Varises bukan hanya menjadi masalah kecantikan kaki bagi perempuan, tetapi juga masalah kesehatan. Jika terus dibiarkan, varises dapat menyebabkan nyeri dan pembengkakan akibat kebocoran pembuluh darah kaki. Anda juga mungkin akan sering mengalami kram kaki di malam hari. Tak jarang juga varises dapat menyebabkan perdarahan. Salah satu cara menghilangkan varises yang terbukti efektif adalah skleroterapi.

Apa itu skleroterapi?

Varises disebabkan oleh darah yang seharusnya dialirkan ke jantung malah kembali ke kaki, karena katup vena yang berfungsi mengangkut darah ke jantung melemah dan tidak menutup dengan benar. Akibatnya, darah yang terjebak di pembuluh darah kaki meningkatkan tekanan di sekitar dinding dan membuat pembuluh darah vena membesar.

Skleroterapi adalah cara menghilangkan varises lewat prosedur medis di dokter, dengan menyuntikkan bahan kimia bernama sklerosant ke dalam pembuluh darah di kaki penyebab varises. Sklerosant pada umumnya mengandung kombinasi garam hipertonik, natrium tetradecil sulfat, polidokanol, dan gliserin kromat yang saling bekerja sama untuk menyusutkan pembuluh darah.

Selain untuk menghilangkan varises, skleroterapi juga digunakan untuk mengobati pembuluh darah laba-laba (spider veins).

Siapa yang memerlukan skleroterapi?

Skleroterapi seringkali dilakukan untuk menghilangkan jenis varises membandel, yang tidak kunjung hilang dengan perawatan alami maupun obat dari dokter. Skeloterapi juga dijadikan cara menghilangkan varises yang disertai gejala menyakitkan, seperti kaki bengkak, sensasi terbakar, dan kram di malam hari. 

Anda tidak  diperbolehkan menjalankan prosedur ini jika:

  • Anda sedang hamil atau menyusui. Keamanan bahan komposisi skelerosant yang disuntikan belum dapat dipastikan, apakah dapat menyebabkan cacat lahir atau masuk ke dalam ASI.
  • Memiliki riwayat alergi terhadap sklerosant atau sejenisnya.
  • Memiliki pembekuan darah atau pembengkakan pada pembuluh darah.
  • Memilki vena yang berpotensi digunakan untuk operasi bypass jantung.

Sebelum melakukan skleroterapi, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter spesialis kulit Anda.

Cara menghilangkan varises dengan skleroterapi

Sebelum melakukan skleroterapi, dokter akan memeriksa riwayat kesehatan Anda dan juga mengevaluasi vena Anda secara menyeluruh. Tujuannya adalah untuk mendeteksi adanya penyakit pembuluh darah dan penyakit lainnya, ataupun alergi yang dapat menghambat prosedur.  Dokter akan menjelaskan prosedur skleroterapi, proses pemulihan, dan potensi komplikasi yang mungkin timbul.

Dokter akan menyuntikkan larutan sklerosant secara perlahan dan langsung ke dalam vena dengan menggunakan jarum halus. Setiap suntikan mengandung 0,1-0,4 ml larutan sklerosan dan disuntikkan setiap 2-3 cm hingga seluruh pembuluh terobati. Skleroterapi merupakan prosedur medis rawat jalan.

Tips pemulihan setelah skleroterapi

Setelah prosedur skleroterapi dilakukan, Anda mungkin akan bisa segera berjalan setelah perawatan. Berjalanlah setiap hari minimal 10 menit. Cobalah untuk tidak duduk dalam jangka waktu yang lama. Tapi hindari olahraga berat selama 1 minggu setelah prosedur.

Hindari juga kontak langsung antara kaki yang diterapi dan sinar matahari selama 2 minggu pertama setelah prosedur. Anda mungkin perlu sementara memakai stocking khusus atau celana panjang selama beraktivitas di luar ruangan untuk mencegah paparan sinar matahari.

Risiko komplikasi yang mungkin terjadi setelah skleroterapi

Sama seperti prosedur medis lainnya, skleroterapi memiliki risiko komplikasinya tersendiri meski termasuk prosedur non-bedah sederhana dan efektif menghilangkan varises. Komplikasi bisa berkisar dari efek samping ringan sampai yang lebih berat dan memerlukan pengobatan.

Beberapa efek samping skleroterapi yang tergolong ringan hingga sedang mungkin dapat berlangsung selama beberapa hari, minggu, atau bahkan bulan dan tahun untuk benar-benar hilang. Di antaranya:

  • Area bekas suntikan memerah memar
  • Luka kecil di kulit
  • Terlihat banyak pembuluh darah kecil berwarna merah di permukaan kulit
  • Pigmentasi atau kulit menjadi lebih gelap
  • Garis-garis atau bercak-bercak di kulit

Sedangkan komplikasi yang lebih serius dan memerlukan pengobatan, termasuk:

  • Gumpalan darah
  • Radang
  • Reaksi alergi terhadap zat yang digunakan, yang dapat menyebabkan urtikarial atau anafilaksis
  • Gelembung udara dalam aliran darah
  • Edema
  • Trombosis vena dalam
  • Infark miokard

Pemakaian stocking khusus varises berkekuatan 30 mm/Hg dapat membantu mengurangi risiko serius ini. Stocking harus digunakan setiap hari selama 3 minggu, terhitung sejak malam pertama setelah menjalani skleroterapi.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca