High Intensity Interval Training Vs. Low Intensity Steady State: Mana yang Lebih Baik?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 24/03/2018
Bagikan sekarang

Jika Anda sedang menentukan olahraga apa yang paling tepat untuk menurunkan berat badan dan membakar kalori, coba kenali jenis-jenis olahraga kardio yang sedang digemari beberapa waktu belakangan ini. Ya, olahraga HIIT (High Intensity Interval Training) dan LISS (Low Intensity Steady State Cardio) adalah dua jenis olahraga kardio yang memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh. Olahraga ini dibedakan berdasarkan intensitas dan tipe latihannya.

Nah, jadi dari kedua jenis olahraga ini mana yang lebih baik untuk dilakukan? Temukan jawabannya dalam ulasan berikut ini.

Apa itu olahraga LISS?

LISS merupakan kependekan dari Low Intensity Steady State yang berarti olahraga kardio yang dilakukan dengan tingkat aktivitas yang rendah, tapi dalam jangka waktu yang lama. Waktunya berkisar selama 20-45 menit. Contoh olahraga LISS yakni berenang, bersepeda, joging santai, lompat tali, dan sepeda statis.

Meski intensitasnya lebih rendah dibandingkan olahraga HIIT, manfaatnya tidak kalah dengan olahraga HIIT karena olahraga LISS berperan penting dalam penurunan lemak tubuh. Olahraga LISS biasanya dianjurkan bagi para pemula yang sebelumnya jarang melakukan olahraga dan ingin memulai dari latihan ringan, penderita diabetes, orang dengan berat badan berlebih dan obesitas.

Apa itu olahraga HIIT?

High Intensity Interval Training (HIIT) adalah olahraga kardio dengan intensitas tinggi yang dilakukan dalam waktu singkat, sekitar 10-20 menit. Meski begitu, latihan ini sama manfaatnya dengan 2 kali latihan intensitas sedang.

Kegiatan yang bisa dilakukan selama olahraga HIIT beragam. Misalnya bersepeda, lari sprint, zumba, pilates, maupun latihan berat lainnya. Latihan interval intensitas tinggi melibatkan periode latihan yang singkat, tapi dengan jenis latihan berat untuk membuat detak jantung Anda meningkat lebih cepat. Polanya berawal dari intensitas sedang, kemudian beralih ke intensitas tinggi secara bergantian dalam interval yang telah ditentukan.

Contoh latihannya, dengan melakukan pemanasan joging ringan selama 5-10 menit. Dilanjutkan lari sprint sekitar 15-20 detik, dan terakhir Anda bisa berjalan selama 60-90 detik sebagai masa pemulihan. Ulangi tahapan ini sebanyak 5 sampai 10 kali, tujuannya untuk meningkatkan kapasitas tubuh Anda.

Olahraga HIIT juga disebut-sebut sebagai salah satu metode yang paling efektif untuk membakar lemak dan meningkatkan kebugaran jantung serta pembuluh darah.

interval training

Jadi lebih baik pilih olahraga HIIT atau olahraga LISS?

Sebelum menentukan pilihan olahraga kardio mana yang terbaik untuk Anda, tentukan dulu hasil kesehatan seperti apa yang Anda harapkan. Bila tujuan Anda adalah untuk membakar lemak, pilihan terbaik mungkin jatuh pada olahraga LISS. Sebab olahraga ini mengutamakan pengurangan lemak dalam tubuh. Semakin lama durasi latihan yang dilakukan, maka akan semakin banyak lemak yang dibakar.

Namun, penelitian menyatakan bahwa melakukan LISS lebih dari 45 menit dapat mengakibatkan hilangnya massa otot. Pasalnya, bukan lagi lemak yang diubah menjadi sumber energi, melainkan massa otot karena tubuh memanfaatkan jaringan otot sebagai sumber energi. Sementara pada olahraga HIIT, tugas utamanya yakni membakar karbohidrat untuk digunakan sebagai energi, dan lemak hanya sebagai sumber alternatifnya.

Bila Anda mencari olahraga kardio yang bisa membantu mengurangi risiko terserang diabetes dan penyakit jantung, olahraga HIIT adalah jawabannya. Sebab olahraga ini memberi manfaat bagi kesehatan jantung dan penurunan berat badan.

Yang perlu Anda ingat, meskipun olahraga HIIT mampu membakar karbohidrat lebih banyak tapi intensitas dalam olahraga ini membutuhkan beberapa pertimbangan. Pasalnya, latihan ini lebih direkomendasikan bagi mereka yang sudah terbiasa berolahraga. Jika Anda termasuk pemula atau jarang melakukan olahraga, risiko cedera yang terjadi akan lebih besar.

Pada intinya, pilihan terbaik ada di tangan Anda dengan tetap mempertimbangkan frekuensi dan tujuan Anda berolahraga. Jangan sampai manfaat baik dari olahraga tidak bisa Anda dapatkan karena salah memilih jenis olahraga.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ingin Olahraga, Tapi Malas Keluar Rumah? Coba Gerakan Senam Kardio Ini

Ingin berolahraga, tapi malas keluar rumah? Ada beberapa gerakan senam kardio yang efektif membuat Anda berkeringat, dan tentunya bisa dilakukan di rumah.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu

Bolehkah Ibu Hamil Berolahraga untuk Menurunkan Berat Badan?

Olahraga memberikan banyak manfaat bagi ibu hamil. Lantas, bagaimana jika ibu hamil ingin melakukan olahraga yang cukup berat untuk menurunkan berat badan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu

Pentingnya Screening dalam Olahraga, dari Cegah Cedera Hingga untuk Performa

Screening dalam olahraga memiliki banyak kegunaan. Mulai dari menilai risiko cedera, performa, bahkan efek samping dari olahraga itu sendiri.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu

Panduan Olahraga untuk Wanita Pengidap Kanker Payudara

Olahraga adalah kegiatan baik untuk semua orang, termasuk penderita kanker payudara. Lantas, bagaimana kiat-kiat tetap berolahraga meski sakit?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Widya Citra Andini

Direkomendasikan untuk Anda

semangat olahraga saat karantina

Mager Olahraga Saat Karantina? Ini 7 Tips Agar Anda Tetap Semangat

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 30/04/2020
olahraga setiap hari saat liburan

Bolehkah Bayar Utang Olahraga Sekaligus Langsung di Hari Libur?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 31/01/2020
olahraga untuk penderita fibromyalgia

5 Jenis Olahraga untuk Penderita Fibromyalgia yang Ampuh Meredakan Rasa Sakit

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 09/12/2019
pakaian olahraga hijab

5 Kiat Memilih Pakaian Olahraga yang Nyaman Buat Wanita Berhijab

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 03/12/2019