Menghilangkan Varises dengan Skleroterapi: Apa Manfaat dan Risikonya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Varises bukan hanya menjadi masalah kecantikan kaki bagi perempuan, tetapi juga masalah kesehatan. Jika terus dibiarkan, varises dapat menyebabkan nyeri dan pembengkakan akibat kebocoran pembuluh darah kaki. Anda juga mungkin akan sering mengalami kram kaki di malam hari. Tak jarang juga varises dapat menyebabkan perdarahan. Salah satu cara menghilangkan varises yang terbukti efektif adalah skleroterapi.

Apa itu skleroterapi?

Varises disebabkan oleh darah yang seharusnya dialirkan ke jantung malah kembali ke kaki, karena katup vena yang berfungsi mengangkut darah ke jantung melemah dan tidak menutup dengan benar. Akibatnya, darah yang terjebak di pembuluh darah kaki meningkatkan tekanan di sekitar dinding dan membuat pembuluh darah vena membesar.

Skleroterapi adalah cara menghilangkan varises lewat prosedur medis di dokter, dengan menyuntikkan bahan kimia bernama sklerosant ke dalam pembuluh darah di kaki penyebab varises. Sklerosant pada umumnya mengandung kombinasi garam hipertonik, natrium tetradecil sulfat, polidokanol, dan gliserin kromat yang saling bekerja sama untuk menyusutkan pembuluh darah.

Selain untuk menghilangkan varises, skleroterapi juga digunakan untuk mengobati pembuluh darah laba-laba (spider veins).

Siapa saja yang membutuhkan?

Skleroterapi seringkali dilakukan untuk menghilangkan jenis varises membandel, yang tidak kunjung hilang dengan perawatan alami maupun obat dari dokter. Skeloterapi juga dijadikan cara menghilangkan varises yang disertai gejala menyakitkan, seperti kaki bengkak, sensasi terbakar, dan kram di malam hari. 

Anda tidak  diperbolehkan menjalankan prosedur ini jika:

  • Anda sedang hamil atau menyusui. Keamanan bahan komposisi skelerosant yang disuntikan belum dapat dipastikan, apakah dapat menyebabkan cacat lahir atau masuk ke dalam ASI.
  • Memiliki riwayat alergi terhadap sklerosant atau sejenisnya.
  • Memiliki pembekuan darah atau pembengkakan pada pembuluh darah.
  • Memilki vena yang berpotensi digunakan untuk operasi bypass jantung.

Sebelum melakukan skleroterapi, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter spesialis kulit Anda.

Cara menghilangkan varises dengan skleroterapi

Sebelum melakukan skleroterapi, dokter akan memeriksa riwayat kesehatan Anda dan juga mengevaluasi vena Anda secara menyeluruh. Tujuannya adalah untuk mendeteksi adanya penyakit pembuluh darah dan penyakit lainnya, ataupun alergi yang dapat menghambat prosedur.  Dokter akan menjelaskan prosedur skleroterapi, proses pemulihan, dan potensi komplikasi yang mungkin timbul.

Dokter akan menyuntikkan larutan sklerosant secara perlahan dan langsung ke dalam vena dengan menggunakan jarum halus. Setiap suntikan mengandung 0,1-0,4 ml larutan sklerosan dan disuntikkan setiap 2-3 cm hingga seluruh pembuluh terobati. Skleroterapi merupakan prosedur medis rawat jalan.

Tips pemulihan setelah skleroterapi

Setelah prosedur skleroterapi dilakukan, Anda mungkin akan bisa segera berjalan setelah perawatan. Berjalanlah setiap hari minimal 10 menit. Cobalah untuk tidak duduk dalam jangka waktu yang lama. Tapi hindari olahraga berat selama 1 minggu setelah prosedur.

Hindari juga kontak langsung antara kaki yang diterapi dan sinar matahari selama 2 minggu pertama setelah prosedur. Anda mungkin perlu sementara memakai stocking khusus atau celana panjang selama beraktivitas di luar ruangan untuk mencegah paparan sinar matahari.

Adakah risiko komplikasi yang mungkin terjadi?

Sama seperti prosedur medis lainnya, skleroterapi memiliki risiko komplikasinya tersendiri meski termasuk prosedur non-bedah sederhana dan efektif menghilangkan varises. Komplikasi bisa berkisar dari efek samping ringan sampai yang lebih berat dan memerlukan pengobatan.

Beberapa efek samping skleroterapi yang tergolong ringan hingga sedang mungkin dapat berlangsung selama beberapa hari, minggu, atau bahkan bulan dan tahun untuk benar-benar hilang. Di antaranya:

  • Area bekas suntikan memerah memar
  • Luka kecil di kulit
  • Terlihat banyak pembuluh darah kecil berwarna merah di permukaan kulit
  • Pigmentasi atau kulit menjadi lebih gelap
  • Garis-garis atau bercak-bercak di kulit

Sedangkan komplikasi yang lebih serius dan memerlukan pengobatan, termasuk:

  • Gumpalan darah
  • Radang
  • Reaksi alergi terhadap zat yang digunakan, yang dapat menyebabkan urtikarial atau anafilaksis
  • Gelembung udara dalam aliran darah
  • Edema
  • Trombosis vena dalam
  • Infark miokard

Pemakaian stocking khusus varises berkekuatan 30 mm/Hg dapat membantu mengurangi risiko serius ini. Stocking harus digunakan setiap hari selama 3 minggu, terhitung sejak malam pertama setelah menjalani skleroterapi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Orang yang Kelebihan Berat Badan Rentan Kena Varises?

Selain genetik dan trauma di kaki, ternyata orang yang gemuk juga berisiko mengalami varises. Mengapa hal ini bisa terjadi? Cari tahu jawabannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Fakta Unik 9 Mei 2019 . Waktu baca 4 menit

Sering Sakit Kepala? Coba Totok Wajah, Perawatan Ternama Asal Negeri Tirai Bambu

Totok wajah adalah satu perawatan tubuh yang sudah lama dipercaya berkhasiat baik di negara asalnya, Tiongkok (RRC). Apa manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 4 Maret 2019 . Waktu baca 6 menit

Bisakah Penyakit Sindrom Koroner Akut (SKA) Disembuhkan?

Penyakit sindrom koroner akut adalah penyebab kematian tertinggi. Tak heran jika banyak orang bertanya-tanya tentang peluang kesembuhan penyakit ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 21 Februari 2019 . Waktu baca 4 menit

Apa Saja Pilihan Cara untuk Menghilangkan Pembuluh Darah yang Tampak Pada Wajah?

Cara menghilangkan pembuluh darah di wajah, atau telangiektasis, bisa bervariasi tergantung penyebabnya. Lantas, apa saja pilihannya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Kecantikan 26 Januari 2019 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ciri kulit sensitif

Ciri Kulit Sensitif dan 8 Cara Jitu Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 7 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
urat menonjol pada orang muda

6 Penyebab Urat Anda Menonjol dan Terlihat Jelas di Kulit

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
merawat rambut bagi wanita berhijab

9 Trik Mudah Merawat Rambut Bagi Wanita Berhijab

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 30 April 2020 . Waktu baca 6 menit

Mungkinkah COVID Toes atau Lesi pada Kaki Jadi Gejala Baru Coronavirus?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 30 April 2020 . Waktu baca 5 menit