dalam pembuluh darah dan kemudian memberi tahu sel-sel tubuh bahwa sumber energi utama (glukosa) sudah tersedia. Selanjutnya, hormon insulin akan membukakan pintu agar glukosa dari darah dapat masuk ke dalam sel. Glukosa yang masuk ke dalam sel-sel tubuh, akan diubah menjadi energi.

Namun tidak semua sel tubuh akan menggunakan glukosa sebagai energi, sel-sel di dalam otot dan hati akan menyimpan glukosa sebagai cadangan energi. Glukosa yang disimpan tersebut akan dipakai ketika tidak ada makanan yang masuk ke dalam tubuh dan tubuh mengalami kekurangan energi.

Di otot, glukosa akan dipakai untuk melakukan aktivitas

Setiap sel akan menggunakan energi yang dihasilkan untuk menjalankan fungsinya masing-masing. Contohnya, sel-sel yang ada di dalam sistem pencernaan, akan memakai energi yang dihasilkan untuk mencerna serta melakukan metabolisme. Lain dengan sel jantung, yang menggunakan energi dari glukosa untuk memompa darah. Sementara untuk glukosa yang masuk ke dalam sel-sel otot, akan dipakai sebagai sumber energi untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Semua gerakan tubuh yang Anda lakukan, berasal dari glukosa yang diproses menjadi energi oleh sel-sel otot. Dalam keadaan istirahat, glukosa yang berlebihan akan disimpan di dalam sel otot – disebut dengan glikogen – untuk dipakai ketika tidak ada asupan makanan yang masuk.

Karbohidrat berlebih malah akan menjadi cadangan lemak

Sama seperti sel otot, sel-sel di dalam organ hati juga menyimpan glukosa apabila jumlahnya terlalu banyak. Namun jumlah glukosa yang berlebihan ini akan disimpan dengan bentuk yang berbeda. Organ hati mengubah glukosa yang terlalu banyak tersebut menjadi trigliserida atau yang biasa dikenal sebagai cadangan lemak tubuh. Jumlah cadangan lemak tubuh atau trigliserida yang terlalu banyak dapat menyebabkan seseorang mengalami berbagai penyakit degeneratif, seperti penyakit jantung dan diabetes mellitus.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca