Bolehkah Kita Memotong Kutikula Kuku? (Plus Tips Perawatannya yang Tepat)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 4 Agustus 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang
Artikel ini berisi:

Idealnya, Anda harus rutin potong kuku setiap dua minggu sekali. Memotong kuku adalah cara yang paling bijak untuk menjaga kebersihan dan kesehatannya. Namun, bolehkah memotong kutikula kuku?

Bolehkah memotong kutikula kuku?

Kutikula kuku adalah lapisan kulit mati berwarna putih yang mengelilingi sisi-sisi kuku. Ketika melakukan perawatan kuku di salon kecantikan, terapis seringnya ikut memotong kutikula kliennya agar menghasilkan tampilan kuku yang langsing panjang. Biasanya, kutikula dilepas dengan merendam kuku terlebih dahulu di baskom berisi air hangat untuk melemaskannya dan baru kemudian dipotong.

Meski begitu, pakar kesehatan dan spesialis kulit sepakat bahwa sebenarnya kutikula tidak perlu dihilangkan. Memotong kutikula kuku justru akan meningkatkan risiko komplikasi masalah kesehatan, seperti infeksi bakteri yang dapat berujung pada cantengan, hingga infeksi jamur kuku. Kenapa begitu?

Ketika kutikula dihilangkan, kuku akan rentan mengalami infeksi karena kulit kecil tersebut ada untuk melindungi kuku Anda dari kuman atau bakteri yang bisa masuk ke kuku. Setiap kuku mulai tumbuh dari sebuah kantong kecil yang berada di bawah kulit, yang disebut matriks kuku. Nah, kutikulalah yang berfungsi melindungi matriks kuku dari serangan infeksi.

Selain risiko infeksi kuku, memotong kutikula dapat menghambat pertumbuhan kuku hingga menimbulkan kerutan, bintik-bintik, atau garis putih pada kuku.

Tips merawat kutikula kuku

Meski sebaiknya dibiarkan saja, kutikula kuku yang tumbuh kering dan mengelupas bisa terasa menyakitkan dan tentunya tidak sedap dipandang mata. Untuk itu Anda juga harus memasukkan rejime perawatan kutikula ke dalam rutinitas potong kuku Anda. Ikuti caranya berikut ini:

1. Rendam kuku dalam air hangat

Siapkan baskom berisi air hangat suam kuku dan rendam ujung-ujung jari Anda selama beberapa saat. Ini akan membantu melembutkan kutikula dan kulit yang kendur. Jika Anda suka, Anda dapat menambahkan satu sendok teh jus lemon atau cuka segar ke air. Ini akan membantu mengelupas kulit mati.

2. Dorong kutikula ke dalam pakai orange stick

Jika kutikula tumbuhnya sudah terlalu tebal, jangan dipotong tapi didorong ke dalam menggunakan sebuah alat yang disebut orange stick. Setelah kutikula dilunakkan, harus akan lebih mudah untuk mendorongnya kembali.

Orange stick adalah tongkat kayu atau logam kecil yang digunakan untuk mendorong kutikula dan membersihkan bagian bawah kuku. Alat ini dapat dibeli dengan harga murah di toko obat atau toko daring.

Gunakan ujung datar dari stik tersebut untuk mendorong kembali kutikula. Dorong dengan perlahan dan lembut. Jika Anda menekan terlalu keras, Anda mungkin akan menyakiti diri sendiri dan membuat kondisi kutikula Anda lebih buruk!

Dorong kutikula ke belakang sampai Anda dapat melihat bentuk bulan sabit putih (disebut lunula) di bagian bawah setiap kuku. Jangan lakukan ini lebih dari sekali atau dua kali sebulan, karena kutikula cukup sensitif.

Cuci dan sterilkan orange stick logam setiap kali habis pakai, sementara stik kayu harus langsung dibuang.

3. Oleskan pelembap kuku dan kutikula

Kutikula adalah lapisan kulit yang tetap membutuhkan kelembapan. Kutikula yang kering dapat pecah-pecah dan mengelupas.

Melembapkan kutikula secara teratur adalah salah satu langkah terpenting untuk menghentikan kutikula Anda dari mengelupas. Anda harus melembabkan setidaknya dua kali sehari: di pagi hari dan di malam hari sebelum tidur.

Biasanya ahli kulit akan menyarankan penggunakan pelembap berbentuk salep atau krim losion untuk hasil terbaik. Pada siang hari Anda dapat menggunakan losion tangan yang cepat meresap dan tidak membuat tangan Anda terasa berminyak. Pada malam hari, Anda harus menggunakan salep yang tebal untuk efek hidrasi yang lebih intens.

4. Hindari kegiatan atau zat yang dapat membuat kutikula kering

Tangan, kuku, dan kutikula bisa mengering akibat terlalu sering mencuci piring atau terkena pembersih cat kuku yang mengandung aseton. Oleh karena itu, sebaiknya gunakan sarung tangan sebelum mencuci piring dan gunakan pembersih cat kuku yang bebas aseton.

5. Jauhkan tangan dari mulut

Mulut merupakan bagian tubuh yang kotor serta mengandung ludah yang dapat mengeringkan kulit. Karena itu, hindari kebiasaan menggigit kuku atau kutikula karena dapat memicu infeksi pada kuku dan sekitarnya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran, diagnosis, maupun perawatan medis.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Dari Mana Datangnya Intuisi? Dan Kenapa Harus Kita Turuti?

Setiap orang memiliki intuisi, sebagian mempercayai intuisinya dan sebagian lagi tidak. Sebenarnya, apa itu intuisi? Dan kenapa kita perlu mengikutinya?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Fakta Unik 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Mana yang Lebih Sehat Buat Payudara: Bra Biasa Atau Berkawat?

Saat memilih bra, Anda mungkin bimbang antara bra kawat atau bra biasa tanpa kawat. Yuk, simak pertimbangan dari para ahli berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Bedanya Eksim Basah dan Eksim Kering?

Eksim adalah kondisi peradangan kulit yang membuat kulit gatal, memerah, dan pecah-pecah. Lantas, apa bedanya eksim kering dan eksim basah?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Kulit, Dermatitis 8 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Ciri Kulit Sensitif dan 8 Cara Jitu Mengatasinya

Ciri kulit sensitif termasuk ruam kemerahan dan gatal-gatal setelah memakai produk perawatan kulit atau produk wewangian. Bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hidup Sehat, Kecantikan 7 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

proses inflamasi

Proses Inflamasi Ternyata Penting Bagi Tubuh, Begini Mekanismenya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
ukuran otak dewasa berpikir

Apakah Benar Otak Lebih Besar Artinya Lebih Pintar?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 26 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
manfaat ampas teh bagi kecantikan

7 Cara Memanfaatkan Ampas Teh untuk Kecantikan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
alergi bawang putih

Kenapa Ada Orang yang Mengalami Alergi Bawang Putih dan Bisakah Diobati?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit