home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Lidah Berbulu, Kondisi Aneh Akibat Jarang Membersihkan Mulut

Lidah Berbulu, Kondisi Aneh Akibat Jarang Membersihkan Mulut

Lidah berbulu mungkin terdengar menggelikan, tapi kondisi ini ternyata dapat terjadi. Mungkin Anda membayangkan bulu yang tumbuh di lidah seperti bulu halus di kulit atau layaknya rambut. Nyatanya, bulu di lidah agak sedikit berbeda. Sebenarnya, apa sih yang menyebabkan kondisi aneh ini muncul? Apakah kondisi ini bisa disembuhkan?

Definisi lidah berbulu

Sumber: Aocd

Lidah berbulu adalah kondisi medis yang terjadi saat permukaan lidah berubah warna menjadi kehitaman dan terlihat banyak bulu. Meskipun membayangkan kondisi ini cukup menggelikan dan membuat Anda tidak nyaman, tapi kondisi aneh tersebut tidak berbahaya.

Orang yang mengalami lidah berbulu sebenarnya tidak benar-benar memiliki bulu pada lidahnya. Bulu yang dimaksud dalam hal ini adalah tonjolan-tonjolan kecil di permukaan lidah.

Tonjolan tersebut mengalami perubahan warna dan ukuran. Jadi, seakan-akan terlihat seperti ada bulu yang tumbuh di atas permukaan lidah. Tonjolan seperti bulu ini bisa tumbuh hingga mencapai 18 milimeter dan dapat berubah warna menjadi cokelat dan kehitaman.

Penyebab kemunculan kondisi ini

mengatasi bibir kering

Dalam keadaan normal, kumpulan tonjolan itu disebut dengan papila. Pada lidah, terdapat berbagai jenis papila yang berwarna merah muda dan mengandung saraf pengecap. Salah satunya papila filiform yang menyebar di seluruh permukaan lidah.

Namun pada orang-orang dengan kondisi lidah berbulu, terjadi penumpukan keratin dan sel kulit mati pada papila filiform.

Ditambah lagi, adanya sisa makanan dan bakteri yang menumpuk juga meninggalkan noda, sehingga papila filiform pun berubah warna menjadi gelap dan membuat tampilannya seperti bulu.

Sebenarnya tidak diketahui dengan pasti penyebab lidah jadi berbulu, tetapi ada beberapa faktor yang membuat kondisi ini muncul.

Salah satunya, penerapan diet makanan lunak. Diet ini membuat orang yang melakukannya tidak mendapat cukup rangsangan pada papila, sehingga lama-kelamaan saraf kehilangan kemampuannya.

Selain itu, ada beberapa faktor lain yang membuat lidah berbulu muncul di rongga mulut Anda, yakni:

  • Kebersihan rongga mulut yang kurang terjaga: rongga mulut yang kotor bisa menjadi sarang pertumbuhan bakteri atau jamur.
  • Penggunaan zat tertentu: misalnya seperti rokok, konsumsi alkohol yang terlalu berlebihan, kopi, atau teh.
  • Mulut kering atau dehidrasi: kondisi ini membuat kelembapan rongga mulut jadi sangat kurang sehingga lebih mudah mengalami lidah berbulu.
  • Pengaruh obat-obatan: beberapa obat-obatan tertentu mengganggu keseimbangan normal bakteri di mulut. Misalnya antibiotik, atau obat asam lambung.

Gejala lidah berbulu

menghilangkan bau mulut setelah minum kopi

Seperti namanya, gejala utama dari kondisi ini adalah tampilan lidah yang seperti berbulu dan bernoda hitam. Terkadang, nodanya juga bisa berwarna coklat, hijau, kuning, atau putih.

Di bawah ini merupakan gejala lainnya yang bisa terjadi.

  • Sensasi terbakar di lidah: kondisi ini muncul akibat efek dari pertumbuhan jamur atau bakteri.
  • Ada rasa geli di atas mulut saat menelan: bagian papila filliformis jadi lebih panjang dan mudah menyentuh ke atap mulut, beberapa orang yang terlalu sensitif terhadap kondisi ini bisa mengalami tersedak.
  • Bau mulut: dikenal juga dengan sebutan halitosis, bau ini juga diakibatkan oleh pertumbuhan bakteri dan jamur dalam mulut.
  • Sensasi tak biasa pada lidah: ada rasa logam atau besi di mulut.
  • Mual: muncul karena rasa tidak nyaman yang berasal dari rongga mulut, hal ini bisa membuat selera makan Anda menurun.

Kemungkinan ada tanda-tanda lainnya yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memilki kekhawatiran akan gejala tertentu, segera berkonsultasi pada dokter.

Anda juga bisa mengunjungi dokter bila lidah berbulu mulai dirasa mengganggu penampilan dan tidak kunjung hilang walau Anda sudah menyikat gigi dan lidah secara rutin.

Pemeriksaan dan pengobatan lidah berbulu

cara membersihkan lidah

Untuk mendeteksi kondisi ini, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik dengan melihat kondisi lidah Anda. Selain itu, dokter juga mungkin akan menanyakan seputar gaya hidup Anda sehari-hari.

Seperti yang telah disebutkan, kebanyakan pemicu dari lidah berbulu ini merupakan kebiasaan yang Anda lakukan dalam jangka panjang, misalnya merokok.

Jadi, langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah berhenti melakukan kebiasaan yang sekiranya dapat memicu kemunculan lidah berbulu.

Kemudian, Anda juga harus selalu menjaga kebersihan lidah dan mulut dengan menyikat gigi yang benar, menggunakan benang gigi, dan membilas mulut saat kotor atau sehabis makan. Hal ini penting untuk mencegah penumpukan sisa makanan di lidah yang dapat menimbulkan tampilan berbulu.

Selain itu yang perlu Anda lakukan adalah:

  • menghentikan penggunaan obat yang dapat menjadi pemicu,
  • mengurangi kebiasaan minum alkohol,
  • memperhatikan makanan dan minuman yang akan dikonsumsi, sebab cairan dan makanan berwarna gelap dapat memberikan warna pada papila filiform lidah, dan
  • kunjungi dokter gigi secara teratur, agar bila terjadi masalah dokter bisa mendeteksi lebih awal.

Jika lidah berbulu ini tak kunjung hilang, dokter biasanya akan memberikan obat-obatan seperti antifungi atau antibiotik dengan resep, obat kumur antiseptik yang bisa dibeli bebas, atau pembedahan untuk memangkas tumpukan papila filiformis.

Kondisi ini seringnya hanya timbul sementara, dan biasanya ini bukan pertanda masalah yang lebih serius. Jadi, jangan ragu untuk menghubungi dokter bila tanda-tandanya telah muncul.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Black Hairy Tongue. (2018). Mayo Clinic. Retrieved 17 September 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/black-hairy-tongue/diagnosis-treatment/drc-20356080

Hairy Tongue. (2014). DermNet NZ. Retrieved 17 September 2021, from https://dermnetnz.org/topics/hairy-tongue

Gurvits, G. E., & Tan, A. (2014). Black hairy tongue syndrome. World journal of gastroenterology, 20(31), 10845–10850. Retrieved 17 September 2021.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Rina Nurjanah Diperbarui 25/10/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri