Hati-hati, Kebanyakan Makan Daging Merah Bisa Turunkan Kesuburan Pria

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Kandungan protein tinggi dalam daging merah dapat membantu membangun dan mempertahankan kekuatan otot tubuh. Laki-laki pun memang membutuhkan lebih banyak asupan protein daripada wanita. Oleh karena itu wajar saja banyak pria yang rutin mengonsumsi daging merah. Namun Anda mungkin harus mulai membatasi porsi makan daging Anda kalau sedang berencana punya keturunan. Telah banyak penelitian yang menyebutkan bahwa pola makan buruk yang ditandai dengan kebanyakan makan daging merah (entah itu daging sapi, daging kambing, maupun babi) menjadi salah faktor risiko utama yang bikin pria tidak subur. Kok bisa?

Apa hubungannya makan daging bikin pria tidak subur?

Sebuah penelitian gabungan antara Harvard Medical School dan Massachusetts General Hospital yang melibatkan 141 pria dewasa yang sedang menjalani program bayi tabung (IVF ataupun ICSI) menemukan bahwa kelompok pria yang terlalu banyak makan daging merah dan daging olahan (sosis, bacon, kornet, dan lainnya) dilaporkan mengalami penurunan kesuburan hingga 65 persen, jika dibandingkan dengan kesuburan kelompok pria pemakan daging unggas (misal daging ayam atau kalkun) yang hanya menurun sekitar 78 persen.

Daging merah tinggi lemak jenuh dan kolesterol. Pola makan seperti ini merupakan faktor risiko untuk obesitas yang dapat mengurangi kualitas sperma, baik dalam segi jumlah, bentuk, dan kemampuannya untuk berenang ke arah sel telur. Jika ada satu saja kelainan sperma dari ketiga faktor tersebut, maka semakin tinggi risiko pria tidak subur atau bahkan mungkin mandul.

Bukti ini diperkuat dengan sebuah penelitian yang dilansir dari Very Well. Riset ini menemukan bahwa para pria yang memiliki berat badan berlebih hampir dua kali berisiko untuk memiliki jumlah sperma yang lebih sedikit dan pergerakan sperma (menuju sel telur) yang lebih buruk.

Namun, kesuburan pria tidak hanya dilihat dari banyak porsi daging merah yang dimakannya

Selain pola makan yang tinggi lemak jenuh dan kolesterol yang berisiko tinggi obesitas, ada banyak hal lain yang bisa menurunkan kesuburan pria. Misalnya saja konsumsi alkohol, merokok, dan kebiasaan begadang.

Alkohol menyebabkan kadar hormon testosteron berkurang dalam darah. Padahal hormon testosteron berperan penting dalam reproduksi. Misalnya untuk mencapai ereksi penis dan meningkatkan gairah seksual. Alkohol juga memengaruhi fungsi dari sel dalam testis yang berperan dalam pematangan sperma. Sementara itu, zat-zat beracun dari rokok dapat menyebabkan berbagai masalah pada kualitas air mani dan mengganggu keseimbangan hormon sehingga menurunkan tingkat kesuburan Anda.

Menjalani gaya hidup sehat, kunci dari menjaga kesuburan pria

Pasangan suami istri bisa dibilang tidak subur jika telah mencoba untuk punya anak selama lebih dari satu tahun. Setidaknya 35-40 persen dari total kasus pasangan yang sulit punya anak disebabkan oleh pihak pria yang tidak subur karena kualitas sperma buruk.

Menjalani gaya hidup sehat adalah jalan keluar utama dari masalah kesuburan. Kurangi konsumsi daging merah dan daging olahan, berhenti merokok, tidak minum alkohol, lebih rajin olahraga, dan turunkan berat badan adalah beberapa prinsip hidup sehat yang dapat meningkatkan kesuburan pria. Para ahli sekarang juga mendorong masyarakat untuk mengonsumsi lebih banyak buah-buahan dan biji-bijian untuk meningkatkan peluang keberhasilan kehamilan.

Pada intinya, Anda diharuskan untuk memiliki gaya hidup yang sehat serta mengurangi hal-hal yang berdampak buruk bagi kesehatan, sehingga Anda dan pasangan berada dalam kondisi yang paling sehat dan memiliki tingkat keberhasilan tinggi untuk dapat memperoleh keturunan.

Namun jika Anda dan pasangan masih mengalami kesulitan untuk punya anak bahkan setelah semua kebiasaan sehat ini dilakukan, ada baiknya konsultasikan dengan dokter untuk mendiskusikan kemungkinan menjalani bayi tabung atau adopsi.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca