Memprediksi Risiko Penyakit dari 5 Macam Penampakan Lidah Anda

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21/06/2019
Bagikan sekarang

Setiap kali periksa ke dokter, Anda pasti akan lebih dulu diminta membuka mulut lebar-lebar dan menjulurkan lidah sebelum bagian tubuh yang sakit diperiksa lebih lanjut. Tindakan ini dilakukan oleh dokter bukan tanpa alasan, karena ternyata kondisi lidah Anda saat ini dapat memprediksi risiko penyakit tertentu yang mungkin tak pernah disadari. Apa saja?

Risiko penyakit yang bisa tampak dari kondisi lidah

Lidah yang sehat harus berwarna merah jambu dan ditutupi bintik-bintik kecil (papila). Jika Anda melihat adanya perubahan pada lidah Anda disertai munculnya sensasi aneh di lidah, Anda perlu waspada.

Berikut beberapa risiko penyakit yang dapat dilihat dari kondisi lidah Anda:

1. Warna merah terang mirip stroberi

Lidah berwarna merah terang seperti stroberi bisa menandakan Anda kekurangan zat besi atau vitamin B12. Kekurangan nutrisi ini juga membuat jumlah papila berkurang sehingga tekstur permukaan lidah jadi lebih halus.

Padahal, dua nutrisi ini dibutuhkan guna menjaga papila tetap berfungsi mendeteksi berbagai rasa. Lidah yang botak karena tidak memiliki cukup papila lambat laun akan mengalami mati rasa.

Defisiensi vitamin B12 dan zat besi paling rentan terjadi pada orang-orang vegetarian atau yang memiliki masalah lambung. Selain itu, beberapa kondisi dan penyakit yang juga menyebabkan lidah berwarna merah terang, antara lain penyakit Kawasaki dan demam scarlet (scarlatina).

Perubahan warna lidah jadi lebih merah juga bisa terjadi akibat makan makanan yang pedas dan juga terlalu panas.

2. Dilapisi bintik-bintik putih

Apabila lidah Anda tertutupi oleh lapisan putih yang terlihat jelas, ini bisa jadi pertanda infeksi jamur.

Jika mulut Anda tidak bersih, bakteri dan jamur jahat bisa berkembang biak dengan subur dan menyebabkan infeksi.

Infeksi jamur di mulu sering terjadi pada anak-anak, orang dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah, pasien kanker yang menjalani terapi, dan pasien diabetes yang gejalanya tidak terkontrol. Kondisi ini bisa diatasi dengan pemberian obat antibiotik.

Banyaknya bintik putih di lidah bisa disebabkan juga oleh leukoplakia dan oral lichen planus. Leukoplakia sering terjadi pada pasien kanker dan orang yang aktif merokok. Sementara oral lichen adalah menonjolnya jaringan berwarna putih seperti renda di sekitar lidah. Penyebabnya tidak diketahui secara pasti namun kondisi ini dapat hilang dengan sendirinya.

3. Lidah hitam berbulu

Mendengar lidah hitam berbulu pasti membuat Anda bergidik. Namun, bukan berarti lidah ditumbuhi rambut seperti di kepala Anda.

Lidah hitam berbulu diartikan dengan papila yang tumbuh lebih panjang dan berubah warna jadi kecoklatan atau hitam. Hal ini dapat disebabkan oleh merokok, minum kopi, tidak rajin membersihkan gigi, atau juga infeksi bakteri.

Selain berubah warna, akan ada gejala lainnya seperti bau mulut dan sensasi tidak nyaman pada lidah. Untungnya, kondisi ini tidak berbahaya dan dapat mudah diatasi dengan lebih telaten menjaga kebersihan mulut dan lidah serta menjauhi atau berhenti merokok.

4. Lidah keriput

Setiap organ dan bagian tubuh akan ikut menua saat usia kita juga bertambah tua. Termasuk lidah. Lidah yang terlihat retak atau pecah-pecah sering terlihat pada lansia yang menggunakan gigi palsu.

Namun, kondisi lidah ini juga bisa menandakan adanya infeksi jamur di mulut jika disertai munculnya gejala seperti bau mulut, mulut terasa terbakar, dan terasa sakit.

5. Bercak luka di lidah

Luka pada lidah bisa menandakan Anda kena sariawan, entah akibat tergores saat menggosok gigi atau lidah tergigit saat mengunyah makanan.

Namun, jangan anggap sepele munculnya luka di lidah apalagi tanpa penyebab yang jelas dan sembuhnya sulit. Bisa jadi itu gejala kanker lidah yang hampir mirip dengan sariawan.

Gejala kanker lidah lainnya yang perlu Anda waspadai adalah lidah bengkak dan disertai kesulitan menelan. Lambat laun, rasa nyeri bisa menyebar ke area mulut sampai ke leher dan tenggorokan.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Timbul Bercak Putih Menonjol Dalam Mulut? Mungkin Anda Mengalami Leukoplakia

Leukoplakia adalah salah satu masalah yang menyerang kesehatan gigi dan mulut. Cari tahu selengkapnya melalui ulasan ini, ya!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

5 Penyebab Mengapa Lidah Berwarna Hijau yang Harus Anda Ketahui

Bukan karena makanan dan minuman saja yang bisa menjadi penyebab lidah berwarna hijau. Kanker mulut bisa jadi salah satu "tersangka"nya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

4 Pilihan Bahan Alami untuk Mengatasi Lidah Putih

Lidah Anda didominasi oleh warna putih keabu-abuan pada permukaannya? Coba cara mengatasi lidah putih juga bisa dilakukan dengan bahan alami ini, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

5 Penyebab Lidah Sakit yang Perlu Diperiksa Dokter

Saat lidah sakit, otomatis Anda akan mengalami kesulitan untuk makan, menelan, bahkan berbicara. Yuk, cari tahu penyebanya dalam ulasan berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini

Direkomendasikan untuk Anda

cara membersihkan lidah

3 Cara Terbaik untuk Menjaga Kebersihan Lidah

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 20/11/2019
penyebab lidah hitam

5 Penyebab Lidah Hitam, Mulai dari Merokok Hingga Kondisi Mulut Kering

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 08/08/2019
lidah berwarna hijau

Lidah Tiba-tiba Jadi Berwarna Hijau, Pahami Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/03/2019
rasa sabun di mulut

Mulut Terasa Seperti Bersabun? Mungkin 6 Hal Ini Penyebabnya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 20/03/2019