Tak Hanya Lansia, Orang Muda Juga Bisa Kena Katarak, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 November 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Katarak merupakan salah satu penyakit degeneratif (karena usia) pada mata yang paling sering kita temui. Pada usia kurang lebih 60 tahun, biasanya katarak mulai terbentuk secara alamiah akibat proses penuaan. Namun, tahukah Anda bahwa katarak juga dapat disebabkan oleh hal lain? Katarak karena penyebab tertentu bahkan juga bisa menyerang anak-anak. Lebih jelasnya, mari simak lima penyebab katarak pada mata berikut ini.

Bagaimana mata katarak terbentuk?

Katarak

Katarak muncul di lensa mata, struktur kristal berwarna transparan yang berada tepat di belakang pupil. Bagian mata yang satu ini bekerja layaknya lensa kamera dengan memfokuskan cahaya ke retina di belakang mata, di mana gambar direkam. Lensa juga menyesuaikan fokus mata, yang memungkinkan kita melihat sesuatu dengan jelas baik di dekat dan jauh.

Lensa terbuat dari air dan protein. Protein ini disusun sedemikian rupa sehingga membuat lensa mata berwarna terang jelas untuk memungkinkan cahaya melewatinya. 

Namun, sejumlah protein dapat menggumpal dan mulai membentuk awan keruh yang menutupi lensa. Ini mencegah cahaya memasuki mata dan mengurangi ketajaman gambar yang kita lihat.   

Seiring waktu, kabut protein dapat meluas hingga menutupi sebagian besar lensa sehingga memberikan kita penglihatan yang berkabut atau kabur. Inilah yang disebut katarak. Penyebab terbentuknya katarak umumnya adalah usia.

Katarak biasanya butuh waktu bertahun-tahun untuk berkembang. Pada awalnya, Anda mungkin tidak akan merasakan gejala apa pun. Barulah saat kondisinya semakin berat, Anda akan mulai merasakan gejala katarak, seperti:

  • Penglihatan berkurang di malam hari
  • Pandangan kabur kalau cahaya di sekitar Anda terlalu terang
  • Warna-warna yang Anda lihat tampak lebih pucat dari biasanya
  • Muncul lingkaran-lingkaran (halo) cahaya terang berwarna putih pada pandangan Anda
  • Tidak kuat melihat cahaya silau
  • Pandangan Anda berubah jadi kekuningan atau kecokelatan

Apa penyebab mata katarak?

Katarak

Pada banyak kasus, penyebab katarak adalah proses penuaan. Kondisi ini mungkin dimulai ketika Anda berumur 40-50 tahun dan bisa semakin buruk pada usia sekitar 60.

Akan tetapi, kenyataannya katarak juga bisa terjadi pada usia muda, sekitar 30 tahun. Fenomena katarak di usia muda ini disebut juga dengan early onset cataract. 

Artinya, ada penyebab lain yang bisa saja membuat Anda memiliki katarak. Berikut ini adalah beberapa kondisi penyebab katarak:

1. Diabetes

penyakit penyebab katarak

Orang dengan diabetes, baik tipe 1 maupun tipe 2, harus sangat berhati-hati dalam mengontrol gula darah. Gula darah yang tinggi tanpa terkendali bisa mendatangkan berbagai komplikasi, termasuk katarak di mata.

Dikutip dari American Optometric Association, pengidap diabetes memiliki risiko penyakit katarak lebih besar jika dibandingkan dengan orang-orang pada umumnya.

Gula darah tinggi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan stres oksidatif (banyaknya radikal bebas) pada tubuh, termasuk mata. Ini dapat merusak lensa mata yang berujung pada katarak.

Tak hanya itu, pada lensa mata juga terdapat enzim yang mengubah gula menjadi sorbitol. Sorbitol yang menumpuk bisa menyebabkan perubahan protein sehingga lensa menjadi keruh dan muncullah katarak.

2. Trauma

Jenis-jenis katarak dapat dibedakan menurut penyebab hingga lokasi kabut di lensa mata. Katarak juga dapat dibedakan berdasarkan tingkat kematangan.

Penyebab katarak selanjutnya adalah trauma fisik. Trauma sendiri bisa terjadi kalau Anda mengalami cedera akibat benturan, tusukan, atau tekanan berlebihan di area kepala dan mata.

Trauma mata akibat benturan, tusukan, atau tekanan tersebut bisa menyebabkan kerusakan pada jaringan-jaringan lensa di dalam mata. Kerusakan tersebut dapat meningkatkan risiko Anda mengalami katarak.

3. Bawaan lahir (katarak kongenital)

Pemeriksaan mata

Sesuai namanya, katarak kongenital adalah katarak yang muncul sejak lahir. Namun, katarak pada anak juga bisa terbentuk saat masa kanak-kanak ataupun remaja. Ini disebut sebagai childhood cataract.

Katarak kongenital bisa saja terjadi karena kelainan genetik atau adanya infeksi penyakit selama masa kehamilan. Beberapa jenis infeksi yang tercatat berpengaruh pada lensa mata janin, antara lain virus rubella, parasit toksoplasma, cytomegalovirus, virus varicella-zoster penyebab cacar air, dan virus herpes simplex.

4. Galaktosemia

Galaktosemia adalah penyakit keturunan yang membuat tubuh bayi tidak mampu mengubah galaktosa, yaitu senyawa khusus dari karbohidrat, menjadi glukosa. Akibatnya, galaktosa menumpuk dalam darah.

Galaktosa akan diubah menjadi galaktitol, di mana keduanya akan menumpuk di dalam lensa mata. Penumpukan keduanya akan menarik air masuk ke dalam lensa mata Anda. Jika tidak segera ditangani, lensa mata akan menjadi buram dan menjadi penyebab Anda memiliki katarak.

Di antara bayi dengan galaktosemia, sekitar 75 persennya akan mengalami pembentukan katarak di kedua mata bahkan pada beberapa minggu pertamanya sejak lahir.

5. Toxocariasis

katarak senilis picu glaukoma

Toxocariasis adalah infeksi cacing gelang jenis Toxocara yang ditularkan dari binatang ke manusia. Cacing gelang ini biasanya berasal dari kucing atau anjing. Meskipun jarang terjadi, toxocariasis juga bisa terjadi karena Anda mengonsumsi daging hewan yang belum matang, terutama daging domba atau kelinci. 

Cacing berbahaya ini bisa pindah dan bertelur pada tubuh manusia. Setelah itu, cacing ini akan menyebar ke berbagai organ tubuh manusia, termasuk mata dan menjadi penyebab katarak.

Penyebab-penyebab katarak di atas perlu Anda ketahui untuk menentukan pengobatan katarak yang tepat. Langkah pencegahan katarak juga dapat Anda lakukan, sesuai dengan penyebabnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa Penyebab Glaukoma, Penyakit Mata yang Bisa Sebabkan Kebutaan?

Penyebab utama glaukoma adalah rusaknya saraf optik akibat tekanan bola mata tinggi. Namun, mengapa tekanan bola mata meningkat dan menyebabkan glaukoma?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Kesehatan Mata, Glaukoma 30 November 2020 . Waktu baca 7 menit

Glaukoma Kongenital

Glaukoma kongenital adalah glaukoma yang terjadi pada bayi atau anak di bawah satu tahun. Kondisi ini merupakan bawaan lahir. Bagaimana mengobatinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Mata, Glaukoma 30 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Glaukoma

Glaukoma adalah gangguan penglihatan yang terjadi karena meningkatnya tekanan bola mata. Tekanan tersebut mengakibatkan kerusakan pada saraf mata.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Mata, Glaukoma 30 November 2020 . Waktu baca 9 menit

Panduan Lengkap Seputar Anatomi Vagina

Tahukah Anda bahwa yang namanya vagina sebenarnya hanya lubang jalan lahir bayi saja? Lalu apa nama organ-organ di sekitarnya? Simak anatomi vagina di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Seks & Asmara 26 November 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
berat badan ideal lansia

Ini Alasan Lansia Perlu Menjaga Berat Badan Ideal

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Nadhila Erin
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
osteopenia adalah

Osteopenia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit
ganglion

Kista Ganglion

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
obat herbal tradisional glaukoma

5 Cara Alami Mengatasi Gejala Glaukoma, Mulai dari Obat Herbal hingga Makanan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 30 November 2020 . Waktu baca 5 menit