Mengenal Khasiat Adaptogen, Zat Penangkal Stres Dalam Tanaman Herbal

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 17/03/2018
Bagikan sekarang

Tanaman herbal dipercaya dapat mengatasi beberapa masalah kesehatan tertentu. Katanya, obat herbal yang mengandung adaptogen lebih berkhasiat bagi kesehatan. Lantas, sebenarnya apa adaptogen itu? Apakah adaptogen adalah zat yang baik bagi kesehatan? Apakah ada efek sampingnya?

Apa itu adaptogen?

Adaptogen adalah zat alami yang bisa membantu tubuh menangkal stres. Zat ini juga bekerja untuk mengatasi efek stres dalam tubuh. Stres bisa menyebabkan perubahan fisik yang berbahaya dalam tubuh, seperti melukai organ dalam sistem saraf, sistem endokrin (hormon), sistem kekebalan tubuh. Adaptogen inilah yang memiliki sifat stimulan yang dapat membantu melawan efek berbahaya tersebut.

Di dalam tubuh adaptogen ini merespon segala reaksi stres dengan cara mengatur keseimbangan hormon yang dihasilkan dari kelenjar hipotalamus, kelenjar hipofisis, dan kelenjar adrenal. Dengan adanya zat adaptogen, tubuh akan mencegah sel-sel rusak akibat radikal bebas.

Adaptogen ditemukan di mana?

Adaptogen adalah zat yang terdapat di berbagai tanaman herbal. Namun setelah diteliti, dari banyaknya tanaman herbal hanya ada 3 tanaman herbal adaptogen yang aman dikonsumsi sebab tidak beracun. Zat ini dapat ditemukan yakni di Eleutherococcus senticosus (ginseng Siberia), Rhodiola rosea (akar Arctic), dan Schisandra chinensis.

Ginseng siberia

Tanaman herbal ini sebenarnya bukan ginseng tapi bekerja dengan cara yang sama dengan ginseng. Satu penelitian menemukan bahwa ginseng siberia dapat membantu menangkal kelelahan dengan  meningkatkan energi. Ginseng Siberia juga dapat mencegah terjadinya pilek.

Selain itu, ginseng siberia dapat membantu mengobati masalah stres mental maupun stres fisik. Bentuk herbal ini biasanya dalam wujud tablet, bubuk, kapsul, atau potongan akar kering yang dimasukkan dalam teh.

obat herbal untuk kanker

Akar artik

Ini sering disebut juga dengan akar mawar dan tumbuh di iklim dingin di Asia dan Eropa. Akar artik ini sudah lama digunakan di negara Rusia dan Skandinavia untuk mengobati penyakit ringan seperti sakit kepala dan flu.

Dilansir dalam laman Medical News Today, tanaman herbal ini dapat membantu mengobati kegelisahan, depresi, kelelahan, anemia, dan sakit kepala. Di pasaran, akar artik ditemukan dalam bentuk kapsul, tablet, bubuk atau juga ekstrak cair.

Schisandra chinensis

Schisandra adalah herbal yang berguna untuk meningkatkan kesehatan hati dan menstabilkan gula darah. Dilansir dalam laman WebMD, schisandra akan merangsang enzim di hati dan meningkatkan pertumbuhan sel hati.

Mengonsumsi ekstrak buah Schisandra sendiri atau dikombinasikan dengan ginseng siberia, diduga akan meningkatkan konsentrasi dan kecepatan berpikir. Schisandra chinensis juga menurunkan kadar enzim SGPT pada orang yang hepatitits. Tingginya tingkat SGPT adalah pertanda terjadinya kerusakan hati.

Efek samping mengonsumsi herbal adaptogen

Meskipun herbal jenis ini memiliki beberapa manfaat alami bagi tubuh tapi Anda tetap perlu berhati-hati.

Ginseng Siberia umumnya dianggap aman jika digunakan sesuai dengan petunjuknya. Namun orang dengan tekanan darah tinggi, sleep apnea, penyakit jantung, skizofrenia, wanita hamil dan menyusui, orang-orang yang mengalami penyakit autoimun sebaiknya tidak mengonsumsi ginseng siberia.

Beberapa efek samping yang dapat ditimbulkan:

  • Kebingungan
  • Mengantuk
  • Sakit kepala
  • Tekanan darah tinggi
  • Insomnia
  • Irama jantung tidak beraturan
  • Mimisan
  • Muntah

Untuk sichandra, umummnya juga aman jika digunakan sesuai petunjuk, namun jika menyalahi dari anjuran yang diberikan dapat menimbulkan heartburn, perut nyeri, penurunan nafsu makan, kulit terasa gatal dan kemerahan. Schinandra ini sendiri tidak dianjurkan bagi ibu hamil, orang yang mengalami epilepsi, dan orang yang mengalami GERD.

Begitupun dengan akar arktik, jika tidak dikonsumsi berdasarkan petunjuk dapat menimbulkan efek samping, yakni kepala pusing, mulut kering, dan timbulnya masalah gangguan  tidur.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Begini Cara Mengatasi Stres Karena PHK Akibat dari Pandemi COVID-19

Imbas dari COVID-19 membuat sebagian pekerja diberhentikan dari pekerjaannya dan merasa stres. Yuk, kenali cara mengatasi stres karena PHK di sini.

Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 04/05/2020

Cantiknya Bunga Telang dengan 4 Manfaatnya untuk Kesehatan

Siapa yang mengira bahwa bunga telang dengan warna biru putih yang cantik ini menawarkan segudang manfaat untuk kesehatan Anda? Temukan jawabannya di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Manfaat Tanaman Mugwort untuk Kesehatan Kulit

Mugwort mengandung vitamin serta senyawa antioksidan dan antiradang sehingga memiliki manfaat bagi kesehatan kulit. Apa saja manfaat tersebut?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu

6 Pilihan Obat Herbal untuk Kanker Serviks Melihat dari Sisi Medisnya

Selain dengan tindakan medis dari dokter, minum obat herbal juga dinilai berpotensi untuk menghambat perkembangan sel kanker serviks. Apa saja pilihannya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Direkomendasikan untuk Anda

stres menangani kabar buruk

Stres Ternyata Membuat Seseorang Menerima Berita Buruk dengan Berbeda

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 04/06/2020
LIPI Uji Obat Herbal COVID-19 dari Daun Ketepeng dan Benalu

LIPI Uji Obat Herbal COVID-19 dari Daun Ketepeng dan Benalu

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020
marah saat lapar

Kenapa Kita Mudah Marah Saat Sedang Lapar?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 10/05/2020
Herbavid-19 COVID-19

Menilik Kandungan Herbavid-19, Ramuan Herbal untuk Pengobatan COVID-19

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 08/05/2020