Kenapa Kuku Bisa Terserang Infeksi Jamur, dan Bagaimana Mengobatinya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Onikomikosisa atau juga disebut tinea unguium, adalah infeksi jamur pada kuku kaki ataupun tangan yang bisa berkembang dengan cepat. Kuku Anda akan berwarna putih hingga kehitaman, dan gampang rampuh sampai copot sendiri dari jari Anda. Kira-kira apa sih, penyebab dan cara untuk mengatasi kuku yang berjamur ini?

Kenapa bisa terjadi infeksi jamur pada kuku?

Serangan jamur pada kuku terjadi akibat pertumbuhan jamur berlebih di bawah kuku. Jamur biasanya tumbuh subur di lingkungan yang hangat dan lembab, sehingga mereka bisa berkembang biak dengan cepat dan banyak.  

Jamur yang sudah ada di tubuh Anda sangat berpotensi menyebabkan infeksi di kuku. Contoh, kalau Anda pernah tertular jamur dari orang lain yang memiliki infeksi jamur, mungkin saja jamur bisa menyebar ke tubuh Anda.

Lalu, menurut American Academy of Dermatology (AAD), kuku yang terinfeksi jamur lebih sering terjadi pada kuku kaki. Mengapa sering menyerang kuku kaki? Karena, biasanya kuku di area kaki jarang terekspos matahari, dan posisinya tertutup sepatu. Maka tidak jarang kalau area kuku kaki sering menjadi lingkungan yang hangat dan lembab untuk jamur berkembang biak.

Selanjutnya, bahaya infeksi jamur pada kuku dapat terjadi jika Anda sering manikur pedikur di salon. Peralatan kuku seperti papan amplas dan gunting kuku, bisa menjadi sarana untuk menyebarkan infeksi jamur pada kuku Anda. Disarankan untuk selalu bertanya dan memastikan kepada petugas salon, bahwa alat pedikur dan manikur yang akan dipakai bersih dan steril.

(Source:= www.shutterstock.com)

Siapa yang berisiko kena infeksi jamur pada kuku?

Meskipun banyak hal yang menjadi penyebab infeksi jamur pada kuku, ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan perkembangan jamur seperti contoh di bawah ini:

  • Anda menderita diabetes
  • Punya kondisi penyakit yang menyebabkan sirkulasi darah kurang baik
  • Anda memakai kuku buatan
  • Berenang di kolam renang umum
  • Mengalami cedera kuku (kuku patah atau cantengan)
  • Mengalami cedera kulit di sekitar kuku
  • Memiliki jemari lembab atau jari kaki untuk waktu yang lama
  • Memiliki sistem kekebalan yang lemah
  • Pakai sepatu kaki tertutup, seperti sepatu tenis atau sepatu boots

Infeksi jamur pada kuku ini lebih sering sering terjaid pada pria dan wanita dewasa.  Jika Anda memiliki anggota keluarga yang sering mendapatkan jenis infeksi jamur ini, Anda juga berkemungkinan terkena infeksi. Orang lanjut usia berisiko tinggi terkena infeksi jamur karena mereka memiliki sirkulasi darah yang kurang baik, sehingga kuku mereka tumbuh lebih lambat namun menebal seiring bertambahnya usia.  

Bagaimana cara mengobati infeksi jamur pada kuku?

Karena jamur pada kuku ini bisa memengaruhi kuku-kuku Anda yang lainnya, salah satu cara untuk mendiangnosis kondisi kuku Anda adalah dengan menemui dokter. Dokter akan melihat dan mengambil goresan dari kuku di bawah mikroskop untuk mengetahui tanda-tanda adanya jamur. Dalam beberapa kasus, dokter Anda mungkin harus mengirim sampel ke laboratorium untuk analisis dan identifikasi.

Sedangkan untuk pengobatannya, produk atau krim yang dijual bebas di apotek tidak disarankan untuk digunakan, karena tidak bisa mengatasi jamur kuku secara tuntas. Sebagai gantinya, dokter mungkin meresepkan obat antijamur oral, seperti:

Anda bisa menggunakan perawatan antijamur lainnya, seperti pernis kuku antijamur atau larutan topikal. Perawatan ini caranya digunakan dengan atau dioles ke kuku, sama dengan cara pakai cat kuku. Bergantung pada jenis jamur dan tingkat infeksinya, Anda mungkin harus menggunakan obat ini selama beberapa bulan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

Meski tampaknya selalu bersemangat soal urusan di ranjang, ada banyak juga masalah seks yang dapat mengganggu pria. Yuk, ketahui apa saja!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Meski sedang hamil, ibu tetap direpotkan untuk melakukan pekerjaan rumah. Namun, apakah semua pekerjaan rumah tangga saat hamil aman untuk dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

6 Cara Praktis Membuat Kopi Anda Lebih Sehat dan Nikmat

Kenikmatan kopi sudah tidak diragukan. Namun, tahukan Anda ada beberapa cara membuat kopi yang dapat menjadikan manfaatnya lebih baik untuk kesehatan.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

7 Cara Memanfaatkan Ampas Teh untuk Kecantikan

Tapi taukah Anda jika setelah diminum, ternyata ampas teh pun dapat dimanfaatkan untuk perawatan wajah? Bagaimana caranya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Kecantikan 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara mengobati sengatan lebah

Pertolongan Pertama untuk Mengobati Sengatan Lebah

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 23 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
KDRT konflik rumah tangga

Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
tips menghindari perceraian

7 Rahasia Menghindari Perceraian dalam Rumah Tangga

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
gejala leptospirosis

Cara Mengatasi Gejala Leptospirosis, Penyakit Khas di Musim Hujan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit