Kenali Retinopati Prematuritas (ROP), Masalah Mata Bayi Prematur yang Berpotensi Membutakan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . 3 menit baca
Bagikan sekarang

Data terakhir dari WHO tahun 2017 menyebut Indonesia berada di urutan ke-5 sebagai negara dengan jumlah bayi prematur terbanyak di dunia. Ini tentu mengkhawatirkan karena bayi prematur belum cukup berkembang sehingga akan lebih rentan terkena komplikasi penyakit dan gangguan kesehatan lainnya. Bayi prematur bahkan lebih berisiko mengalami masalah penglihatan semenjak lahir ketimbang bayi yang lahir full-term alias tepat waktu. Salah satu masalah penglihatan paling umum pada mata bayi prematur adalah retinopati prematuritas, atau biasa disingkat ROP.

Apa itu retinopati prematuritas (ROP)?

Retinopati prematuritas (ROP) adalah kelainan mata bayi prematur yang terjadi akibat pembuluh darah yang baru terbentuk di lapisan retina berhenti berkembang. Sebagai akibatnya, retina justru akan membentuk pembuluh darah baru yang abnormal. Pembuluh darah abnormal ini sangat rentan membengkak hingga pecah atau bocor. Ketika hal tersebut terjadi, retina bisa terlepas dari bola mata dan menyebabkan masalah penglihatan serius.

ROP terutama terjadi pada bayi prematur yang lahir sebelum minggu ke-31 kehamilan dengan berat sekitar 1.250 gram atau bahkan kurang. Semakin kecil bayi ketika lahir, semakin besar kemungkinannya untuk terkena ROP.

Apa penyebab retinopati prematuritas?

Penyebab pasti dari retinopati prematuritas masih belum jelas dan terus diperdebatkan. Namun sebagian besar ahli sepakat bahwa beberapa hal di bawah ini merupakan pemicu timbulnya ROP.

  • Berat badan bayi kurang dari dari 1.500 gram saat lahir.
  • Lahir saat usia kehamilan kurang dari 34-36 minggu. Bayi yang lahir di usia kehamilan 28 minggu akan lebih rentan terkena ROP dibandingkan bayi yang lahir pada usia kehamilan 32 minggu, walaupun keduanya dikategorikan sebagai bayi prematur.
  • Bayi yang mendapatkan bantuan oksigen untuk bernapas.
  • Bayi prematur yang memiliki masalah kesehatan lainnya, seperti infeksi ataupun anemia (kekurangan sel darah merah).

Apa saja masalah yang mungkin timbul pada mata bayi prematur dengan ROP di masa depan?

Saat bayi sudah bertumbuh dewasa, berikut komplikasi penyakit ROP yang mungkin terjadi:

Pada kasus yang parah, retinopati prematuritas berpotensi membutakan mata bayi secara permanen jika tidak cepat ditangani.

Oleh karena itu, apabila Anda memiliki bayi prematur atau saudara maupun kerabat yang memiliki bayi prematur, jangan lupa untuk memeriksakan mereka ke dokter spesialis mata terdekat.

Pemeriksaan apa saja yang harus dilakukan?

Pemeriksaan retina perlu dilakukan terhadap mata bayi prematur secepat mungkin untuk mendeteksi risiko ROP sebelum terlambat. Pemeriksaan dilakukan dengan terlebih dahulu memberikan obat tetes mata yang berguna untuk melebarkan pupil (bagian hitam mata) dan juga untuk mengurangi rasa nyeri.

Pemeriksaan mata biasanya dilakukan ketika bayi memasuki usia 4–6 minggu, karena pada usia ini ROP baru dapat terdekteksi dengan baik. Pemeriksaan lanjutan akan dilakukan setiap 1-3 minggu sekali tergantung dari kondisi retina dan juga tingkat keparahan ROP yang dialami bayi.

Adakah pengobatan yang bisa dilakukan?

Terdapat beberapa jenis pengobatan yang dapat dilakukan untuk retinopati prematuritas, di antaranya :

  • Terapi laser pada tepian retina untuk menghentikan pertumbuhan pembuluh darah yang tidak normal.
  • Menyuntikkan obat khusus ke dalam bola mata untuk mengurangi pertumbuhan dari pembuluh darah.

Tindakan-tindakan ini perlu dilakukan apabila sudah terjadi tarikan pada retina.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ini Cara Menyusui Bayi Prematur Agar Pertumbuhannya Optimal

Bayi prematur membutuhkan asupan nutrisi yang lebih banyak dari bayi yang lahir secara normal. Sebaiknya Anda mengikuti cara menyusui bayi prematur ini!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Bayi, Parenting, Menyusui 06/01/2020 . 7 menit baca

Lindungi Kulit Bayi Prematur dengan 5 Tips Ini

Bayi memiliki kulit yang sensitif, apalagi jika lahitr secara prematur. Yuk, intip tips merawat masalah kulit bayi prematur agar tetap sehat berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Bayi, Bayi Prematur, Parenting 10/11/2019 . 8 menit baca

Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) pada Bayi, Apa Saja Penyebab dan Penanganannya?

Berat badan rendah pada bayi yang baru lahir bisa menandakan kurang terpenuhinya kebutuhan zat gizi selama di dalam kandungan. Bagaimana penanganannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kesehatan Anak, Parenting 12/08/2019 . 13 menit baca

Ini Beberapa Komplikasi yang Mungkin Terjadi pada Bayi Prematur

Organ bayi yang lahir prematur cenderung belum sempurna, misalnya paru-paru. Itu sebabnya, sering terjadi komplikasi pada bayi prematur. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesehatan Anak, Parenting 07/08/2019 . 9 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

Apa Akibatnya pada Janin Jika Ibu Merokok Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020 . 8 menit baca
tumbuh kembang bayi prematur

Anophthalmia

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 05/05/2020 . 1 menit baca
komplikasi bayi prematur

Aturan Imunisasi untuk Bayi Prematur Ini Penting Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 02/05/2020 . 8 menit baca
ciri ciri bayi buta

Ciri-Ciri Kebutaan pada Bayi dan Anak yang Sebaiknya Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 22/04/2020 . 7 menit baca