6 Buah-buahan yang Bisa Meningkatkan Jumlah Sel Darah Merah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23/06/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Sel darah merah yang terlalu sedikit dalam tubuh dapat menyebabkan pengantaran oksigen dan nutrisi ke sel-sel tubuh menjadi terganggu. Hal ini kemudian dapat menyebabkan Anda mengalami gejala anemia, seperti lelah, sakit kepala, kulit pucat, tangan dan kaki dingin, serta sesak napas. Untuk itu, cukupilah nutrisi yang diperlukan untuk membentuk sel darah merah. Tak hanya dari sayuran dan daging, tapi juga bisa Anda peroleh dari buah-buahan. Apa saja buah penambah darah terbaik yang bisa dikonsumsi pengidap anemia?

Nutrisi yang dibutuhkan untuk menambah darah

Anemia merupakan masalah kesehatan yang umum dialami banyak orang. Masalah kesehatan ini biasanya terjadi dalam tingkat ringan dan dalam jangka waktu yang pendek. Namun, anemia yang tidak diobati bisa menjadi masalah yang serius. Oleh karena itu, Anda perlu untuk mengonsumsi berbagai makanan yang dapat menambah darah.

Banyak nutrisi dalam makanan yang dibutuhkan tubuh untuk membentuk sel darah merah, di antaranya adalah:

  • Zat besi
  • Asam folat
  • Vitamin B12
  • Tembaga
  • Vitamin A

Berbagai buah penambah darah untuk orang yang punya anemua

Selama ini, mungkin Anda hanya mengetahui bahwa makan daging dan sayuran hijau dapat membantu tubuh meningkatkan produksi sel darah merah. Tapi, ternyata tak hanya kedua kelompok makanan itu saja yang dapat membantu menambah darah dan mencegah Anda dari anemia. Buah pun mengandung berbagai nutrisi yang diperlukan pengidap anemua untuk memproduksi sel darah merah.

Beberapa buah yang baik untuk penambah darah adalah:

1. Jeruk

Jeruk merupakan salah satu buah penambah darah terbaik karena mengandung asam folat tinggi. Asupan asam folat sendiri dapat membantu tubuh membuat sel darah merah baru.

Dalam satu gelas jeruk, mengandung asam folat sebesar 31,5 mcg, menurut USDA National Nutrition Database for Standard Reference.

Fungsi lain buah ini adalah membantu penyerapan zat besi pada tubuh karena tinggi kadar vitamin C. Zat besi merupakan komponen sel darah merah yang membantu pengikatan oksigen.

2. Anggur

Buah lain yang juga mengandung asam folat adalah anggur dengan 21 mcg asam folat per satu gelas. Tak hanya itu, anggur ternyata juga mengandung vitamin A, di mana vitamin A juga berperan dalam pembentukan sel darah merah. Walaupun bentuknya kecil, tapi buah ini ternyata sangat bermanfaat, ya!

3. Wortel

Wortel merupakan buah yang kaya akan vitamin A. Vitamin A dalam bentuk retinol berperan dalam membantu tubuh memproduksi sel darah merah dan mengantarkan oksigen ke sel-sel tubuh. Untuk dapat meningkatkan jumlah sel darah merah dalam tubuh, Anda disarankan untuk makan wortel minimal dua kali per minggu.

4. Stroberi

Buah favorit banyak orang ini ternyata juga dapat berperan sebagai penambah darah. Hal ini karena kandungan antioksidan yang tinggi dalam buah stroberi dapat membantu tubuh dalam produksi sel darah merah. Selain itu, antioksidan juga berguna untuk melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

5. Kismis

Kismis adalah buah kering yang bisa Anda jadikan cemilan sore sekaligus penambah darah karena tinggi  zat besi. Dalam 2/3 gelas kismis mengandung zat besi sekitar 2 gram. Anda pun bisa menikmati buah kering ini dengan berbagai cara, seperti ditambahkan dalam kue, sereal, oatmeal, dan lainnya. Hal ini tentu dapat memudahkan Anda dalam mendapatkan sumber zat besi.

6. Semangka

Satu lagi buah yang juga mengandung zat besi adalah semangka. Bedanya, buah ini bisa Anda makan dalam kondisi segar. Tentu sangat menyegarkan tubuh Anda jika dimakan di siang hari. Satu potong semangka ukuran sedang bisa memberikan Anda zat besi sebanyak 1,5 gram.

Selain itu, semangka juga mengandung vitamin C. Di mana, vitamin C merupakan nutrisi yang diperlukan untuk memudahkan tubuh dalam menyerap zat besi. Jadi, dalam sekali makan, Anda bisa mendapatkan kedua manfaat ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Anemia Gravis

Anemia gravis adalah penyakit kekurangan darah berat. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, obat, dan cara mencegah kondisi ini di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 16/01/2020 . Waktu baca 7 menit

5 Macam Nutrisi yang Tidak Boleh Disisihkan dari Menu Diet

Diet terkadang dilakukan secara ekstrim sehingga meninggalkan sejumlah nutrisi yang penting dikonsumsi. Apa saja nutrisi untuk diet yang sering dilupakan?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Berat Badan Ideal, Hidup Sehat 20/12/2019 . Waktu baca 4 menit

3 Manfaat Penting Buah dan Sayur Bagi Anak yang Sayang Jika Dilewatkan

Makanan tinggi serat penting untuk tumbuh kembang anak. Memang, apa saja manfaatnya makan sayur dan buah untuk bayi yang perlu orangtua tahu?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Serat Anak, Parenting, Nutrisi Anak 12/12/2019 . Waktu baca 5 menit

Anemia Sideroblastik

Anemia sideroblastik adalah penyakit kelainan darah. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, serta mencegahnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 10/11/2019 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

anemia rash

Hal yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Anemia Rash

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 29/06/2020 . Waktu baca 4 menit
pantangan penderita anemia g6pd

5 Hal yang Perlu Dihindari Jika Anda Menderita Anemia Defisiensi G6PD

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020 . Waktu baca 4 menit
Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan saat Pasien Anemia Ingin Puasa

Hal yang Perlu Diperhatikan Pasien Anemia Saat Puasa Ramadan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 24/04/2020 . Waktu baca 3 menit
pencegahan anemia

7 Cara Pencegahan Anemia yang Utama

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26/02/2020 . Waktu baca 6 menit