Ini Alasannya Kenapa Orang Asia Lebih Awet Muda Dibanding Bule

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/09/2017 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

‘Orang Asia lebih awet muda’ adalah satu anggapan yang sudah lama dipercaya banyak orang, terutama di negara-negara Barat. Statistik menunjukkan, wanita Asia bisa menikmati kesehatan yang lebih baik dan umur yang lebih panjang. Jepang memiliki lebih dari 50.000 penduduk lansia berusia lebih dari 100 tahun, misalnya, dan Cina umumnya memiliki tingkat kanker payudara yang rendah.

Ini tidak hanya dari diet sehat yang mereka lakukan. Ada rahasia dari dalam tubuh yang bisa membantu wanita Asia terlihat lebih awet muda: karakteristik fisik dan genetik.

Rahasia di balik warna kulit orang Asia

Warna kulit manusia dapat bervariasi dari sangat pucat ke sangat gelap. Rentang warna berasal dari jumlah dan jenis dari pigmen kulit yang disebut melanin. Ada dua jenis melanin — eumelanin dan pheomelanin.

Seperti banyak sifat lainnya, jumlah dan jenis pigmen pada kulit Anda dikendalikan oleh gen. Masing-masing gen tersebut bekerja sama untuk menciptakan produk akhir — warna kulit Anda.

Sebagian besar orang yang memiliki kulit putih atau sangat pucat seperti pada ras kaukasia, atau yang sering kita kenal dengan sebutan “bule”, memiliki memiliki lebih banyak pheomelanin, yang menghasilkan warna kulit lebih terang. Sedangkan pada banyak ras di Asia yang berkulit sawo matang, justru eumelanin yang lebih banyak.

Singkatnya, semakin banyak eumelanin di kulit Anda, akan semakin gelap warna kulit Anda. Orang-orang yang memiliki pheomelanin lebih banyak akan memiliki warna kulit yang lebih pucat dan berbintik (freckles).

Namun, walaupun genetik memainkan peran besar dalam menentukan warna kulit seseorang, masih ada banyak faktor eksternal lain yang menjadi penyebab mengapa warna kulit antar sesama ras masih bisa beragam satu sama lainnya, salah satunya adalah ekspos matahari di masing-masing wilayah.

Sinar matahari bisa jadi sangat berbahaya akibat radiasi UV yang dikandungnya. Radiasi UV bisa menghancurkan asam folat atau menyebabkan mutasi pada DNA dari sejumlah sel kulit. Terkadang, mutasi ini bisa menyebabkan kanker kulit.

Di sinilah letak keuntungan memiliki kulit gelap.

Kenapa kulit gelap lebih sehat (dan lebih muda)

Dermatologis mengelompokkan jenis kulit berdasarkan warna, tipe I adalah yang paling pucat hingga tipe VI adalah warna kulit yang paling gelap.

“Orang di golongan tipe empat atau lebih, memiliki lebih banyak melanin di kulit mereka yang melindungi mereka dari sinar matahari,” kata dokter kulit Monica Halem, MD, dari Columbia University, dikutip dari webmd.com. Seorang etnis Afrika berkulit hitam tipe VI, misalnya, tidak merasakan efek penuaan dari matahari sebanyak orang kaukasia pada umumnya yang berkulit terang berambut pirang, alias tipe satu.

Radiasi ultraviolet (UV) adalah faktor lingkungan utama yang mempengaruhi fungsi dan kelangsungan hidup berbagai jenis sel, dan dianggap sebagai faktor penyebab utama kanker kulit seperti karsinoma sel basa, karsinoma sel skuamosa, dan melanoma ganas. Pigmentasi pada kulit dipercaya dapat melindungi dari efek buruk ini, karena melanin memiliki properti antioksidan dan penangkal radikal bebas. Banyak bukti penelitian yang menunjukkan bahwa orang dengan kulit lebih gelap memiliki tingkat kejadian kanker kulit yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan orang-orang kulit putih.

Kolagen juga memainkan andil dalam melawan penuaan dini. Sementara melanin menyerap radiasi UV dan melindungi kulit dari dalam, kolagen adalah molekul pembentuk jaringan kulit yang bertindak memberikan perlindungan terhadap penyakit dan cedera. Semakin tebal kulit dan semakin banyak melanin yang terkandung di dalamnya, semakin baik pula perlindungan terhadap proses penuaan, termasuk timbulnya keriput dan garis halus. Maka dari itu, orang yang memiliki kulit lebih gelap sering terlihat lebih muda dari orang-orang berkulit pucat.

Meskipun begitu, orang-orang berkulit gelap tidak sepenuhnya terjamin dari kerusakan akibat sinar matahari. Maka dari itu, penting untuk selalu menggunakan pelembab kaya vitamin E dan C, serta tabir surya minimum SPF-30 setiap kali akan beraktivitas di luar ruangan, bahkan bagi Anda yang berkulit gelap.

Lemak di wajah orang Asia juga berpengaruh

Beberapa ahli percaya bahwa bentuk wajah orang Asia juga memiliki andil dalam menonjolkan ‘keunggulan’ awet muda, karena lokasi lemak di wajah yang berbeda daripada ras-ras lain. Contohnya, ras Asia memiliki lemak lebih banyak di sekitar mata yang mencegah keriput di area ini lebih lama dibanding ras lain. Lemak wajah di beberapa area lain seperti sekitar mulut juga mempengaruhi mengapa wanita Asia bisa tampak muda. Bantalan lemak di sekitar mulut menghambat pembentukan kerutan, sehingga tampak lebih halus daripada ras lain.

Selain itu, anatomi dan raut wajah dari orang-orang Asia, mata yang lebih kecil, bibir tipis, tulang pipi lebih tinggi, dan dahi pendek dipercaya oleh sejumlah pakar membuat penampilan wanita Asia tampak beberapa tahun lebih muda.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

9 Cara Lindungi Diri Jalankan Hobi di Luar Ruang saat Adaptasi Kebiasaan Baru

PSBB memang mulai longgar, tetapi tetap ikuti tips lindungi diri di adaptasi kebiasaan baru agar terhindar dari COVID-19, Sobat Sehat!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
lindungi diri di adaptasi kebiasaan baru
Hidup Sehat, Tips Sehat 29/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Hati-hati Penggunaan Obat Kortikosteroid Berlebihan

Sering disebut "obat dewa" karena bisa menyembuhan alergi, gatal-gatal, hingga flu, obat kortikosteroid juga bisa berbahaya jika dipakai berlebihan.

Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
Hidup Sehat, Tips Sehat 28/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Minum Madu Setelah Minum Obat, Boleh atau Tidak?

Minum obat terus minum madu? Boleh atau tidak? Baiknya Anda simak penjelasan di sini mengenai bahaya dan anjuran saat minum madu.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat, Fakta Unik 27/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Tidur yang Sehat, Dengan Lampu Menyala atau Mati?

Anda sering tidur dalam keadaan terang benderang dan lampu menyala? Mungkin ini saatnya mulai belajar tidur dalam gelap.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Hidup Sehat, Fakta Unik 23/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
menghadapi kecemasan di new normal

Tips Menghadapi Kecemasan Kembali Beraktivitas di Era New Normal

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 03/08/2020 . Waktu baca 5 menit
nutrisi untuk mencegah covid

Penuhi Nutrisi Ini untuk Mencegah Penularan Coronavirus saat New Normal

Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 30/07/2020 . Waktu baca 9 menit
Konten Bersponsor

8 Tips Lari di Luar Ruangan saat Masa New Normal

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 29/07/2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
persiapan saat new normal

8 Hal yang Perlu Dipersiapkan Saat Keluar Rumah di Masa New Normal

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 29/07/2020 . Waktu baca 6 menit