Matcha vs Teh Hijau, Apa Bedanya? Mana Lebih Sehat?

Oleh

Anda pasti sudah sering mendengar bahwa teh hijau alias green tea memiliki banyak manfaat kesehatan, seperti baik untuk meningkatkan kesehatan jantung dan membantu menurunkan berat badan. Tak heran, orang-orang mulai beralih ke teh hijau. Namun, setelah teh hijau ramai diperbincangkan, akhir-akhir ini matcha mulai menarik perhatian. Berbeda dengan teh hijau yang biasanya tersedia dalam bentuk daun yang diseduh, matcha biasanya hadir dalam bentuk bubuk. Yang menjadi pertanyaan, apakah matcha sama dengan teh hijau? Berikut ini penjelasan selengkapnya mengenai matcha vs teh hijau.

Matcha vs teh hijau, apa bedanya?

Kedua minuman ini sebenarnya berasal dari tanaman yang sama, yaitu Camellia sinensis, yang berasal dari Cina. Meskipun tanamannya sama, yang membuat keduanya berbeda adalah cara memproses dan menanamnya. Pembuatan matcha memang sengaja dipersiapkan secara berbeda. Tanaman teh ditutup sekitar 20-30 hari sebelum dipanen, untuk menghindari sinar matahari langsung. Akibatnya, daun teh menjadi berwarna lebih gelap, dan ini dapat meningkatkan produksi asam amino akibat banyaknya klorofil yang terdapat pada daun yang gelap.

Setelah melalui proses panen, batang dan urat halus dipisahkan dari daun. Keduanya ditumbuk dengan batu sampai halus, dan menjadi bubuk hijau terang. Karena prosesnya inilah, substansi pada matcha lebih tinggi dibandingkan dengan teh hijau biasa. Berbeda dengan teh hijau biasa, daun teh pada matcha dikeringkan dalam jangka waktu yang sebentar, untuk menjaga warna hijaunya. Karena daun tehnya ditumbuk, dan bukan hanya diseduh daunnya, jika Anda meminum matcha, ini artinya Anda meminum keseluruhan kandungan yang ada dalam daun teh.

Perbedaan kandungan di dalam matcha vs teh hijau

Teh hijau biasa hanya memiliki sekitar 63 mg antioksidan dibandingkan dengan matcha yang memiliki sekitar 134 mg catechins – sejenis antioksidan yang kuat dan mengandung banyak manfaat kesehatan. Ini artinya, satu cangkir matcha mengandung antioksidan yang sama dengan 3 cangkir teh hijau.

Antioksidan pada matcha bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan semua jenis buah dan sayuran. Namun, kandungan dalam teh hijau juga tak kalah baik, hanya saja manfaat yang dihasilkan oleh matcha lebih besar dibanding teh hijau biasa. Teh hijau biasa juga mengandung polyphenols yang dapat mencegah peradangan dan pembengkakan, meskipun kandungan tersebut lebih tinggi pada matcha.

Namun, perlu diketahui bahwa selain tinggi antioksidan, matcha juga mengandung kafein yang lebih tinggi. Satu cangkir matcha yang terdiri dari setengah sendok makan bubuk matcha mengandung sekitar 35 mg kafein.

Apa saja manfaat dari meminum matcha?

Matcha dan teh hijau memiliki manfaat kesehatan yang sama, hanya efektivitasnya saja yang berbeda. Berikut ini beberapa manfaat yang dihasilkan dari meminum matcha:

1. Tubuh mendapat asupan antioksidan

Antioksidan berfungsi untuk mencegah radikal bebas yang terbentuk di dalam tubuh. Radikal bebas dapat menyebabkan kerusakan jaringan dan sel. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, antioksidan pada matcha dikenal sebagai catechins, turunan dari catechins adalah epigallocatechin gallate (EGCG). Menurut beberapa penelitian, zat ini dapat mencegah peradangan yang di dalam tubuh, membentuk arteri yang sehat, dan membantu memperbaiki sel.

2. Mengurangi risiko sakit jantung

Sakit jantung dapat menyebabkan kematian. Meminum teh hijau maupun matcha dapat mengurangi risiko tersebut, sebab teh hijau dan matcha dapat  mengubah level kolesterol, LDL kolesterol, trigliserida, dan gula darah. Peneliti menunjukkan adanya penurunan risiko sakit jantung sebanyak 31% pada penikmat teh hijau, mungkin akan lebih efektif lagi pada penikmat matcha.

3. Penurunan berat badan

Salah satu alasan seseorang meminum teh hijau adalah klaim ‘dapat menurunkan berat badan’, matcha pun memiliki klaim tersebut. Bahkan, Anda bisa menemukan ekstrak teh hijau pada beberapa bahan suplemen penurun berat badan. Penelitian yang dikutip oleh Authority Nutrition, menunjukkan teh hijau dapat meningkatkan pembakaran kalori dengan cara meningkatkan metabolisme, namun tidak semua penelitian setuju dengan pendapat ini.

4. Memberikan efek relaksasi

Teh hijau mengandung asam  amino yang disebut L-theanine.  Matcha mengandung L-theanine yang lebih tinggi dibanding teh hijau mana pun. Manfaat L-theanine adalah untuk meningkatkan gelombang alpha pada otak. Gelombang ini dapat membantu Anda mendapatkan ketenangan, serta melawan gejala stres. Zat ini juga mampu mengubah efek kafein dalam tubuh, sehingga membuat kita waspada, tidak menyebabkan rasa kantuk yang biasa muncul setelah meminum kopi. Kafein dalam matcha diduga memberikan efek awas yang lebih lama dibandingkan dengan kopi, namun efek tersebut ringan, tidak menyebabkan jantung berdebar. Selain itu, beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa bubuk teh hijau mampu meningkatkan fungsi otak dan mencegah penurunan kognitif akibat usia.

Adakah efek samping dari mengominumnsumsi matcha?

Mengonsumsi bubuk matcha berarti Anda mencerna keseluruhan daunnya, tidak peduli apa yang ada di dalamnya. Ketika masa perkembangannya, daun matcha bisa saja terkontaminasi oleh logam berat, pestisida, dan fluor. Selain itu kandungan nutrisi yang lebih tidaklah selalu baik untuk tubuh. Toleransi tubuh terhadap suatu zat berbeda-beda, level zat yang tinggi ini dapat menyebabkan mual, gejala keracunan hati, atau ginjal. Maka, tidak direkomendasikan meminum matcha lebih dari 2 gelas/cangkir sehari.

BACA JUGA:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca