Ada Banyak Macamnya, Kenali 4 Jenis Tes Buta Warna Ini

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Katanya, buta warna membuat seseorang hanya melihat warna dan putih saja. Padahal, tidak semua orang mengalami buta warna total (hanya dapat melihat hitam dan putih saja), ada juga yang tidak bisa membedakan warna merah, hijau, atau biru. Untuk itu, biasanya Anda akan disarankan untuk melakukan tes buta warna.

Nyatanya, tes buta warna ada beberapa jenis, lho. Jika Anda mau melakukan tes buta warna dalam waktu dekat, Anda perlu tahu seperti apa saja tes ini dilakukan.

4 jenis tes buta warna

1. Tes Ishihara

Mungkin Anda sudah familiar dengan gambar di atas. Ya, gambar tersebut akan muncul di dalam tes ishihara ini. Memang, tes buta warna ini paling sering digunakan dan dapat membantu mengetahui kelainan terutama pada buta warna merah dan hijau.

Tes ini berisikan 24 halaman yang masing-masing terdiri dari titik-titik berbagai warna. Pada bagian tengah dari titik-titik tersebut terdapat sebuah gambar atau angka. Apabila Anda memiliki gangguan penglihatan pada salah satu jenis warna, Anda akan kesulitan membaca beberapa halaman atau terkadang Anda akan memiliki jawaban yang berbeda dibandingkan mereka yang normal.

Tidak usah khawatir apabila Anda tidak dapat membaca beberapa halaman dari buku ishihara karena beberapa halaman memang dikhususkan untuk dapat dibaca oleh mereka yang mengalami buta warna.

2. Hardy-Rand-Rittler (HRR)

Tes ini pertama kali ditemukan pada tahun 1945 dan dapat digunakan untuk mendeteksi keseluruhan jenis buta warna (merah, hijau, dan biru). Tes HRR terdiri dari 4 bagian besar dan hasil dari masing-masing bagian akan digunakan untuk menentukan jenis kelainan warna yang Anda miliki.

Pada tes ini Anda akan diminta untuk melihat beberapa bentuk gambar, seperti segitiga ataupun lingkaran. Selain digunakan sebagai metode pemeriksaan buta warna, tes ini juga dapat digunakan untuk mendeteksi penurunan kemampuan penglihatan warna yang menyertai beberapa penyakit mata contohnya pada penderita neuropati optik.

3. Farnsworth-Munsell 100-hue

Berbeda dengan tes-tes lainnya, tes ini terdiri dari 85 gradasi warna yang tersusun dalam 4 baris. Tes dilakukan dengan mengurutkan warna-warna tersebut sehingga membentuk suatu gradasi.

Hasilnya akan dijumlahkan untuk mengetahui seberapa berat atau ringan gangguan warna yang Anda alami. Tes ini sangat jarang dilakukan karena menghabiskan waktu yang lama selama proses pelaksanaan dan juga pada saat penilaian hasil tes.

Oleh karena itu dibuatlah modifikasi dari tes ini, hanya menggunakan 15 gradasi warna, yang dapat digunakan sebagai tes saringan awal.

4. Anomaloskopi

Tidak seperti pemeriksaan buta warna lainnya, pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan alat khusus yang berbentuk seperti mikroskop. Anda akan diminta untuk menghasilkan warna yang serupa dengan warna yang sudah tersedia dengan memutar beberapa tombol yang terdapat pada alat tersebut.

Pemeriksaan menggunakan alat ini merupakan jenis pemeriksaan gangguan penglihatan warna yang paling akurat.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Januari 30, 2019 | Terakhir Diedit: November 15, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca