Apa Penyebab Mata Katarak, dan Apakah Bisa Dicegah?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Katarak merupakan salah satu penyakit degeneratif pada mata yang paling sering kita temui. Pada usia kurang lebih 60 tahun, biasanya katarak mulai terbentuk secara alamiah akibat proses penuaan. Namun, tahukah Anda bahwa katarak juga dapat disebabkan oleh hal lain? Katarak karena penyebab tertentu bahkan juga bisa menyerang anak-anak. Lebih jelasnya, mari simak lima penyakit penyebab katarak pada mata berikut ini.

Bagaimana mata katarak terbentuk?

Katarak

Katarak muncul di lensa mata, struktur kristal berwarna transparan jelas yang ada tepat di belakang pupil. Struktur mata yang satu ini bekerja layaknya lensa kamera dengan memfokuskan cahaya ke retina di belakang mata, di mana gambar direkam. Lensa juga menyesuaikan fokus mata, yang memungkinkan kita melihat sesuatu dengan jelas baik di dekat dan jauh.

Lensa terbuat dari air dan protein. Protein ini disusun sedemikian rupa sehingga membuat lensa mata berwarna terang jelas untuk memungkinkan cahaya melewatinya. 

Namun, sejumlah protein dapat menggumpal dan mulai membentuk awan keruh yang menutupi lensa. Ini mencegah cahaya memasuki mata, dan juga mengurangi ketajaman gambar yang kita lihat. Penyebab pembentukan katarak itu umumnya adalah usia.  

Seiring waktu, kabut protein dapat meluas hingga menutupi sebagian besar lensa sehingga memberikan kita penglihatan yang berkabut atau kabur. Inilah yang disebut katarak.

Katarak biasanya waktu bertahun-tahun untuk berkembang. Ketika mata katarak semakin parah, katarak dapat memengaruhi warna yang kita lihat. Berikut gejala umum katarak:

  • Penglihatan berkurang di malam hari
  • Pandangan kabur kalau cahaya di sekitar Anda terlalu terang
  • Warna-warna yang Anda lihat tampak lebih pucat dari biasanya
  • Muncul lingkaran-lingkaran cahaya terang berwarna putih pada pandangan Anda
  • Tidak kuat melihat cahaya silau
  • Pandangan Anda berubah jadi kekuningan atau kecokelatan

Apa penyebab mata katarak?

Katarak

Kebanyakan penyebab mata katarak diakibatkan oleh proses penuaan yang menyebabkan perubahan pada lensa mata sehingga menjadi keruh atau buram. Namun, Anda tidak perlu menjadi seorang yang tua renta untuk mendapatkan katarak. 

Katarak tidak cuma menyerang orang lanjut usia. Penyakit ini terjadi karena lensa mata mengalami kerusakan. Penyebab kerusakan ini adalah penumpukan atau gumpalan protein tertentu yang menghalangi lensa mata Anda. Akibatnya, pandangan Anda menjadi buram dan kabur.

Pada banyak kasus, hal ini memang terjadi seiring bertambahnya usia. Pada usia 40 atau 50 tahun Anda mungkin sudah bisa merasakan gangguan penglihatan ringan akibat penyakit katarak. Baru nanti di usia 60-an gangguan yang muncul jadi makin serius sehingga Anda butuh tindakan medis.

Akan tetapi, katarak bisa juga pertama kali menyerang sejak Anda berusia 30 tahun. Fenomena katarak di usia muda ini disebut juga dengan istilah early onset cataract. Jadi, katarak memang harus diwaspadai siapa saja. Termasuk orang-orang muda yang sedang dalam puncak masa produktifnya.

Selain karena penuaan, berikut adalah kondisi yang mungkin menjadi penyebab katarak:

1. Diabetes

penyakit penyebab katarak

Pengidap diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2 harus sangat berhati-hati untuk mengontrol gula darah Anda. Kadar gula darah tinggi yang berlangsung dalam waktu lama bisa menjadi penyebab komplikasi ke berbagai organ tubuh, salah satunya adalah lensa mata Anda, yang kemudian menyebabkan katarak. Dikutip dari American Optometric Association, pengidap diabetes memiliki risiko penyakit katarak lebih cepat jika dibandingkan dengan orang-orang pada umumnya.

Hubungan antara diabetes dengan katarak terletak pada gula dalam darah Anda. Gula yang ada pada darah sebagian akan masuk ke lensa mata sebagai nutrisi. Ketika kadar gula darah Anda tidak terkontrol, maka kadar gula pada lensa mata pun akan meningkat. Kadar gula pada lensa yang tinggi menyebabkan air masuk ke dalam lensa sehingga lensa jadi bengkak.

Setelah itu, pada lensa mata ada enzim yang mengubah gula menjadi zat sorbitol. Sorbitol yang menumpuk dapat menyebabkan perubahan protein pada lensa sehingga lensa menjadi keruh. Perlahan-lahan katarak pun akan menyerang penglihatan Anda.

2. Trauma

Jenis-jenis katarak dapat dibedakan menurut penyebab hingga lokasi kabut di lensa mata. Katarak juga dapat dibedakan berdasarkan tingkat kematangan.

Penyebab katarak selanjunya adalah trauma fisik. Trauma sendiri bisa terjadi kalau Anda mengalami cedera akibat benturan, tusukan, atau tekanan yang berlebihan di area kepala dan mata. Nah, benturan, tusukan, atau tekanan pada area mata bisa menyebabkan kerusakan pada jaringan-jaringan lensa di dalam mata. Kerusakan tersebut dapat meningkatkan risiko Anda mengalami katarak.

3. Katarak kongenital

Pemeriksaan mata

Katarak pada masa kanak-kanak atau childhood cataract merupakan katarak yang terbentuk pada saat lahir. Bisa juga penyakit ini baru terasa pada masa kanak-kanak atau remaja. Nah, katarak yang muncul sejak lahir disebut sebagai katarak kongenital.

Kelainan genetik atau karena infeksi kuman yang diderita oleh ibu pada masa kehamilannya adalah penyebab umum katarak kongenital. Ada banyak jenis infeksi yang telah tercatat berpengaruh terhadap perkembangan lensa mata selama bayi tumbuh di dalam kandungan. Beberapa di antaranya yaitu virus rubella, parasit toksoplasma, cytomegalovirus, virus varicella-zoster penyebab cacar air, dan virus herpes simplex.

4. Galaktosemia

Galaktosemia adalah penyakit keturunan yang membuat tubuh bayi tidak mampu mengubah galaktosa, yaitu senyawa khusus dari karbohidrat, menjadi glukosa. Akibatnya, galaktosa menumpuk dalam darah.

Galaktosa akan diubah menjadi galaktitol, di mana keduanya akan menumpuk di dalam lensa mata. Penumpukan keduanya akan menarik air masuk ke dalam lensa mata Anda. Jika tidak segera ditangani, lensa mata akan menjadi buram.

Di antara bayi dengan galaktosemia, sekitar 75 persennya akan mengalami pembentukan katarak di kedua mata bahkan pada beberapa minggu pertamanya sejak lahir.

5. Toxocariasis

katarak senilis picu glaukoma

Toxocariasis adalah infeksi cacing gelang jenis Toxocara yang ditularkan dari binatang ke manusia. Cacing gelang ini biasanya berasal dari kucing atau anjing. Meskipun jarang terjadi, toxocariasis juga bisa terjadi karena Anda mengonsumsi daging hewan yang belum matang, terutama daging domba atau kelinci. 

Cacing berbahaya ini bisa pindah dan bertelur pada tubuh manusia. Setelah itu, cacing ini akan menyebar ke berbagai organ tubuh manusia, termasuk mata. Pada mata manusia, infeksi cacing ini dapat menyebabkan timbulnya kekeruhan pada lensa.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sering Merasa Kebelet Pipis Saat Berhubungan Seks, Normalkah?

Mengompol bukan cuma dialami oleh bayi dan balita. Tak jarang ada orang dewasa yang tak sengaja ngompol, terutama saat seks. Apa penyebab ngompol saat seks?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Seks & Asmara 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

5 Penyakit yang Banyak Menyerang Lansia di Indonesia

Semakin bertambah usia seseorang, pada umumnya semakin banyak penyakit yang diderita. Apa saja penyakit pada lansia yang sering terjadi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Tips Sehat 12 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

10 Khasiat Mengejutkan Buah Mengkudu yang Wajib Anda Tahu

Meski berbau busuk tajam dan rasanya kurang menggugah selera, ada banyak manfaat buah mengkudu untuk kesehatan. Tertarik untuk mencobanya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Fakta Unik 7 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Ciri Kulit Sensitif dan 8 Cara Jitu Mengatasinya

Ciri kulit sensitif termasuk ruam kemerahan dan gatal-gatal setelah memakai produk perawatan kulit atau produk wewangian. Bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hidup Sehat, Kecantikan 7 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat herbal dan alami untuk kanker prostat

Pedoman Memilih Suplemen dan Obat Herbal yang Aman Dikonsumsi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
tips menjaga kesehatan gigi dan mulut

11 Prinsip Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Sehari-hari

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
cara masturbasi wanita

Panduan Masturbasi Aman untuk Perempuan, Bagaimana Caranya?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
persiapan naik gunung

7 Hal yang Harus Anda Persiapkan Sebelum Naik Gunung

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit