home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Kulit Kepala Sensitif, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kulit Kepala Sensitif, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Pemilik tipe kulit sensitif mungkin kerap terganggu karena lebih rentan terhadap penyakit. Bahkan, kulit kepala pun bisa menjadi sensitif dan menimbulkan berbagai masalah kulit kepala. Lantas, apa penyebab dan cara mengatasi kulit kepala sensitif?

Mengenali penyebab kulit kepala sensitif

kulit kepala sensitif

Kulit kepala sensitif adalah kondisi ketika kulit kepala terasa terbakar, kesemutan, nyeri, gatal, dan tampak memerah.

Pada beberapa orang, kulit kepala mungkin akan terasa kencang. Bila mengalami gejala yang semakin parah, kulit kepala Anda mungkin mengalami hiperaktif.

Ada berbagai hal yang bisa menjadi penyebab dan faktor pemicu kulit kepala sensitif. Di bawah ini sejumlah faktor yang bisa menyebabkan kondisi ini guna memudahkan Anda mencari tahu cara mengatasinya.

1. Pola makan yang tak seimbang

Salah satu penyebab kulit kepala sensitif yaitu menjalani pola makan yang tidak seimbang. Pasalnya, nutrisi yang tepat penting untuk kesehatan rambut serta kulit kepala.

Bagaimana tidak, bagian rambut yang hidup di bawah kulit kepala tempat akarnya berada di dalam folikelnya.

Sementara itu, pertumbuhan rambut dipengaruhi oleh nutrisi yang cukup dan didapat dari aliran darah menuju kulit kepala. Bila kekurangan gizi, seperti mineral zat besi, kulit kepala akan menjadi kering dan bisa menyebabkan masalah ketombe.

2. Salah memilih sampo

Salah memilih sampo ternyata juga bisa menjadi salah satu faktor pemicu kulit kepala sensitif. Kandungan pembersih atau zat kimia keras lainnya pada sampo dapat menghilangkan lapisan asam pada kulit kepala.

Lapisan asam alami ini yang bertugas melindungi kulit kepala. Bila berkurang, kulit kepala akan lebih rentan terhadap iritasi dan kekeringan.

Sebagai contoh, kandungan ketoconazole dan selenium sulfide dapat menurunkan kadar ragi hidup di kulit kepala pada beberapa orang. Akibatnya, Anda lebih rentan terhadap ketombe.

3. Paparan polusi

Seperti yang Anda ketahui, paparan polusi atau pencemaran udara memang tidak baik bagi kesehatan kulit. Bahkan, beberapa orang mungkin tidak sadar bahwa hal ini pun memengaruhi kondisi kulit kepala.

Materi partikulat dalam polusi, seperti debu, asap, dan polutan dapat mengendap di rambut dan kulit kepala. Hal ini bisa menyebabkan iritasi dan kerusakan.

Terlebih lagi, paparan polusi bisa menimbulkan beragam gejala kulit kepala sensitif, seperti kulit kepala kering dan gatal. Tak heran bila orang yang tinggal di daerah dengan populasi dan tingkat paparan polusi yang tinggi berisiko terkena masalah kulit kepala.

4. Stres

Sadar atau tidak, stres berlebihan memengaruhi kondisi kulit kepala hingga membuatnya lebih sensitif. Stres dapat meningkatkan kadar kortisol yang memiliki hubungan langsung dengan folikel rambut.

Artinya, hal ini tentu bisa berdampak buruk terhadap kulit kepala. Salah satu hal yang paling sering terjadi yaitu produksi minyak berlebih yang menyebabkan rambut berminyak.

Sementara itu, rambut berminyak bisa memicu masalah kulit kepala yang mungkin disebabkan oleh jamur dan bakteri. Akibatnya, kulit kepala pun terasa gatal.

5. Perubahan hormon

Sudah bukan rahasia umum lagi bila perubahan hormon, terutama ketika hamil dan menopause, berperan banyak dalam kesehatan kulit kepala dan rambut.

Hal ini dikarenakan kulit dianggap sebagai organ endokrin mengingat mampu mensintesis beragam hormon dengan reseptor hormon terkait. Mekanismenya pun mirip ketika Anda stres.

Cara mengatasi kulit kepala sensitif

penyakit dan masalah pada kulit kepala

Setelah mengetahui apa saja penyebab kulit kepala menjadi sensitif, Anda bisa mulai mencari tahu cara mengatasi masalah kulit ini. Di bawah ini beragam pilihan perawatan kulit kepala sensitif yang bisa Anda coba.

1. Memilih sampo sesuai kondisi rambut

Salah satu cara mengatasi kulit kepala sensitif akibat penggunaan sampo yang salah yaitu memilih sampo sesuai jenis rambut dan kulit kepala. Dengan begitu, kandungan di dalam sampo bisa melindungi rambut dan kulit kepala dari berbagai masalah.

Sebagai contoh, Anda bisa memilih sampo dengan kandungan alami yang tidak mengiritasi kulit kepala. Selain itu, jangan lupa perhatikan kadar pH sampo guna menjaga tingkat pH alami kulit.

2. Memanfaatkan minyak esensial tertentu

Beberapa minyak esensial, seperti minyak lavender atau minyak rosemary, diklaim dapat membantu meredakan nyeri pada kulit kepala yang sensitif.

Namun, Anda perlu mencairkan minyak esensial dengan pengencer minyak, seperti minyak almond. Adapun langkah menggunakan minyak esensial pada kulit kepala yakni di bawah ini.

  • Campurkan 4 – 6 tetes minyak esensial dengan minyak pembawa.
  • Uji campuran tersebut pada kulit terlebih dahulu (tes uji tempel).
  • Oleskan pada kulit kepala dan pijat lembut.
  • Diamkan selama 15 – 20 menit.
  • Bilas rambut dengan sampo hingga bersih.

3. Mengelola stres

Stres merupakan salah satu faktor pemicu masalah kulit kepala yang satu ini. Itu sebabnya, mengelola stres penting dalam meredakan gatal, nyeri, hingga bersisik pada masalah kulit kepala ini.

Ada banyak hal yang bisa Anda coba untuk mengelola stres, seperti:

  • melakukan hobi yang disukai,
  • Beristirahat dari pekerjaan sejenak,
  • liburan, hingga
  • meditasi atau yoga.

4. Melindungi kulit kepala saat keluar ruangan

Selain memilih sampo, Anda dianjurkan untuk melindungi rambut dan kulit kepala yang sensitif saat keluar ruangan pada siang hari.

Anda mungkin bisa memanfaatkan topi ketika bepergian untuk melindungi kulit kepala dari paparan sinar matahari serta polusi. Keduanya berpotensi dapat merusak rambut Anda.

Bahkan, kini ada beberapa produk perawatan rambut yang mengandung SPF untuk menjaga rambut dan kulit kepala dari sinar UV.

5. Berkonsultasi ke dokter

Pada kasus yang parah, kondisi kulit kepala ini bisa disebabkan oleh berbagai masalah atau penyakit kulit, seperti psoriasis atau eksim (dermatitis atopik).

Bila Anda sudah mencoba berbagai perawatan rumahan dan gejalanya tak kunjung mereda, bahkan semakin parah, segera konsultasikan dengan dokter kulit.

Dokter kulit atau ahli dermatologi nantinya akan coba mendeteksi apa penyebab dari gangguan ini. Dengan begitu, mereka bisa menyediakan pilihan perawatan yang tepat sesuai kondisi Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Nutrition and Hair Health. (n.d). The Trichological Society. Retrieved 28 June 2021, from https://www.hairscientists.org/hair-and-scalp-conditions/nutrition-and-hair-health 

The Dirty Truth About Washing Your Hair. (2018). Cleveland Clinic. Retrieved 28 June 2021, from https://health.clevelandclinic.org/the-dirty-truth-about-washing-your-hair/ 

Godse, K., & Zawar, V. (2012). Sensitive scalp. International journal of trichology, 4(2), 102–104. https://doi.org/10.4103/0974-7753.96905. Retrieved 28 June 2021. 

Kerfin, C. (2019). Scalp Pain: Causes, Treatment, and More. Healthline. Retrieved 28 June 2021, from https://www.healthline.com/health/scalp-tenderness 

Hall-Flavin, D.K. (2019). Can stress cause hair loss?. Mayo Clinic. Retrieved 28 June 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/stress-management/expert-answers/stress-and-hair-loss/faq-20057820 

Sensitive scalp – Symptoms, causes and solutions. (n.d). Eucerin. Retrieved 28 June 2021, from https://int.eucerin.com/skin-concerns/scalp-and-hair-problems/sensitive-and-irritated-scalp 

Grymowicz, M., Rudnicka, E., Podfigurna, A., Napierala, P., Smolarczyk, R., Smolarczyk, K., & Meczekalski, B. (2020). Hormonal Effects on Hair Follicles. International journal of molecular sciences, 21(15), 5342. https://doi.org/10.3390/ijms21155342. Retrieved 28 June 2021.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nabila Azmi Diperbarui 05/08/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro