Bagi banyak orang, shampo adalah kebutuhan sehari-hari sekadar untuk mencuci rambut. Namun bagi sebagian orang lainnya, memilih shampo juga bisa jadi ritual yang menyenangkan karena kita bisa mencoba berbagai merek yang berbeda, dengan fungsi yang bermacam-macam, dan wangi yang berbeda-beda. Maka tak heran jika banyak orang, terutama wanita, memiliki lebih dari satu botol shampo di kamar mandi, untuk digunakan bergantian sesuai mood dan kebutuhan.

Tapi apakah rambut kita baik-baik saja jika kita selalu gonta-ganti merek shampo?

Dua pendapat berlawanan dari para ahli

Kabar bahwa berganti-ganti shampo bisa membuat rambut rusak memang sudah lama beredar, membuat banyak orang memilih untuk setia pada satu shampo saja demi kesehatan rambut. Namun, dikutip dari SkinHelp, banyak ahli justru berpendapat bahwa berganti-ganti shampo secara teratur adalah ide yang baik, karena mereka percaya menggunakan satu shampo yang sama terus menerus tidak baik untuk rambut.

Mengganti shampo setiap minggu atau bahkan setiap hari, bisa jadi lebih baik bagi rambut. Menurut para ahli, banyak shampo lama-lama jadi kurang efektif setelah digunakan secara rutin, jadi, menggantinya dari waktu ke waktu adalah salah satu cara untuk membuat shampo tetap efektif dan rambut tetap terjaga keindahannya.

Tapi, sebentar. Sekarang para dermatologis ikut buka suara dan mengatakan bahwa mengganti shampo terlalu sering malah bisa berakibat buruk bagi rambut, misalnya menyebabkan dermatitis kulit kepala, yang dalam beberapa kasus bisa menyebabkan rambut rontok.

Jadi, baiknya gimana? Berganti-ganti shampo atau memilih satu yang terbaik untuk rambut kita?

Kenali dulu dermatitis kulit kepala

Dermatitis kulit kepala adalah kondisi kulit kepala yang membuat gatal, kemerahan, dan iritasi, terkadang dibarengi dengan ketombe atau serpihan kulit yang lepas dan sering terlihat.

Mengganti shampo terlalu sering adalah salah satu alasan kenapa orang-orang bisa terkena kondisi ini, karena kulit kepala mereka jadi iritasi akibat shampo yang mereka gunakan. Ini biasanya terjadi karena shampo mengandung parfum, pewarna buatan, dan bahan-bahan lain yang bisa membuat kulit iritasi. Banyak penyebab yang juga memicu dermatitis kulit kepala, termasuk perubahan kelembapan, stres, trauma seperti menggaruk kulit kepala berlebihan, dan bahkan perubahan musim. Kondisi ini bisa dimulai dengan ketombe ringan pada area tertentu, tapi dalam beberapa kasus, seluruh kulit kepala bisa tertutup ketombe. Kira-kira sekitar 15%-20% populasi manusia menderita ketombe!

Apa itu dermatitis seboroik?

Dermatitis seboroik mirip dengan dermatitis kulit kepala, tapi kondisi ini membuat kulit kuning atau putih, tidak hanya di kulit kepala, tapi kadang-kadang juga di alis. Biasanya pengobatan kondisi ini ditangani langsung oleh dermatologis atau dokter kulit, karena jika dibiarkan bisa menyebabkan rambut rontok, meskipun jarang terjadi. Kondisi ini bisa dibilang iritasi kulit kepala yang lebih parah.

Lalu, apakah Anda bisa terkena dermatitis seboroik? Sayangnya kondisi ini bisa menyerang siapa saja, simak saja beberapa poin berikut:

  • Pria ataupun wanita, meskipun pria lebih mudah dan sering menderita kondisi ini dibanding pria.
  • Orang dewasa berusia sekitar 40 tahun ke atas dan biasanya orang yang baru memasuki masa-masa pubertas. Bayi mungkin hanya menderita apa yang kita sebut “cradle cap”. Anak-anak yang berketombe mungkin memiliki infeksi jamur di kepalanya.
  • Orang-orang yang menggunakan obat-obat tertentu, yang bisa memicu kondisi atau menyebabkannya mengganas. Jika Anda mengira ini mungkin masalahnya, bicarakan dengan dokter untuk kemungkinan menggunakan obat lain.

Jadi bolehkah berganti-ganti shampo?

Secara umum, kondisi rambut setiap orang berbeda-beda, dan reaksi kulit kepala serta rambut terhadap produk perawatan pun berbeda-beda. Jika Anda sudah menemukan shampo yang pas dan cocok dengan Anda, gunakanlah. Jika Anda selama ini suka berganti-ganti shampo secara teratur dan tidak memengaruhi rambut Anda (atau malah membuat rambut Anda terlihat lebih baik), lanjutkan.

Namun, jika Anda melihat ada yang salah ketika Anda mengganti shampo atau menggunakan shampo merek baru, misalnya kulit kepala Anda iritasi dan gatal, atau jika Anda tiba-tiba merasakan rambut Anda rontok disertai gatal-gatal atau kemerahan, itu mungkin waktunya Anda menghentikan penggunaan shampo baru tersebut dan kembali ke shampo lama yang sudah cocok.

Dalam banyak kasus, menggunakan shampo anti ketombe dan menggunakannya selama kurang lebih tiga bulan bisa jadi jawaban apakah Anda menderita ketombe biasa atau apakah Anda mengidap dermatitis kulit kepala yang lebih serius.

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca