Mana Lebih Baik: Makan Sebelum Olahraga atau Setelah Olahraga?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Jika Anda sedang menjalani diet untuk menurunkan berat badan, maka olahraga merupakan hal yang tidak boleh ketinggalan untuk dilakukan. Namun, mungkin sering kali Anda bingung, kapan waktu yang ideal untuk makan, apakah makan sebelum melakukan olahraga atau setelah olahraga?

Makan sebelum olahraga dapat menaikkan berat badan?

Sebuah penelitian yang dilakukan di Belgia, meneliti bagaimana perubahan berat badan orang yang makan sebelum olahraga dan orang yang makan setelah olahraga. Sebanyak 27 pria usia muda diberikan makanan yang tinggi kalori dan tinggi lemak selama enam minggu berturut turut. Kemudian mereka dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok yang tidak melakukan olahraga sama sekali, kelompok yang sarapan dengan makanan tinggi karbohidrat sebelum melakukan olahraga, serta kelompok yang makan dengan makanan yang tinggi karbohidrat namun dikonsumsi setelah olahraga.

Bukan hal yang aneh jika peningkatan berat badan yang paling tinggi terjadi pada kelompok yang tidak melakukan olahraga sama sekali. Namun, hasil lain menunjukkan bahwa kelompok yang makan setelah olahraga memiliki peningkatan berat badan yang paling rendah, bahkan tidak mengalami peningkatan berat badan sama sekali. Meskipun belum banyak penelitian lain yang menemukan hasil yang sama seperti penelitian yang telah disebutkan tadi, hal ini menunjukkan bahwa apa yang Anda makan sebelum olahraga sangat berpengaruh pada perubahan berat badan. Mengonsumsi makanan yang terlalu banyak sebelum olahraga juga juga dapat mengganggu pencernaan dan menyebabkan perut sakit ketika melakukan olahraga, hal ini disebabkan oleh waktu makan yang kurang tepat.

Namun, makan sebelum olahraga dapat memaksimalkan pembakaran kalori

Banyak yang beranggapan bahwa olahraga dengan perut kosong dapat memaksimalkan pembakaran kalori dan lemak dalam tubuh, namun hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Jika Anda olahraga dengan perut kosong, maka tubuh mengalami kekurangan energi, kemudian Anda tidak akan sanggup melakukan olahraga dengan baik dan tidak dapat membakar kalori secara maksimal.

Prinsipnya, tubuh membutuhkan waktu untuk mencerna makanan dan memprosesnya menjadi energi yang dapat Anda pakai untuk beraktivitas dan olahraga. Waktu yang dibutuhkan tubuh untuk mencerna makanan tergantung dengan jumlah serta jenis makanan yang dikonsumsi. Makanan yang tinggi lemak, protein, dan serat, membutuhkan waktu cerna lebih lama, begitu juga jumlah makanan yang banyak. Oleh karena itu, lebih baik mengonsumsi makanan yang rendah lemak serta kalori, sekitar 3 hingga 4 jam sebelum olahraga, seperti roti gandum dengan telur atau sereal dengan susu. Namun jika Anda melakukan olahraga di pagi hari dan tidak terbiasa mengonsumsi makanan berat, maka Anda dapat mengonsumsi makanan ringan 1 hingga 2 jam sebelum olahraga, seperti buah dengan yogurt rendah lemak, jus buah, atau sereal.

Makanan yang dianjurkan setelah olahraga

Makan 15 hingga 30 menit setelah melakukan olahraga merupakan waktu yang ideal untuk mengganti energi dalam tubuh. Sebaiknya mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat untuk mengganti glikogen dalam tubuh dan protein untuk membantu tubuh membangun massa otot. Sebuah riset yang dilakukan di The Colorado State University Extension, makanan yang baik dikonsumsi setelah melakukan olahraga adalah makanan yang terdiri dari karbohirat dan protein serta mengandung sedikit lemak. Sedangkan menurut The Academy of Nutrition and Dietetics, segelas cokelat rendah lemak dapat menjadi selingan yang tepat bagi Anda yang ingin ngemil setelah melakukan olahraga.

Oleh karena itu, hal yang paling penting adalah waktu dan jumlah porsi, serta jenis makanan yang Anda makan sebelum maupun sesudah olahraga. Semua zat gizi diperlukan untuk mempertahankan fungsi tubuh, namun konsumsi sesuai dengan kebutuhan merupakan hal yang sangat mempengaruhi peningkatan, penurunan, ataupun mempertahankan berat badan. Dengan memperhatikan keseluruhan zat gizi yang dimakan sebelum dan setelah melakukan olahraga, dapat membantu Anda memaksimalkan pembakaran kalori dan lemak dalam tubuh.

BACA JUGA

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Pilihan Buah untuk Bayi yang Baik Dikonsumsi Sehari-Hari

Buah-buahan selain kaya vitamin dan nutrisi, juga memiliki rasa yang lezat. Berikut beberapa buah untuk bayi yang bisa dijadikan makanan pendamping ASI.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Gizi Bayi, Parenting 8 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit

Nasi, Mie, Pasta, dan Roti: Sumber Karbohidrat Mana yang Paling Sehat?

Ada berbagai jenis makanan pokok yang bisa Anda pilih, mulai dari nasi, mie, pasta, atau roti. Namun, yang mana sumber karbohidrat paling sehat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 6 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Sebenarnya Pengaruh Alkohol untuk Kesehatan Jantung?

Konsumsi alkohol ternyata memengaruhi kondisi jantung Anda. Lantas, apa pengaruh baik dan buruk minum alkohol untuk kesehatan jantung?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Jantung, Kesehatan Jantung 1 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Cepat lelah dan kehabisan napas bisa jadi tanda kebugaran jantung dan paru-paru Anda kurang baik. Tapi bagaimana cara mengukurnya? Simak di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Kebugaran, Hidup Sehat 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

makanan untuk penderita thalasemia

Panduan Makanan Bergizi untuk Orang dengan Thalassemia

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
kejang otot

Kenali Kejang Otot, Mulai dari Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
kram otot

Kenali Penyebab yang Mungkin Membuat Anda Mengalami Kram Otot

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
makanan untuk yang kurang tidur

Berbagai Makanan yang Perlu Dikonsumsi Jika Anda Kurang Tidur

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit