Panduan Memenuhi Gizi Pasien Penyakit Kronis Saat Mendekati Ajal

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 02/10/2017
Bagikan sekarang

Dari data yang dimiliki oleh WHO, diketahui ada 38 juta orang yang meninggal dunia setiap tahunnya karena mengidap penyakit kronis yang tidak menular. Salah satu penyakit kronis tak menular yang menewaskan banyak nyawa adalah penyakit kardiovaskular, yang menyerang jantung dan pembuluh darah. Kemudian disusul dengan kanker yang kasusnya telah meningkat hingga 70% selama 2 dekade terakhir, serta diabetes dan penyakit pernapasan.

WHO menyatakan bahwa setiap orang di dunia berhak untuk mendapatkan perawatan kesehatan terbaik meski sudah di masa akhir hidupnya. Saking banyaknya orang yang mengalami penyakit serius stadium lanjut, diperkirakan setiap tahunnya terdapat 19 juta pasien yang membutuhkan perawatan paliatif. Perawatan paliatif tak melulu soal resep obat-obatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Sebaiknya pasien juga diberikan dukungan nutrisi serta perencanaan diet yang baik. Ya, kecukupan gizi tetaplah dibutuhkan tubuh, sekalipun sudah menjelang ajal. Tapi seberapa penting dukungan gizi pada pasien yang punya penyakit stadium lanjut? Bagaimana menerapkan dietnya?

Pentingnya merencanakan diet ketika melakukan perawatan paliatif

Perawatan paliatif biasanya diberikan dalam berbagai cara. Tujuannya adalah untuk membuat pasien lebih nyaman dan tenang dalam menghadapi penyakit kronis yang ia alami. Selain itu, perawatan paliatif juga diberikan demi meningkatkan kualitas hidup pasien. Perawatan ini dilakukan dengan berbagai pendekatan, seperti medis, psikologis, psikososial, serta spiritual.

Tapi, ternyata hanya sedikit orang yang tahu dan menyadari bahwa perencanaan diet yang baik adalah salah satu bentuk perawatan paliatif yang penting dilakukan. Pasalnya, dengan merencanakan diet pasien yang mengalami penyakit kronis, maka kesehatan tubuh pasien akan lebih baik dan selalu menjaga sistem kekebalan tubuh tetap kuat.

Selain itu, pasien yang mengalami penyakit kronis stadium lanjut juga biasanya memiliki masalah gizi yang cukup banyak, seperti kehilangan nafsu makan serta mengalami penurunan berat badan yang drastis. Kondisi ini tentu saja akan membuat kesehatan pasien semakin memburuk. Untuk itu, dukungan nutrisi serta perencanaan diet yang tepat harus dilakukan demi mencegah hal ini.

perawatan paliatif apa itu

Lalu, seperti apa diet yang baik dilakukan ketika menjalani perawatan paliatif?

Sebenarnya perawatan paliatif dari segi nutrisi ini dapat dilakukan siapapun, baik keluarga maupun tim medis – bila memang pasien masih dalam rawat inap. Jadi, bila Anda memiliki anggota keluarga yang memiliki penyakit yang sudah memasuki tahap akhir, maka Anda dapat memberikannya makanan yang sehat tepat, dan bergizi tinggi untuk membuat kualitas hidupnya lebih baik.

Apa saja jenis makanan yang baik diberikan ketika seseorang menjalani perawatan paliatif? Dalam kasus seperti ini, maka diet yang paling cocok untuk diterapkan pada pasien adalah makanan dengan tinggi energi dan protein. Berikut adalah jenis makanan yang harus ada dalam menu diet Anda:

  • Daging, daging ayam, ikan, kacang-kacangan
  • Susu dan produk susu lainnya
  • Berbagai buah-buahan serta sayuran
  • Makanan pokok, seperti nasi, mie, bihun, dan kentang

Hindari makanan yang tinggi lemak karena hanya akan menimbulkan gangguan pencernaan. Selain itu, pilihlah makanan segar dan jangan berikan pasien makanan mentah, pasalnya semua makanan mentah berisiko menimbulkan infeksi. Padahal sistem imun pasien saat itu sedang lemah.

Bagaimana menerapkan diet yang baik ketika perawatan paliatif dilakukan?

Tidak mudah untuk bisa memberikan dan memastikan bahwa pasien dengan penyakit kronis makan sesuai dengan kebutuhannya. Pasalnya, kondisi tubuh yang lemah serta nafsu makan yang rendah, bisa membuat asupan gizi hariannya tak tercukupi. Berikut yang bisa dilakukan ketika anggota keluarga yang punya penyakit kronis sulit makan:

  • Pilih minuman yang juga memiliki zat gizi. Untuk menjaga status hidrasi tetap normal, maka asupan cairan tidak boleh dilupakan. Namun, dalam hal ini kebutuhan cairan dengan kebutuhan gizi bisa digabungkan agar pasien tak merasa lelah karena harus ‘makan terus’. Jadi, untuk mengakalinya, Anda bisa membuat jus berbagai jenis buah dan sayur. Jus ini akan membantu memenuhi kebutuhan cairan mau zat gizi.
  • Bagi porsi makan per hari menjadi lebih sedikit tetapi sering. Lebih baik, jadikan waktu makannya menjadi 6-8 kali per hari, tetapi dalam porsi yang lebih kecil.
  • Pilih makanan yang mudah dicerna dan dikunyah, seperti sup, sup krim, atau jelly.
  • Hindari memberikan makanan dalam keadaan panas, sebaiknya sajikan makanan dalam keadaan dingin atau setara dengan suhu ruangan.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Katanya, minum madu saat sahur bisa memberikan segudang manfaat baik bagi tubuh selama menjalani puasa. Tertarik ingin coba? Simak beragam khasiatnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Puasa bukan menjadi alasan untuk membatasi ibu memberikan gizi yang tepat untuk janin.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

Kurma bukan satu-satunya buah yang baik dimakan saat berbuka puasa. Lihat berbagai pilihan lainnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Monika Nanda
Hari Raya, Ramadan 14/05/2020

7 Cara Menjaga Tubuh Agar Tetap Fit Saat Puasa

Jangan sampai karena puasa Anda jadi lemas, lesu, dan mudah sakit. Simak rutinitas yang bisa dilakukan agar tetap fit saat puasa.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hari Raya, Ramadan 09/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
panduan diet sehat untuk menurunkan berat badan, cara diet sehat, menu diet sehat, makanan diet sehat, diet sehat alami

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
diagnosis hiv

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020