Sunblock atau Sunscreen, Mana yang Lebih Baik?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 Februari 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Salah satu cara yang paling efektif untuk menjaga kesehatan kulit tetap prima adalah melindunginya dari sinar matahari setiap hari. Paparan berlebihan terhadap cahaya matahari dan sinar UV (ultra violet) dikaitkan dengan penuaan dini akibat radikal bebas.

Ada dua jenis sinar UV yang menembus lapisan ozon dan menyebabkan kerusakan kulit: UVA dan UVB. Sinar UVA menembus hingga ke bagian terdalam kulit, sebagai faktor utama dari penuaan dini, sementara UVB menyebabkan pencokelatan dan kulit terbakar di lapisan teratas kulit.

Kedua sinar UV ini dikaitkan dengan kanker kulit dan kerusakan jangka panjang bagi kesehatan tubuh Anda secara umum. Menambahkan sunblock atau sunscreen dalam ritual perawatan kulit harian Anda, serta memperhatikan benar ‘porsi’ paparan matahari untuk diri Anda dan akibatnya, membantu melindungi kulit dari ancaman bahaya sinar UV.

Tidak pernah ada kata terlambat untuk mulai melindungi kulit Anda dan menggali informasi tentang kandungan bahan aktif dalam produk tabir surya Anda untuk menentukan mana yang lebih sesuai untuk Anda: Sunblock atau sunscreen?

Apa bedanya sunblock dan sunscreen?

Terdapat dua tipe dari produk pelindung matahari, sunscreen (kimiawi) dan sunblock (fisik/inorganik). Masing-masing memiliki fungsi dan cara kerja yang berbeda untuk melindungi kulit Anda.

Apa itu sunblock?

Sunblock secara fisik menangkal atau menghalangi sinar matahari sebelum meresap ke dalam kulit dengan membangun lapisan pelindung di atas permukaan kulit.

Titanium dioksida dan zinc oksida adalah satu-satunya filter UVA dan UVB fisik yang disetujui oleh FDA untuk perlindungan matahari langsung. Titanium dioksida adalah mineral alami yang memiliki kemampuan reflektif dan kestabilan kandungan yang mumpuni sehingga tidak akan terurai di bawah sinar matahari, disinilah peran penangkal sinar UV dari sunblock didapat. Sementara itu, zinc oksida merupakan mineral sintetik yang bertugas untuk memecah panas dan energi yang dilepaskan oleh sinar UV, menghalangi radiasi menjauh dari kulit bahkan sebelum mencapai permukaan kulit. Bahkan, zinc oksida memiliki properti anti-iritasi dan pelindung kulit, yang pada umumnya juga dimasukkan sebagai salah satu komposisi pendukung dalam produk perawatan kulit sensitif.

Kedua mineral aktif ini juga yang paling sedikit menyebabkan reaksi alergi karena tidak menyerap ke dalam kulit, maka dari itu produk pelindung matahari yang menggunakan filter UV ini adalah pilihan yang baik untuk anak-anak dan mereka yang memiliki kulit (sangat) sensitif terhadap sinar UV.

Tekstur lotion sunblock kental, berwarna putih susu, dan dapat terlihat jelas oleh mata. Sunblock adalah rekomendasi perlindungan terbaik jika Anda memiliki aktivitas berjam-jam di bawah sengatan matahari, seperti berolahraga atau panas-panasan saat konser karena efek perlindungan dari sunblock akan Anda dapat langsung begitu diaplikasikan — tanpa harus menunggu.

Apa itu sunscreen?

Sunscreen, alias tabir surya kimiawi, bekerja menembus lapisan teratas kulit untuk menyerap sinar matahari yang sudah terlanjut meresak ke dalam kulit, layaknya spons.

Sunscreen mengandung sederet bahan kimia aktif yang betindak sebagai filter untuk mengurangi penetrasi radiasi sinar UV ke kulit, seperti: Octylcrylene, Avobenzone (filter UVA yang paling tidak stabil dan terurai di bawah matahari), Octinoxate, Octisalate, Oxybenzone, Homosalate, Helioplex, 4-MBC, Mexoryl SX dan XL, Tinosorb S dan M, Uvinul T 150, dan Uvinul A Plus. Sunscreen biasanya hanya mengandung senyawa kimia penyerap UVB, namun kini banyak ditemukan produk yang juga mengandung properti pelindung UVA.

Semua filter ini umumnya tidak berwarna dan meninggalkan residu bertekstur tipis dan ringan pada kulit, sehingga dapat diterapkan di bawah makeup.

Apa yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih sunblock atau sunscreen?

Sementara sunblock melindungi kulit langsung dari sinar matahari begitu selesai diaplikasikan (walaupun lebih mudah luntur), sunscreen membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk sepenuhnya dapat terserap kulit terlebih dahulu sebelum efektif melindungi kulit, dan harus sering-sering diaplikasikan ulang dalam jangka waktu yang lebih pendek.

Tabir surya kimia juga cenderung lebih mengiritasi kulit (terutama pada kulit sensitif atau kering) karena beberapa bahan aktif harus disatu-padukan untuk mendapatkan cakupan spektrum yang lebih luas. Risikonya, penggunaan sunscreen mungkin dapat menyebabkan peningkatan timbulnya bintik-bintik cokelat, kemerahan, dan rosacea pada kulit akibat peningkatan suhu tubuh internal.

Sunscreen harus digunakan setiap hari jika Anda akan beraktivitas di bawah sinar matahari selama lebih dari 20 menit, misalnya saat berenang atau bermain di pantai, namun tetap direkomendasikan untuk menggunakan sunscreen sekalipun cuaca berawan. Dilaporkan, 80 persen dari sinar UV mampu menembus tebalnya awan.

Apapun pelindung matahari yang Anda gunakan, entah itu sunblock, sunscreen, atau pakaian protektif yang mengandung SPF, pastikan mereka menawarkan spektrum luas dari perlindungan UVA dan UVB, dan harus memiliki SPF minimal 15.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Warna Dahak Merah, Hijau, Atau Hitam? Cari Tahu Artinya di Sini

    Warna dahak yang normal adalah bening. Jika Anda mengeluarkan dahak yang berwarna, maka hal itu adalah tanda dari kondisi medis. Apa arti dari warna dahak?

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Batuk, Kesehatan Pernapasan 26 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Pertolongan Pertama untuk Mengobati Sengatan Lebah

    Katanya, sengatan lebah bisa bikin seseorang meriang dan panas dingin. Lalu bagaimana cara pertolongan pertama dalam mengobati sengatan lebah?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Hidup Sehat, Tips Sehat 23 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

    Cara Mengatasi Gejala Leptospirosis, Penyakit Khas di Musim Hujan

    Leptospirosis adalah salah satu penyakit yang sering bermunculan saat musim hujan. Saat gejala leptospirosis mulai terasa, segera atasi dengan cara ini.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

    Anda suka nekat makan daging ayam belum matang? Awas, akibatnya bisa fatal. Ini dia berbagai bahaya dan ciri-ciri daging ayam yang belum dimasak sempurna.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    cepat tua

    Cek Menu Harian Anda: 9 Makanan Ini Membuat Anda Tampak Cepat Tua

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
    Konten Bersponsor
    keluarga sehat karena melakukan perilaku hidup bersih dan sehat

    4 Tips Perilaku Hidup Bersih dan Sehat untuk Lindungi Diri dan Keluarga di Era New Normal

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Willyson Eveiro
    Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
    memanaskan makanan

    Bolehkah Memanaskan Makanan Dalam Wadah Plastik di Microwave?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
    Penyebab sakit pinggang

    Cari Tahu Gejala, Penyebab dan Pengobatan untuk Sakit Pinggang

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit