Kandungan Gula Dalam Buah, Apa Efeknya Bagi Kesehatan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Gula dikenal dengan reputasi buruk. Padahal gula sendiri diperlukan tubuh sebagai energi utama untuk melakukan aktivitas. Namun, kebanyakan asupan gula juga membuat gula darah naik dan memicu perkembangan diabetes. Artinya, asupan gula harus dibatasi agar tubuh mendapatkan manfaat dari gula. Lalu bagaimana dengan kandungan gula dalam buah, apakah baik atau harus diwaspadai juga?

Apakah gula dalam buah juga tidak baik untuk kesehatan?

Dalam buah-buahan memang terkandung gula alami dalam bentuk fruktosa. Fruktosa merupakan salah satu jenis karbohidrat. Berbeda dengan jenis karbohidrat lainnya seperti sukrosa dan glukosa, fruktosa mempunyai rasa yang lebih manis. Tak heran, fruktosa dalam bentuk sirup jagung tinggi fruktosa banyak digunakan sebagai pemanis dalam makanan dan minuman.

Namun, fruktosa dalam buah tentu berbeda dengan pemanis sirup jagung tinggi fruktosa. Dilansir dari Mayo Clinic, buah rata-rata mengandung fruktosa sekitar 15 gram, sehingga hanya menyumbang sedikit kalori pada tubuh Anda. Selain itu, buah juga diperkaya dengan serat dan nutrisi.

Sedangkan, minuman atau makanan yang mengandung pemanis sirup jagung tinggi fruktosa mengandung kalori yang sangat tinggi. Sebotol minuman soda bisa mengandung sekitar 225 kalori dan tidak mengandung nutrisi yang diperlukan tubuh.

Selain itu, menurut penelitian yang diterbitkan oleh American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan bahwa fruktosa tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara mendadak. Ini lantaran tubuh mencernanya lebih lambat dibandingkan sukrosa (biasa ditemukan pada gula meja). Karena itu, mengonsumsi gula dalam buah tidak akan seburuk jika Anda banyak mengonsumsi gula yang terdapat pada kue, roti, biskuit, sirup, minuman kemasan, dan makanan manis lainnya.

Jika saya punya diabetes, apakah saya boleh makan buah manis?

Banyak orang mengira diabetesi (orang dengan diabetes) tidak boleh makan yang manis-manis, termasuk buah manis. Hal ini tentu jadi membatasi asupan buah para diabetesi. Faktanya, kebanyakan buah mempunyai indeks glikemik (bagaimana makanan dapat memengaruhi kadar gula darah) yang rendah sampai sedang. Artinya, buah tidak akan menyebabkan lonjakan kadar gula darah yang tiba-tiba.

Hal ini karena selain buah mengandung gula, buah juga mengandung banyak serat (jika dimakan dalam bentuk utuh, bukan di jus). Serat membantu pelepasan gula lebih lambat, sehingga gula darah tidak langsung meningkat setelah makan buah. Dibandingkan dengan gula dalam makanan lainnya, tampaknya gula dalam buah bisa menjadi sumber gula yang sehat.

Namun, bagi Anda yang punya diabetes, Anda harus tetap memerhatikan berapa banyak buah yang bisa Anda makan. Semua buah bisa Anda konsumsi, tapi tetap perhatikan porsinya. Dikhawatirkan, mengonsumsi terlalu banyak buah yang mengandung gula tinggi dapat memicu gula darah naik.

Beberapa buah yang mengandung gula cukup tinggi (lebih dari 10 gram per porsi) adalah apel, pisang, ceri, anggur, nanas, mangga, kiwi, dan pir. Sementara, buah yang mengandung gula cukup rendah (kurang dari 7 gram per porsi) adalah stroberi, pepaya, jambu, dan jeruk bali.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Ada Orang yang Mengalami Alergi Bawang Putih dan Bisakah Diobati?

Selain alergi susu dan kacang, ada juga alergi bawang putih. Apa penyebabnya dan adakah cara mengatasinya? Simak penjelasan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Alergi, Alergi Makanan 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Anda suka nekat makan daging ayam belum matang? Awas, akibatnya bisa fatal. Ini dia berbagai bahaya dan ciri-ciri daging ayam yang belum dimasak sempurna.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

MMR adalah singkatan dari tiga macam penyakit infeksi fatal yang paling rentan menyerang anak-anak di tahun pertama kehidupannya. Kapan harus vaksin MMR?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit

Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

Jangan sampai berbagai efek samping imunisasi (vaksin) bikin Anda takut apalagi ragu diimunisasi. Pelajari dulu seluk-beluknya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tips menghindari perceraian

7 Rahasia Menghindari Perceraian dalam Rumah Tangga

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
masalah seks pada pria

5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
pekerjaan rumah tangga saat hamil

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
bikin kopi yang sehat

6 Cara Praktis Membuat Kopi Anda Lebih Sehat dan Nikmat

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit