Apa Bedanya Yoga dan Pilates, dan Mana yang Cocok untuk Saya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/01/2020 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Yoga dan pilates bisa dikatakan serupa, jika dilihat dari jenis gerakannya. Yang membedakan hanya tujuan akhirnya: yoga lebih memfokuskan latihan fleksibilitas, meditasi, dan pengelolaan stres, sementara gerakan pilates lebih berfokus menempa stamina tubuh.

Beda sejarahnya

Yoga bermula 5,000 tahun yang lalu di India, terus berkembang selama berabad-abad dan dipengaruhi oleh beragam budaya hingga kini tercipta berbagai jenis yoga, mulai dari Ashtanga, Kripalu, Bikram, sampai Vinyasa.

Pilates adalah versi kontemporer dari yoga. Awal mula pilates dikembangkan sekitar abad 20-an oleh seorang atlit, Joseph Pilates, di Jerman. Ia menciptakan serangkaian latihan fisik sebagai bentuk rehabilitasi dan penguatan, dengan memfokuskan pada pengendalian otot inti postural.

Keduanya membawa pemahaman bahwa tubuh dan pikiran adalah dua hal yang saling berkaitan satu sama lainnya. Namun, yoga menambahkan satu elemen pembeda: jiwa. Menjelajahi jiwa dan spiritualitas mengambil porsi yang cukup besar dalam praktik yoga secara keseluruhan, terutama melalui meditasi.

Sementara itu, pilates menciptakan prinsip hubungan antara tubuh dan pikiran, serta bagaimana keduanya bisa membantu Anda dalam kehidupan sehari-hari.

Yang mana yang lebih cocok untuk saya?

Jika prioritas Anda adalah pemulihan tubuh setelah cedera atau menguatkan persendian yang lemah, pilates memiliki keunggulan yang lebih dibanding yoga.

Rachel Compton, direktur pilates dari Elixr Health Club Sydney, mengatakan bahwa pilates bisa meningkatkan kekuatan inti tubuh dan stabilitasnya untuk mengembalikan vitalitas tubuh setelah cedera sendi. Pilates telah digunakan selama bertahun-tahun oleh fisioterapis untuk membantu mengelola dan memulihkan cedera dengan menguatkan otot-otot pendukung sendi, serta untuk mencegah kemungkinan cedera di kemudian hari.

Jika tujuan Anda adalah untuk ‘lari’ dari tumpukan stres dan rutinitas sehari-hari untuk mengembalikan fokus, pilih yoga. Yoga membantu Anda meraih dan menjaga keseimbangan antara tubuh, pikiran, dan jiwa. Praktik yoga mengombinasikan semua gerakan dan postur yang Anda butuhkan untuk mendapatkan kesehatan dan kesejahteraan tubuh secara umum, dengan memasukkan teknik relaksasi, pengaturan napas, dan meditasi untuk meraih ketenangan dan kedamaian spiritualitas.

Jika Anda pelari atau penari, kedua olahraga ini bisa mendatangkan manfaat berbeda yang sama besarnya untuk tubuh Anda.

Yoga adalah olahraga yang ideal jika peregangan dan fleksibilitas adalah tujuan utama Anda. Peregangan dari gerakan-gerakan yoga bisa membantu mengelola otot-otot yang aus setelah digunakan terus menerus untuk berlari.

Kelas yoga berkisar dari yang ringan dan menenangkan hingga berkeringat deras. Bikram, atau yoga panas, dilakukan di sebuah ruangan dengan pengaturan suhu udara hingga 40 derajat celsius. Dengan keberagaman kelas yoga, selalu ada tipe yoga yang pas untuk kebutuhan masing-masing orang.

Praktik pilates menantang inti tubuh Anda serta sambil menguatkan punggung dan tulang belakang, lengan, pinggul, paha dalam, dan perut Anda. Untuk Anda yang pelari, pilates bisa memperbaiki postur tubuh yang tidak seimbang dan melatih pergerakan tubuh agar lebih efisien, sehingga mengurangi risiko cedera.

Kedua olahraga ini bisa membantu Anda menurunkan berat badan jika dilakukan rutin dan teratur, walaupun tidak dari keduanya mengharuskan Anda terlibat dalam aktivitas aerobik fisik mati-matian, seperti tinju, lari, atau bersepeda. Satu sesi yoga selama 60 menit, tergantung dari jenis yoga yang Anda lakukan, bisa membakar 200-630 kalori. Melakukan pilates selama 60 menit bisa membakar 270-460 kalori per sesi, tergantung dari tingkat kesulitannya.

Kabar baiknya, Anda tidak harus memilih. Jika Anda tidak tahu harus memulai darimana, coba keduanya dan lihat mana yang lebih membawa manfaat untuk diri Anda. Banyak orang yang melakukan yoga dan pilates bersamaan untuk mendapatkan keseimbangan manfaat dari keduanya.

Tapi, jika Anda sudah memiliki tujuan khusus, fokuskan latihan hanya pada satu praktik agar Anda bisa mendapatkan manfaat yang optimal.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"

    Yang juga perlu Anda baca

    7 Mitos yang Salah Tentang Membentuk Otot

    Sudah olahraga mati-matian tapi otot tak juga terbentuk? Mungkin karena Anda mengikuti aturan membentuk otot yang hanya mitos belaka.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Adinda Rudystina
    Kebugaran, Hidup Sehat 12/06/2020 . 4 menit baca

    10 Jenis Cedera Olahraga yang Paling Sering Terjadi

    Saat berolahraga, tubuh Anda akan bergerak dan beraktivitas lebih intens dari biasanya sehingga Anda rawan mengalami 10 cedera olahraga berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kebugaran, Hidup Sehat 11/06/2020 . 8 menit baca

    Tidak Hanya Wanita, Inilah 7 Manfaat Yoga untuk Pria

    Siapa bilang yoga hanya untuk wanita? Banyak gerakan yoga yang bisa membantu pria membentuk otot idaman. Inilah manfaat yoga untuk pria.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Yoga & Pilates, Kebugaran, Hidup Sehat 10/06/2020 . 7 menit baca

    10 Cara Mudah Turun Berat Badan Tanpa Olahraga

    Apakah Anda sedang dalam program menurunkan berat badan? Adakah cara menurunkan berat badan tanpa olahraga? Cara ini menarik untuk disimak!

    Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
    Berat Badan Ideal, Hidup Sehat 28/05/2020 . 7 menit baca

    Direkomendasikan untuk Anda

    Olahraga di luar rumah pandemi

    Olahraga di Luar Rumah Saat Pandemi? Perhatikan Hal-hal Ini

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Dipublikasikan tanggal: 30/06/2020 . 4 menit baca
    apa itu kolesterol

    7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 5 menit baca
    pemanasan sebelum olahraga

    Berapa Lama Olahraga yang Dianggap Efektif?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 16/06/2020 . 5 menit baca
    pangan rekayasa genetika

    Yang Perlu Anda Tahu Seputar Pangan Rekayasa Genetika

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . 5 menit baca