Daftar Komposisi Dalam Produk Kecantikan yang Perlu Dihindari Pemilik Kulit Sensitif

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 13 November 2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Apabila Anda jadi mengalami gatal-gatal atau ruam kemerahan setelah pakai produk perawatan kulit tertentu, tandanya kulit Anda sensitif. Beberapa pemilik kulit sensitif bahkan sampai mengeluhkan kulitnya jadi terasa perih karena kering bersisik dan mengelupas. Masalah kulit ini kemungkinan besar diakibatkan dari bahan-bahan yang terkandung dalam produk tersebut.

Itu kenapa Anda harus selalu mencermati label komposisi dari setiap produk kosmetika dan skincare sebelum membelinya.

Pemilik kulit sensitif wajib hindari bahan-bahan ini

1. Methylisothiazone

Methylisothiazolinone (MI) adalah bahan pengawet yang umum ditemukan dalam produk perawatan kulit, termasuk tisu basah, shampoo, kondisioner, sabun mandi, pelembap, tabir surya (sunscreen), deodoran, dan sejumlah produk kosmetik.

MI adalah penyebab paling umum dari alergi dermatitis kontak. Menurut St John’s Institute of Dermatology di London, sebanyak 10% orang yang punya kulit sensitif juga memiliki alergi terhadap methylisothiazone.

Methylisothiazolinone punya banyak nama alias. Hindari produk-produk yang mencantumkan nama-nama ini dalam label komposisinya:

  • 2-Methyl-3(2H)-isothiazolone
  • 3(2H)-Isothiazolone
  • 2-methyl-
  • Caswell No. 572A
  • 2-Methyl-4-isothiazoline-3-one
  • Neolone; Neolone 950; NeoloneCapG; Neolone M 10; Neolone M 50; Neolone PE
  • Optiphen MIT
  • OriStar MIT
  • ProClin 150; ProClin 950
  • SPX
  • Zonen MT

2. Minyak esensial

Tidak semua produk kecantikan yang berlabel organik atau alami karena mengandung minyak esensial itu aman buat si kulit sensitif.

Anda justru sebaiknya menghindari produk-produk tersebut karena bahan alami sulit diuji keamanannya secara medis. Kadar pH asam dari beberapa ekstrak tanaman seperti jeruk dan mint (termasuk peppermint) cenderung menyebabkan iritasi kemerasan pada kulit yang sensitif

3 Sodium lauryl sulphate (SLS) dan sodium laureth sulphate (SLES)

SLS dan SLES adalah bahan kimia pembuat busa dalam sabun, sampo, kondisioner, dan deterjen.

Sulfat terbuat dari garam mineral yang mengandung sulfur. Ini dapat menyebabkan kulit menjadi kering kronis dan gatal-gatal di sekujur tubuh. Pemilik kulit sensitif sebaiknya gunakan sampo dan kondisoner yang bebas sulfat.

4. Oxychloride bismuth

Oxychloride bismuth sering digunakan dalam produk makeup berbasis mineral untuk memberikan penampilan akhir yang matte atau shimmery.

Bagi orang yang punya kulit sensitif, komponen ini dapat menyebabkan ruam kemerahan, gatal, dan terasa panas.

5. Parfum atau wewangian

Hindari produk kosmetik atau skincare yang mengandung pewangi atau parfum jenis apa pun. Bahan-bahan kimiawi maupun alami yang dijadikan sebagai pewangi dapat menyebabkan kulit iritasi pada orang yang sensitif.

6. Petrochemicals dan emollien sintetis

Pengental kimiawi seperti parafin cair dan minyak mineral dalam produk losion, shampo, sabun, pelembap, dan krim kulit tertentu dapat menyebabkan produksi minyak kulit berlebih. Alhasil, kulit sensitif makin mudah teriritasi dan membuat kulit jadi kusam karena pori-pori tersumbat.

Jika kulit Anda sensitif, pakai produk yang mengandung minyak nabati, seperti minyak jojoba dan minyak almond.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Memilih Sabun untuk Kulit Bayi yang Sensitif

Kulit bayi masih sangat sensitif, untuk itu Anda perlu memilih sabun yang tepat. Bagaimana cara memilih sabun bayi untuk kulit sensitif?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 1 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Manfaat Coenzyme Q10 (CoQ10) Dalam Produk Kecantikan

Siapa sangka manfaat coenzyme Q10 tidak hanya untuk kesehatan tubuh saja, melainkan juga berguna dalam produk perawatan kulit. Mengapa demikian?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Perawatan Kulit, Hidup Sehat, Kecantikan 5 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit

4 Langkah Skincare Malam yang Ampuh Atasi Bekas Jerawat Membandel

Skincare routine di malam hari ini berguna untuk menghilangkan bekas jerawat. Agar hasil optimal, jangan lupa mengoleskan gel penghilang bekas jerawat.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
skincare bulan puasa
Perawatan Kulit, Hidup Sehat 21 Februari 2020 . Waktu baca 4 menit

Harus Pakai Skin Care Berapa Lama Hingga Hasilnya Terlihat?

Kira-kira, berapa lama produk skin care akan menunjukkan hasil dan perubahan pada kulit wajah Anda? Untuk tahu jawabannya, simak artikel berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Perawatan Kulit, Hidup Sehat 5 Februari 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

moisturizer dulu atau sunscreen

Moisturizer Dulu Atau Sunscreen? Ini Urutan Pemakaian yang Benar

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 14 Agustus 2020 . Waktu baca 3 menit
skin fasting adalah

Menilik Skin Fasting, Tren ‘Puasa’ Skincare agar Kulit Lebih Cantik

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 28 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
memilih kosmetik untuk kulit sensitif

Tips Memilih Kosmetik yang Aman bagi Kulit Sensitif

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 4 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
perbedaan hydrating dan moisturizing

Apa Bedanya Skincare yang Hydrating dan Moisturizing untuk Kulit Anda?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 8 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit