Kenapa Kuku Bisa Terserang Infeksi Jamur, dan Bagaimana Mengobatinya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/09/2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Onikomikosisa atau juga disebut tinea unguium, adalah infeksi jamur pada kuku kaki ataupun tangan yang bisa berkembang dengan cepat. Kuku Anda akan berwarna putih hingga kehitaman, dan gampang rampuh sampai copot sendiri dari jari Anda. Kira-kira apa sih, penyebab dan cara untuk mengatasi kuku yang berjamur ini?

Kenapa bisa terjadi infeksi jamur pada kuku?

Serangan jamur pada kuku terjadi akibat pertumbuhan jamur berlebih di bawah kuku. Jamur biasanya tumbuh subur di lingkungan yang hangat dan lembab, sehingga mereka bisa berkembang biak dengan cepat dan banyak.  

Jamur yang sudah ada di tubuh Anda sangat berpotensi menyebabkan infeksi di kuku. Contoh, kalau Anda pernah tertular jamur dari orang lain yang memiliki infeksi jamur, mungkin saja jamur bisa menyebar ke tubuh Anda.

Lalu, menurut American Academy of Dermatology (AAD), kuku yang terinfeksi jamur lebih sering terjadi pada kuku kaki. Mengapa sering menyerang kuku kaki? Karena, biasanya kuku di area kaki jarang terekspos matahari, dan posisinya tertutup sepatu. Maka tidak jarang kalau area kuku kaki sering menjadi lingkungan yang hangat dan lembab untuk jamur berkembang biak.

Selanjutnya, bahaya infeksi jamur pada kuku dapat terjadi jika Anda sering manikur pedikur di salon. Peralatan kuku seperti papan amplas dan gunting kuku, bisa menjadi sarana untuk menyebarkan infeksi jamur pada kuku Anda. Disarankan untuk selalu bertanya dan memastikan kepada petugas salon, bahwa alat pedikur dan manikur yang akan dipakai bersih dan steril.

(Source:= www.shutterstock.com)

Siapa yang berisiko kena infeksi jamur pada kuku?

Meskipun banyak hal yang menjadi penyebab infeksi jamur pada kuku, ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan perkembangan jamur seperti contoh di bawah ini:

  • Anda menderita diabetes
  • Punya kondisi penyakit yang menyebabkan sirkulasi darah kurang baik
  • Anda memakai kuku buatan
  • Berenang di kolam renang umum
  • Mengalami cedera kuku (kuku patah atau cantengan)
  • Mengalami cedera kulit di sekitar kuku
  • Memiliki jemari lembab atau jari kaki untuk waktu yang lama
  • Memiliki sistem kekebalan yang lemah
  • Pakai sepatu kaki tertutup, seperti sepatu tenis atau sepatu boots

Infeksi jamur pada kuku ini lebih sering sering terjaid pada pria dan wanita dewasa.  Jika Anda memiliki anggota keluarga yang sering mendapatkan jenis infeksi jamur ini, Anda juga berkemungkinan terkena infeksi. Orang lanjut usia berisiko tinggi terkena infeksi jamur karena mereka memiliki sirkulasi darah yang kurang baik, sehingga kuku mereka tumbuh lebih lambat namun menebal seiring bertambahnya usia.  

Bagaimana cara mengobati infeksi jamur pada kuku?

Karena jamur pada kuku ini bisa memengaruhi kuku-kuku Anda yang lainnya, salah satu cara untuk mendiangnosis kondisi kuku Anda adalah dengan menemui dokter. Dokter akan melihat dan mengambil goresan dari kuku di bawah mikroskop untuk mengetahui tanda-tanda adanya jamur. Dalam beberapa kasus, dokter Anda mungkin harus mengirim sampel ke laboratorium untuk analisis dan identifikasi.

Sedangkan untuk pengobatannya, produk atau krim yang dijual bebas di apotek tidak disarankan untuk digunakan, karena tidak bisa mengatasi jamur kuku secara tuntas. Sebagai gantinya, dokter mungkin meresepkan obat antijamur oral, seperti:

Anda bisa menggunakan perawatan antijamur lainnya, seperti pernis kuku antijamur atau larutan topikal. Perawatan ini caranya digunakan dengan atau dioles ke kuku, sama dengan cara pakai cat kuku. Bergantung pada jenis jamur dan tingkat infeksinya, Anda mungkin harus menggunakan obat ini selama beberapa bulan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tips Menghadapi Kecemasan Kembali Beraktivitas di Era New Normal

Wajar jika merasa khawatir terhadap ketidakpastian di tengah pandemi COVID-19. Yuk, cari tahu solusi menghadapi kecemasan di new normal di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
menghadapi kecemasan di new normal
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/08/2020 . Waktu baca 5 menit

Penuhi Nutrisi Ini untuk Mencegah Penularan Coronavirus saat New Normal

Nutrisi memegang peranan yang besar untuk mencegah kemungkinan risiko COVID-19. Yuk, cari tahu nutrisi utama yang perlu ditambahkan dalam menu harian Anda.

Ditulis oleh: Maria Amanda
Nutrisi, Hidup Sehat 30/07/2020 . Waktu baca 9 menit

Lemak Paha Anda Sulit Dihilangkan? Ini Penyebabnya

Tahukah Anda bahwa lemak paha adalah lemak yang sulit dihilangkan dibandingkan dengan lemak yang ada di bagian tubuh lain? Lalu apa penyebabnya?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 30/07/2020 . Waktu baca 4 menit

8 Tips Lari di Luar Ruangan saat Masa New Normal

Gemar berlari sebagai olahraga utama? Cek ragam tips meminimalisasi risiko terserang penyakit saat lari di luar ruang di masa new normal, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
Hidup Sehat, Tips Sehat 29/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat ginseng buat pria

Ginseng Korea: Benarkah Ampuh Atasi Berbagai Masalah Seksual Pria?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 4 menit
pijat prostat

Pijat Prostat, Benarkah Bisa Atasi Masalah Prostat dan Seksual?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 6 menit
nafsu seks

Nafsu Seks Siapa yang Lebih Besar? Pria atau Wanita?

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit
mengatasi rambut kering

5 Ramuan Alami Terbaik untuk Mengatasi Rambut Kering

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit