Apakah Mata yang Buta Bisa Disembuhkan?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Kebutaan merupakan kondisi yang sangat menakutkan bagi banyak orang. Tapi bagi sebagian orang, itu adalah kenyataan yang tak terhindarkan. Di dunia ini, banyak sekali orang yang menghadapi prospek perubahan negatif dalam kemampuan penglihatan mereka. Jika Anda hingga saat ini masih bisa membaca, Anda sangatlah beruntung.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 285 juta orang di seluruh dunia diperkirakan terancam kebutaan. Dari jumlah tersebut, 39 juta orang akan buta dan 146 juta orang akan memiliki penurunan penglihatan.

Apakah ada kemungkinan kebutaan dapat disembuhkan?

Pengobatan untuk kebutaan tergantung kepada penyebabnya. Di negara-negara Afrika, Amerika Latin, Oceania, dan Asia banyak sekali orang yang memiliki penglihatan yang kurang baik sebagai akibat dari kesalahan bias. Jika itu penyebabnya, maka kondisi tersebut dapat diatasi dengan memakai resep obat dan kacamata.

Kebutaan yang disebabkan oleh gizi dapat diatasi dengan perubahan pola makan. Untuk kasus seperti katarak, dapat disembuhkan dengan melakukan operasi. Untuk kasus yang disebabkan oleh inflamasi dan infeksi, dapat disembuhkan dengan obat dalam bentuk tetes atau pil. Transplantasi kornea juga dapat membantu orang yang memiliki kehilangan visi akibat jaringan parut kornea.

Meski 80% tunanetra dapat dicegah atau disembuhkan, tetap ada 20% kasus yang tidak dapat disembuhkan. Kasus tersebut biasanya terjadi pada orang yang berhadapan dengan hilangnya penglihatan secara bertahap hingga mereka buta secara total.

Gangguan degenerasi retina tidak dapat disembuhkan, karena penyakit tersebut memecah lapisan jaringan yang mengandung sel-sel pendeteksi cahaya. Ada sejumlah penyakit degeneratif, termasuk retinitis pigmentosa, degenerasi makula, dan sindrom Usher.

Kesembuhan untuk penglihatan yang hilang tergantung pada penyebabnya juga. Pasien yang kehilangan penglihatan akibat kerusakan optik saraf atau stroke biasanya tidak dapat disembuhkan. Pasien dengan ablasi retina yang berlangsung lama, pada umumnya tidak dapat diperbaiki dengan operasi perbaikan ablasi tersebut. Pasien yang memiliki jaringan parut kornea biasanya memiliki prognosis yang baik jika mereka dapat melakukan perawatan setelah operasi.

Memulihkan dan melindungi penglihatan dengan sel induk

Seorang dokter bernama Raymond Iezzi menyatakan bahwa mereka sedang bekerja pada metode baru untuk menumbuhkan sel induk dari sampel jaringan pasien itu sendiri. Ini adalah pendekatan regeneratif yang suatu hari nanti dapat digunakan untuk memulihkan penglihatan pada orang-orang yang telah kehilangan penglihatan mereka. Sel batang embrio dapat digunakan untuk membangun sel-sel baru retina berpigmen epitel (sel yang menutrisi sel visual retina dan menyerap cahaya) yang dapat ditransplantasikan ke pasien.

Tanpa pelindung saraf yang memadai, sel baru yang ditransplantasikan mungkin rentan terhadap sel yang digantikan untuk gangguan degenerasi retina. Masalah ini mendasari pentingnya penelitian terapi gen, yang bertujuan untuk memperbaiki kelainan biokimia yang menyebabkan kematian sel. Bagaimanapun, bentuk pengobatan ini akan berfungsi sebagai pemulihan visi dari gangguan degenerasi retina. Sama seperti prostetik yang dapat digunakan untuk mengembalikan fungsi anggota tubuh, protesis retina juga dapat mengembalikan penglihatan yang hilang.

Keajaiban prostesis retina

MNT melaporkan sebuah kisah tentang Allen Zderad, seorang pria yang buta secara efektif yang sekarang dapat melihat berkat prostesis retina barunya. Cara kerja metode ini ialah dengan menghubungkan sebuah kamera pada sepasang kacamata yang mengirimkan informasi visual ke sebuah chip kecil pada belakang mata melalui komputer kecil.

Chip dapat mengirim sinyal cahaya langsung ke saraf optik melewati retina yang rusak dan menyediakan pasien dengan informasi visual dalam bentuk kilatan cahaya. Ketika Zderad menggunakan prostesis retina untuk pertama kalinya, ia menggambarkan penglihatan buatan yang “kasar”, namun signifikan.

Karena teknologi ini bertugas mengembalikan visi dasar, mungkin dengan adanya peningkatan perangkat, teknologi ini dapat mengobati pasien dengan penyakit makula parah, seperti distrofi makula Stargardt atau yang berkaitan dengan degenerasi makula, suatu saat nanti.

Mencegah lebih baik daripada mengobati

National Eye Institute (NEI) menyarankan sejumlah langkah sederhana yang dapat diambil untuk memastikan mata Anda tetap sehat, seperti:

  • Tidak merokok. Merokok telah dikaitkan dengan peningkatan risiko terkena katarak, kerusakan saraf optik, dan yang berkaitan dengan degenerasi makula.
  • Diet seimbang dan mempertahankan berat badan yang sehat.
  • Membersihkan tangan dan lensa kontak dengan benar untuk mengurangi risiko infeksi mata.
  • Mengetahui riwayat kesehatan mata keluarga. Banyak gangguan mata serius yang merupakan keturunan, seperti retinitis pigmentosa.
  • Mengikuti tes mata secara teratur.

Meskipun sudah ada teknologi canggih yang dapat memulihkan beberapa penyakit mata, namun jika kita dapat mencegahnya, maka itu dapat memberikan banyak manfaat di kemudian hari. Sama seperti kata pepatah “mencegah lebih baik daripada mengobati”.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyebab Muncul Bintik-Bintik Cokelat (Freckles) di Mata, Plus Tanda-Tandanya

Freckles di kulit adalah hal yang biasa. Namun, bagaimana jika freckles juga ternyata muncul di mata? Yuk kenali penyebab dan gejalanya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Fakta Unik 16/06/2019 . 4 mins read

Inilah 5 Penyakit Mata yang Sering Menyerang Si Kecil Selain Mata Merah

Tidak hanya mata merah, ternyata ada banyak jenis penyakit mata yang sering terjadi pada anak. Apa sajakah penyakitnya? Simak ulasannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Anak, Parenting 09/06/2019 . 4 mins read

3 Manfaat Sawi Putih yang Sayang untuk Dilewatkan

Selain kaya nutrisi, masih ada beragam manfaat sawi putih lainnya yang mungkin belum Anda ketahui. Berikut tiga di antaranya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Nutrisi, Hidup Sehat 01/04/2019 . 4 mins read

5 Tips Jitu Cegah Mata Gatal di Malam Hari, Agar Tidur Lebih Nyenyak

Mata yang gatal di malam hari bisa menganggu kualitas tidur Anda. Agar tetap bisa tidur dengan nyenyak, yuk cegah rasa gatal dengan cara-cara berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 15/03/2019 . 3 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

mata plus pada anak

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . 5 mins read
ciri ciri bayi buta

Ciri-Ciri Kebutaan pada Bayi dan Anak yang Sebaiknya Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 22/04/2020 . 7 mins read
jenis tipe stroke mata

4 Jenis Stroke yang Umum Menyerang Mata

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Laura Agnestasia Dj.
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2019 . 4 mins read
implan glaukoma

Mengenal Implan Glaukoma, Pengobatan Termutakhir untuk Glaukoma

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 27/06/2019 . 5 mins read