Kenapa Sih Harus Pakai Sunscreen Setiap Hari?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 Agustus 2019 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Terkena sinar UV, alias sinar matahari selain bisa membuat kulit terbakar juga bisa menyebabkan kanker kulit. Nah, salah satu cara efektif untuk mencegah kerusakan kulit adalah dengan pakai sunscreen.

Sebenarnya, apa sih sunscreen itu?

sunscreen untuk kulit sensitif

Sunscreen adalah produk perawatan kulit berbentuk losion, spray, gel, foam, atau stick yang dapat digunakan untuk melindungi kulit dari radiasi sinar UV, baik UVA maupun UVB.

Meski UVA dan UVB sama-sama buruk bagi kulit, sinar UVA menimbulkan dampak kerusakan yang lebih parah karena bisa menembus bagian terdalam kulit Anda. Bayangkan saja, radiasi sinar UVA dapat menembus awan dan kaca, baik itu pada siang, malam, bahkan ketika cuaca sedang mendung. Sinar UVA dapat mempercepat penuaan kulit serta menyebabkan keriput dan flek hitam.

Sementara sinar UVB (Ultraviolet-Burning) merupakan sinar matahari yang memiliki panjang gelombang lebih kecil dari sinar UVA. Sinar UVB tidak menembus kaca dan awan, tapi radiasinya jauh lebih kuat daripada UVB. Terkena sinar UVB sebentar saja dapat menyebabkan kulit terbakar (sunburn).

Jika kulit sering terkena radiasi kedua sinar tersebut, risikoAnda terkena kanker kulit pun kian besar.

Jenis-jenis sunscreen

cara kerja sunblock

Berdasarkan bahan yang digunakannya, sunscreen dikategorikan menjadi dua jenis, yaitu:

Sunscreen physical

Bekerja dengan cara membuat suatu lapisan di permukaan kulit sehingga mampu menghalangi sinar UV agar tidak menembus lapisan kulit bagian dalam. Sunscreen ini biasanya mengandung bahan aktif seperti zinc oxide dan titanium dioxide.

Sunscreen chemical

Bekerja dengan cara membuat suatu lapisan di permukaan kulit untuk menyerap energi radiasi UV, sehingga tidak sampai terserap atau masuk ke lapisan kulit bagian dalam. Sunscreen chemical mengandung beberapa bahan aktif seperti cinnamates, octisalate, ovybenzone, dioxybenzone. Sunscreen jenis ini yang sering disebut sebagai sunblock.

Kebanyakan formulasi sunscreen yang dijual di pasaran merupakan kombinasi dari physical dan chemical.

Beda sunscreen dan sunblock

Sunblock, istilah yg kurang tepat karena tidak ada satupun kandungan di dalamnya yang dapat memblok sinar uv. Bahkan, di Amerika, penggunaan kata sunblock sebenarnya sudah dilarang oleh FDA, instansi yang setara dengan Badan POM di Indonesia.

Jadi, istilah penggunaan kata sunblock sudah digunakan lagi, karena lebih tepat memakai istilah sunscreen.

Pentingnya pakai sunscreen setiap hari

cara mengecilkan pori pori wajah

Efek paparan sinar UV bisa dirasakan dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Beberapa dampak jangka pendek meliputi:

  • Terbakar matahari (sunburn)
  • Kulit gelap
  • Kulit hitam
  • Kulit kusam

Sementara dampak jangka panjang meliputi:

  • Penuaan kulit
  • Kulit keriput
  • Kulit kendur/tidak kencang
  • Muncul bercak-bercak kecoklatan atau flek hitam
  • Bahkan, risiko kanker kulit

Jika Anda tak mau mengalami berbagai dampak di atas, maka jangan lupa pakai sunscreen setiap hari, terutama saat sedang beraktivitas di luar ruangan. Tak hanya orang dewasa saja, bayi pun sebaiknya juga dioleskan sunscreen setiap kali ketika akan dibawa keluar rumah. Namun, penggunaan sunscreen direkomendasikan pada bayi di atas usia 6 bulan.

Ingat, sinar UVA menghantui Anda setiap hari, bahkan jika cuaca mendung. Jadi, jangan malas untuk pakai sunscreen setiap kali berkegiatan di luar ruangan.  

Jangan lupa, pakai sunscreen tiap 2 jam sekali

krim malam

Anda tentu sudah tak asing lagi dengan anjuran pakai sunscreen setiap 2 jam jam sekali. Namun, kenapa, ya, harus 2 jam sekali?

Faktanya, meski sunscreen ampuh untuk menghalangi sinar matahari menembus kulit, tapi daya perlindungannya akan semakin berkurang dari waktu ke waktu sejak awal digunakan. Entah itu karena keringat, gesekan dengan kulit, ekspresi wajah, atau lain sebagainya.

Jadi, jika ingin mendapatkan perlindungan yang maksimal, sunscreen perlu diulang pemakaiannya secara berkala setiap 2 jam sekali. Apalagi jika sehari-hari Anda berkegiatan di luar ruangan yang memungkinkan terkena matahari secara langsung.

Anda juga sebaiknya menggunakan sunscreen jika berada di ruangan yang masih terkena sinar matahari, misalnya ada jendela dan pintu yang memungkinkan sinar matahari masuk atau ada langit-langit kaca. Seperti yang sudah disebutkan di atas, sinar UVA bisa menembus kaca, lho!

Panduan pakai sunscreen

Agar produk sunscreen yang Anda gunakan bekerja secara optimal, berikut beberapa panduan menggunakan sunscreen yang perlu Anda perhatikan baik-baik.

  • Pilihlah sunscreen dengan SPF minimal 30.
  • Pemilihan sunscreen tergantung pada kondisi kulit masing-masing. Jika dirasa kulit Anda sensitif, maka Anda bisa menggunakan sunscreen jenis physical.
  • Sunscreen diaplikasikan pada semua area yang tidak tertutup baju. Mulai dari wajah, leher, lengan, dan bagian kaki.
  • Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) merekomendasikan penggunaan sunscreen sekitar 1 sendok teh di area wajah, leher, dan kepala. Begitu pun untuk area tangan.
  • Sementara untuk area dada depan dan punggung belakang, sekujur paha hingga kaki, masing-masing membutuhkan sekitar 2 sendok teh sunscreen.
  • Sunscreen adalah step terakhir dari skincare. Jika Anda bermake up maka sunscreen digunakan sebelum menggunakan make up.

Intinya, selalu perhatikan area tubuh mana saja yang terbuka (tidak tertutup pakaian) dan tanpa perlindungan, maka di situlah area yang harus diolesi sunscreen.

Tetap pakai sunscreen meski kulit sudah terlanjur rusak

krim pemutih wajah

Jika sudah terlanjur muncul efek buruk dari paparan matahari, sunscreen tetap dibutuhkan untuk mencegah kerusakan bertambah banyak atau meluas. Guna memperbaiki kerusakan yang sudah terjadi maka perlu penanganan-penanganan khusus yang akan disesuaikan dengan kondisi kerusakan masing-masing.

Anda bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin terdekat guna mendapatkan penanganan terbaik sesuai kondisi Anda.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Artikel dari ahli dr. Listya Paramita, Sp.KK

Bekas Jerawat

Noda bekas jerawat merupakan keluhan dari sebagian besar orang. Ketahui cara untuk mengatasinya dan juga penyebabnya agar dapat dihindari.

Ditulis oleh: dr. Listya Paramita, Sp.KK
bekas jerawat hitam
Jerawat, Kesehatan Kulit 2 November 2020

Tips dan Trik Menghaluskan Tekstur Wajah yang Tidak Rata Akibat Bekas Jerawat

Memperbaiki tekstur kulit wajah yang tidak rata bekas jerawat merupakan impian semua yang memiliki masalah ini. Coba beberapa tips dari ahlinya berikut ini.

Ditulis oleh: dr. Listya Paramita, Sp.KK
memperbaiki tekstur kulit wajah
Perawatan Kulit, Hidup Sehat 24 Januari 2020

Digadang-gadang Ampuh Hilangkan Bekas Jerawat, Ini Cara Kerja Niacinamide

Niacinamide adalah skincare yang sedang naik daun. Apakah niacinamide ini dan bagaimana cara kerjanya sehingga bisa menghilangkan bekas jerawat?

Ditulis oleh: dr. Listya Paramita, Sp.KK
Niacinamide adalah
Perawatan Kulit, Hidup Sehat 22 Januari 2020

Yang juga perlu Anda baca

Kusta (Lepra)

%%title%% adalah penyakit. Cari tahu semua informasi tentang penyakit ini, termasuk gejala, penyebab, diagnosis, dan cara mengobatinya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Kulit, Penyakit Infeksi Kulit 10 November 2020 . Waktu baca 11 menit

Tinea Cruris

Tinea cruris adalah infeksi jamur pada kulit di pangkal paha, area genital, paha bagian dalam atas atau bokong. Bagaimana mengatasi kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Kulit, Penyakit Infeksi Kulit 10 November 2020 . Waktu baca 6 menit

Ragam Penyakit Kulit Menular Beserta Penyebab dan Gejalanya

Di Indonesia ada beberapa penyakit kulit menular yang masih menyebar luas. Apa saja penyakit kulit tersebut? Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Kesehatan Kulit, Penyakit Infeksi Kulit 10 November 2020 . Waktu baca 11 menit

Apa Penyebab Bisul dan Kapan Perlu Diperiksa Dokter?

Meski kecil, bisul bisa jadi mengganggu, bahkan menyakitkan, terutama jika letaknya di pantat. Tapi, apa penyebab bisul sebenarnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Kulit, Penyakit Infeksi Kulit 9 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyakit kulit

Jenis Penyakit Kulit Menular dan Tidak Menular yang Umum

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 13 November 2020 . Waktu baca 12 menit
penyebab panu mencegah panu

Penyebab Panu yang Perlu Anda Ketahui Beserta Faktor Risikonya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 11 November 2020 . Waktu baca 5 menit
panu tinea versicolor

Panu

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 10 November 2020 . Waktu baca 8 menit
kutu air tinea pedis athlete's foot

Kutu Air (Tinea Pedis)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 10 November 2020 . Waktu baca 10 menit