Mengulik Perbedaan Cara Kerja Vitamin Larut Air dan Vitamin Larut Lemak Dalam Tubuh

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Vitamin adalah salah satu zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh agar bisa berfungsi optimal. Ada enam vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh, yaitu A, B, C, D, E, dan K. Masing-masing vitamin ini dimasukkan ke dalam dua kelompok berbeda: vitamin larut air dan vitamin larut lemak.

Vitamin B dan C termasuk ke dalam vitamin yang larut air. Sedangkan, vitamin A, vitamin D, vitamin E, dan  vitamin K termasuk ke dalam vitamin yang larut lemak. Kedua kelompok vitamin ini sama-sama perlu dikonsumsi dalam jumlah yang tepat. Lantas, apa yang membedakan jenis vitamin larut air dan yang larut dalam lemak?

Apa saja perbedaan antara vitamin larut air dan vitamin larut lemak?

Dari segi pelarutnya

Dari namanya saja, Anda mungkin sudah dapat membedakan bahwa pelarut kedua kelompok vitamin ini berbeda. Namun, kenapa vitamin harus dilarutkan di dalam tubuh? Tanpa dilarutkan, vitamin yang masuk tidak bisa digunakan oleh tubuh sebagaimana mestinya. Jenis pelarut yang berbeda akan memproses vitamin dengan cara yang berbeda, sehingga manfaat vitaminnya bisa Anda rasakan. 

Vitamin larut lemak (A, D, E, K) adalah jenis vitamin yang diproses bersama lemak. Setelah masuk ke dalam sistem pencernaan, vitamin-vitamin ini akan melewati sistem limfatik untuk kemudian ikut dialirkan dalam peredaran darah. Jika lemak di tubuh kurang, maka penyerapan vitamin A,D,E, dan K pun akan terganggu.

Sedangkan, vitamin larut air adalah jenis vitamin yang diproses bersama air. Vitamin jenis ini diproses lebih mudah dalam tubuh. Tubuh akan langsung menyerap vitamin B dan C ke dalam peredaran darah. Selanjutnya vitamin ini langsung beredar bebas dalam aliran darah.  

Cara penyimpanannya

Setelah terserap dalam tubuh, vitamin A, D, E, dan selanjutnya akan disimpan di sel lemak dan hati. Vitamin ini dapat disimpan dalam jangka waktu lama, sebagai persediaan bagi tubuh untuk digunakan jika dibutuhkan nantinya.

Sebaliknya, vitamin larut air tidak dapat disimpan dalam tubuh. Oleh karena itu, kekurangan vitamin larut air bisa lebih mudah terjadi karena tubuh tidak mampu menyimpan cadangannya. “Stok” vitamin larut air butuh diganti setiap hari dari asupan makan atau suplemen vitamin untuk mencegah kekurangannya.

Cara dikeluarkannya dari tubuh

Vitamin larut lemak sangat sedikit yang dikeluarkan dari tubuh. Jenis vitamin ini disimpan tetap di dalam lemak dan hati sebagai cadangan, ketika nanti dibutuhkan.

Sifatnya ini sangat berbeda dengan vitamin larut air. Vitamin yang larut dalam air beredar sangat bebas di peredaran darah, sehingga bisa lebih mudah dikeluarkan. Vitamin ini dikeluarkan oleh tubuh melalui penyaringan di ginjal. Ginjal selanjutnya akan menyalurkan sisa vitamin yang berlebih bersama urin.

Sifat toksik

Vitamin yang larut lemak disimpan lama di dalam tubuh. Jika Anda terus mengonsumsinya berlebihan, kadarnya bisa menumpuk dan membahayakan tubuh. Kelebihan vitamin ini bisa menimbulkan efek toksik atau racun. Kelebihan vitamin A, misalnya, dapat menyebabkan sakit kepala, pusing, mual, sakit perut, iritasi dan gangguan penglihatan, mulut kering, nyeri dan/atau lemah tulang, hingga anoreksia.

Kebalikannya, sangat jarang kasus kelebihan vitamin larut air yang berakhir membahayakan. Sebab, setiap kelebihan vitamin jenis larut air akan langsung dibuang lewat urin dan keringat dengan bantuan ginjal. Tubuh juga cenderung tidak bisa menumpuk vitamin larut air dalam jumlah yang banyak. 

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca