Daftar Makanan dan Minuman Sehat yang Mengandung Bakteri Asam Laktat

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 9 Desember 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Ketika membayangkan makanan yang mengandung bakteri, yang paling pertama terlintas dalam pikiran Anda mungkin adalah sakit perut. Eits! Tunggu dulu. Tidak semua bakteri itu jahat, lho. Bakteri asam laktat, seperti Lactobacillus, adalah jenis bakteri baik yang terdapat dalam banyak makanan dan minuman sehat. Apa fungsinya, dan apa saja manfaat bakteri asam laktat untuk kesehatan?

Apa itu bakteri asam laktat?

Bakteri asam laktat adalah kelompok bakteri yang mampu mengubah karbohidrat (glukosa) menjadi asam laktat. Sebagian bakteri asam laktat berpotensi memberikan dampak positif bagi kesehatan dan nutrisi manusia, beberapa di antaranya adalah meningkatkan nilai nutrisi makanan, mencegah infeksi pada usus, meningkatkan pencernaan laktosa, mencegah beberapa jenis kanker (terutama kanker usus dan lambung), dan mengendalikan kadar kolesterol dalam darah.

Tubuh kita sebetulnya sudah bisa memproduksi asam laktat sendiri. Nah, asam laktat berfungsi mengubah karbohidrat menjadi energi jika kadar oksigen dalam darah rendah. Sedangkan asam laktat pada makanan umumnya digunakan sebagai cara untuk memperpanjang usia makanan dan sebagai nutrisi yang baik diberikan pada usus manusia.

Makanan dan minuman yang mengandung bakteri asam laktat

1. Yogurt

Bakteri tertentu, seperti Lactobacillus dan Streptococcus, secara alami menghasilkan asam laktat. Nah salah satu satu minuman yang terkenal terbuat dari bakteri asam laktat adalah yoghurt. Yogurt dibuat dengan menambahkan campuran bakteri bermanfaat, seperti Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus ke dalam susu.

Bakteri tersebut menghasilkan asam laktat selama proses fermentasi dengan laktosa dalam susu. Laktosa adalah gula yang ditemukan dalam susu, sedangkan asam laktat yang muncul bisa menurunkan kadar pH dari susu yang difermentasi. Di mana hal tersebut bisa  menyebabkan protein pada susu yang difermentasi menebal dan memberi yoghurt susu rasa yang asam.

2. Acar sayuran dan kimchi

Acar sayuran umumnya terbuat dari timun dan wortel yan dicampur dengan cairan asam dan garam. Acar sayuran ini pada dasarnya juga terbuat dari asam laktat  Asam laktat memainkan peran kunci dalam proses fermentasi yang menghasilkan rasa asam yang berbeda pada acar ataupun kimchi.

Pasalnya, bakteri asam laktat seperti Lactobacillus, mengubah karbohidrat menjadi asam laktat tanpa memerlukan oksigen. Perlu diketahui juga kalau proses fermentasi asam pada kimchi atau acar sayur dibuat dengan cara menutup makanan di wadah yang kedap udara selama beberapa waktu. Maka, rasa asam timbul karena bakteri asam laktat yang tumbuh alami selama makanan di fermentasi.

3. Keju

Keju yang biasa Anda makan merupakan salah satu produk susu yang mengandung bakteri asam laktat di dalamnya. Beberapa jenis bakteri di dalamnya antara lain adalah thermophillus, bifudus, bulgaricus, dan acidophilus yang bermanfaat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menyehatkan pencernaan.

4. Wine

Wine terbuat dari fermentasi anggur yang dicampur bakteri jenis asam laktat. Setelah fermentsi kandungan gula dalam anggur menjadi alkohol, bakteri mengubah asam anggur menjadi asam malat dan asam laktat. Nah, hal inilah yang membuat rasa anggur dalam wine menjadi khas dan bisa untuk dikonsumsi.

5. Tahu

Tidak banyak yang mengerti bahwa tahu adalah makanan yang juga memiliki kandungan bakteri asam laktat  di dalamnya. Bersama dengan vitamin B 12, kandungan bakteri jenis asam laktat atau probiotik yang ada di dalam tahu baik untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda. Bahkan kandungan protein yang ada di dalam tahu lebih tinggi dibandingkan dengan protein dari segelas susu.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa Perbedaan Tekanan Darah di Pagi, Siang, dan Malam Hari?

Pengukuran tekanan darah banyak dianjurkan untuk dilakukan pada pagi hari. Apakah akan ada perbedaan tekanan darah, jika dilakukan di lain waktu?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

5 Resep Brunch Lezat, Buat Anda yang Suka Sarapan Siang-Siang

Brunch adalah istilah yang digunakan saat makan di antara jam sarapan dan makan siang. Seperti apa menu yang sehat untuk brunch?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Nutrisi, Hidup Sehat 1 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

Flat Foot (Telapak Kaki Datar)

Normalnya, bagian tengah telapak kaki akan berlekuk. Namun, orang-orang penderita flat feet memiliki telapak kaki datar. Apa efeknya pada kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 1 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

5 Fakta Menarik Seputar Sarapan Bubur Ayam

Sarapan bubur ayam ternyata rendah kalori, namun bikin Anda cepat lapar lagi. Yuk, perhatikan beragam fakta lainnya soal bubur bagi kesehatan berikut ini.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

veneer gigi

Semua yang Perlu Anda Ketahui tentang Veneer Gigi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit
cepat turun berat badan pagi hari

7 Kebiasaan di Pagi Hari yang Bikin Cepat Turun Berat Badan

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
berapa banyak makan nasi saat sarapan

Seberapa Banyak Harusnya Porsi Makan Nasi Saat Sarapan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
krim perontok bulu

Menggunakan Krim untuk Menghilangkan Bulu, Amankah?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit