Apakah Gonta-ganti Shampoo Bikin Rambut Rusak?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 09/09/2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Bagi banyak orang, shampo adalah kebutuhan sehari-hari sekadar untuk mencuci rambut. Namun bagi sebagian orang lainnya, memilih shampo juga bisa jadi ritual yang menyenangkan karena kita bisa mencoba berbagai merek yang berbeda, dengan fungsi yang bermacam-macam, dan wangi yang berbeda-beda. Maka tak heran jika banyak orang, terutama wanita, memiliki lebih dari satu botol shampo di kamar mandi, untuk digunakan bergantian sesuai mood dan kebutuhan.

Tapi apakah rambut kita baik-baik saja jika kita selalu gonta-ganti merek shampo?

Dua pendapat berlawanan dari para ahli

Kabar bahwa berganti-ganti shampo bisa membuat rambut rusak memang sudah lama beredar, membuat banyak orang memilih untuk setia pada satu shampo saja demi kesehatan rambut. Namun, dikutip dari SkinHelp, banyak ahli justru berpendapat bahwa berganti-ganti shampo secara teratur adalah ide yang baik, karena mereka percaya menggunakan satu shampo yang sama terus menerus tidak baik untuk rambut.

Mengganti shampo setiap minggu atau bahkan setiap hari, bisa jadi lebih baik bagi rambut. Menurut para ahli, banyak shampo lama-lama jadi kurang efektif setelah digunakan secara rutin, jadi, menggantinya dari waktu ke waktu adalah salah satu cara untuk membuat shampo tetap efektif dan rambut tetap terjaga keindahannya.

Tapi, sebentar. Sekarang para dermatologis ikut buka suara dan mengatakan bahwa mengganti shampo terlalu sering malah bisa berakibat buruk bagi rambut, misalnya menyebabkan dermatitis kulit kepala, yang dalam beberapa kasus bisa menyebabkan rambut rontok.

Jadi, baiknya gimana? Berganti-ganti shampo atau memilih satu yang terbaik untuk rambut kita?

Kenali dulu dermatitis kulit kepala

Dermatitis kulit kepala adalah kondisi kulit kepala yang membuat gatal, kemerahan, dan iritasi, terkadang dibarengi dengan ketombe atau serpihan kulit yang lepas dan sering terlihat.

Mengganti shampo terlalu sering adalah salah satu alasan kenapa orang-orang bisa terkena kondisi ini, karena kulit kepala mereka jadi iritasi akibat shampo yang mereka gunakan. Ini biasanya terjadi karena shampo mengandung parfum, pewarna buatan, dan bahan-bahan lain yang bisa membuat kulit iritasi. Banyak penyebab yang juga memicu dermatitis kulit kepala, termasuk perubahan kelembapan, stres, trauma seperti menggaruk kulit kepala berlebihan, dan bahkan perubahan musim. Kondisi ini bisa dimulai dengan ketombe ringan pada area tertentu, tapi dalam beberapa kasus, seluruh kulit kepala bisa tertutup ketombe. Kira-kira sekitar 15%-20% populasi manusia menderita ketombe!

Apa itu dermatitis seboroik?

Dermatitis seboroik mirip dengan dermatitis kulit kepala, tapi kondisi ini membuat kulit kuning atau putih, tidak hanya di kulit kepala, tapi kadang-kadang juga di alis. Biasanya pengobatan kondisi ini ditangani langsung oleh dermatologis atau dokter kulit, karena jika dibiarkan bisa menyebabkan rambut rontok, meskipun jarang terjadi. Kondisi ini bisa dibilang iritasi kulit kepala yang lebih parah.

Lalu, apakah Anda bisa terkena dermatitis seboroik? Sayangnya kondisi ini bisa menyerang siapa saja, simak saja beberapa poin berikut:

  • Pria ataupun wanita, meskipun pria lebih mudah dan sering menderita kondisi ini dibanding pria.
  • Orang dewasa berusia sekitar 40 tahun ke atas dan biasanya orang yang baru memasuki masa-masa pubertas. Bayi mungkin hanya menderita apa yang kita sebut “cradle cap”. Anak-anak yang berketombe mungkin memiliki infeksi jamur di kepalanya.
  • Orang-orang yang menggunakan obat-obat tertentu, yang bisa memicu kondisi atau menyebabkannya mengganas. Jika Anda mengira ini mungkin masalahnya, bicarakan dengan dokter untuk kemungkinan menggunakan obat lain.

Jadi bolehkah berganti-ganti shampo?

Secara umum, kondisi rambut setiap orang berbeda-beda, dan reaksi kulit kepala serta rambut terhadap produk perawatan pun berbeda-beda. Jika Anda sudah menemukan shampo yang pas dan cocok dengan Anda, gunakanlah. Jika Anda selama ini suka berganti-ganti shampo secara teratur dan tidak memengaruhi rambut Anda (atau malah membuat rambut Anda terlihat lebih baik), lanjutkan.

Namun, jika Anda melihat ada yang salah ketika Anda mengganti shampo atau menggunakan shampo merek baru, misalnya kulit kepala Anda iritasi dan gatal, atau jika Anda tiba-tiba merasakan rambut Anda rontok disertai gatal-gatal atau kemerahan, itu mungkin waktunya Anda menghentikan penggunaan shampo baru tersebut dan kembali ke shampo lama yang sudah cocok.

Dalam banyak kasus, menggunakan shampo anti ketombe dan menggunakannya selama kurang lebih tiga bulan bisa jadi jawaban apakah Anda menderita ketombe biasa atau apakah Anda mengidap dermatitis kulit kepala yang lebih serius.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    10 Cara Merawat Rambut Keriting agar Mudah Diatur

    Rambut keriting rentan kering dan kusut hingga sulit diatur. Oleh karena itu, rambut keriting perlu perawatan khusus. Bagaimana merawat rambut keriting?

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Perawatan Rambut & Rambut Rontok, Hidup Sehat 05/05/2020 . Waktu baca 4 menit

    9 Trik Mudah Merawat Rambut Bagi Wanita Berhijab

    Berhijab bukan alasan untuk mangkir merawat rambut bagi wanita. Justru, rambut Anda perlu perhatian ekstra. Bagaimana cara merawatnya?

    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Hari Raya, Ramadan 30/04/2020 . Waktu baca 6 menit

    Apa Orang Dewasa Boleh Pakai Sampo Bayi?

    Ternyata tidak semua orang dewasa cocok pakai sampo yang diformulasikan untuk bayi. Cari tahu alasan selengkapnya berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Hidup Sehat, Fakta Unik 22/02/2020 . Waktu baca 3 menit

    Bagaimana Cara Mencegah Ingrown Hair agar Tidak Semakin Parah?

    Kamu memiliki kondisi rambut tumbuh ke dalam, atau ingrown hair? Berikut cara mencegah ingrown hair agar tidak semakin parah dan melebar.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Hidup Sehat, Tips Sehat 05/02/2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    bahan alami untuk mengusir kulit kepala gatal

    Bahan-bahan Alami untuk Mengusir Kulit Kepala Gatal

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 09/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    gatal karena kulit kering

    Kulit Kering Bikin Gatal? Begini Cara Mengatasinya

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
    Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    warna rambut

    Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020 . Waktu baca 4 menit
    cara potong poni sendiri

    Cara Potong Poni Sendiri di Rumah Tanpa Takut Gagal

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 12/05/2020 . Waktu baca 3 menit