Bagaimana Kumis dan Jenggot Bisa Tumbuh?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Kumis dan jenggot belakangan ini menjadi suatu trend di kalangan pria. Pria yang memiliki kumis dan jenggot mungkin dianggap lebih jantan dan macho. Sehingga, banyak pria yang sengaja merawat dan bahkan sengaja menumbuhkan rambut di wajahnya dengan bantuan obat. Namun, sebenarnya bagaimana sih kumis dan jenggot bisa tumbuh?

Apa yang menyebabkan kumis dan jenggot tumbuh?

Banyak faktor yang memengaruhi pertumbuhan kumis dan jenggot pada pria. Faktor-faktor inilah yang membuat sebagian dari Anda memiliki kumis atau jenggot atau keduanya dan sebagian dari Anda mungkin tidak memiliki keduanya. Rambut pada wajah juga tumbuh pada berbagai tahap kehidupan yang berbeda antar individu, ada yang tumbuh lebih cepat dan juga ada yang lebih lambat. Selain itu, ada yang tumbuh dalam jumlah banyak dan juga ada yang dalam jumlah sedikit. Pertumbuhan kumis dan jenggot ini atau rambut wajah ditentukan oleh genetik (keturunan) dan hormon.

BACA JUGA: 7 Cara Mudah Merawat Jenggot

Keturunan

Pertumbuhan rambut pada wajah dipengaruhi oleh gen keturunan. Jadi, jika ayah Anda mempunyai kumis dan jenggot, kemungkinan besar Anda juga akan mempunyai kumis dan jenggot. Walaupun pria pada umumnya memiliki hormon testosteron dalam kadar yang hampir sama, namun perbedaan pertumbuhan rambut wajah pada pria bisa terjadi. Hal ini disebabkan oleh keturunan. Bagaimana tubuh Anda dalam merespon hormon testosteron dan kemudian bisa menumbuhkan kumis dan jenggot?

Setiap gen dalam tubuh Anda dapat memunculkan reaksi yang berbeda terhadap hormon androgen (testosteron) yang mengatur pertumbuhan rambut. Tubuh yang sangat sensitif terhadap testosteron berarti kumis dan jenggot dapat tumbuh lebih banyak. Rambut pada wajah akan mulai tumbuh saat pubertas. Rambut halus yang ada di wajah Anda perlahan berubah menjadi lebih kasar dan tebal saat Anda memasuki usia pubertas.

Genetika atau keturunan juga dapat memengaruhi kapan rambut wajah Anda akan menunjukkan penuaan. Biasanya kumis Anda akan berubah warna menjadi abu-abu atau keputihan lebih awal sebelum perubahan warna pada rambut kepala Anda. Warna kumis dan jenggot pun terkadang memang memiliki warna yang berbeda dengan rambut lainnya walaupun Anda sedang tidak mengalami penuaan. Hal ini normal terjadi karena folikel rambut mengandung berbagai tingkat pigmentasi. Selain itu, stres dapat menyebabkan warna rambut menjadi abu-abu, kekurangan vitamin dapat menyebabkan rambut kusam, dan sinar matahari dapat melemahkan dan menipiskan rambut wajah.

BACA JUGA: 10 Kesalahan yang Sering Dilakukan Pria Saat Mencukur Jenggot

Testosteron

Selain keturunan, pertumbuhan rambut wajah pada pria juga dipengaruhi oleh hormon testosteron. Pada masa pubertas, produksi hormon testosteron pada pria meningkat, sehingga rambut halus pada pria berubah menjadi lebih kasar, tebal, dan gelap yang dikenal sebagai rambut terminal. Rambut terminal ini meningkat di seluruh tubuh, tetapi sebagian besar tumbuh lebih cepat pada bagian bawah lengan (ketiak), wajah (kumis dan jenggot), dan dekat organ seksual.

Pada wajah, biasanya rambut terminal tumbuh mulai dari bibir atas kemudian menyebar ke pipi dan dagu. Seberapa banyak rambut ini tumbuh tentu kembali lagi diatur oleh keturunan. Jadi, jika ada pria yang tidak mempunyai kumis dan jenggot sama sekali yang menyebabkannya adalah keturunan bukan masalah hormon. Anda tidak perlu khawatir akan hal ini.

Kumis dan jenggot bisa tumbuh pada wanita, bagaimana bisa?

Hormon testosteron dimiliki oleh pria dan wanita. Namun, pada pria hormon ini terdapat dalam kadar yang lebih tinggi, sedangkan pada wanita terdapat dalam kadar yang sangat rendah. Oleh karena itu, wanita tidak memiliki kumis dan jenggot seperti pria. Rambut wajah memang normal tumbuh pada pria, namun apakah Anda pernah melihar wanita memiliki kumis atau jenggot seperti pria?

Ya, ternyata ada sebagian kecil wanita yang juga memiliki kumis atau jenggot. Hal ini menjadi hal yang aneh di antara banyak wanita, namun bisa terjadi. Seorang wanita yang memiliki rambut wajah berlebihan mungkin mengalami hirsutisme. Hirsutisme bisa disebabkan karena wanita mengalami kelebihan hormon pria yang disebut hormon androgen (hormon kunci yang akan menjadi hormon testosteron) yang memengaruhi pertumbuhan kumis dan jenggot pada pria. Atau, bisa juga dikarenakan oleh etnis atau keluarga (keturunan).

Pada wanita yang mengalami hirsutisme, ia dapat mempunyai rambut yang lebih gelap dan tebal pada bagian bibir atas (kumis) dan dagu (jenggot), bahkan bisa juga muncul di bagian dada dan di bagian lainnya seperti pada pria.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengapa Sebagian Orang Mudah Dihipnotis, Sementara yang Lain Tidak?

Anda mungkin waspada ketika berjalan sendirian, takut dihipnotis oleh orang tak dikenal. Tahukah Anda tidak semua orang mudah dihipnotis?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Penyakit Saraf Lainnya 4 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Mengenal Angiosarkoma, Kanker yang Sering Menyerang Kulit Kepala dan Leher

Anda mungkin sudah sering mendengar tentang kanker payudara, kanker serviks, dan jenis kanker lainnya. Bagaimana dengan angiosarkoma?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Penyakit Kanker Lainnya 4 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

9 Bahaya yang Bisa Terjadi Jika Nekat Bikin Tato di Mata

Tertarik ingin mata Anda berwarna tidak hanya warna putih saja? Tato mata bisa jadi jawabannya. Sebelum lakukan, cari tahu dulu bahayanya di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kesehatan Mata, Penyakit Mata 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Apakah Produk Pembersih di Rumah Anda Sebabkan Masalah Pernapasan?

Kandungan dalam berbagai produk pembersih rumah bisa menimbulkan masalah kesehatan. Bagaimana cara memilih dan mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 3 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Mengenal Misophonia

Misophonia, Alasan Mengapa Anda Benci Suara Tertentu

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
manfaat pisang

9 Manfaat Pisang yang Jadi Buah Favorit Banyak Orang

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
berhenti minum pil kb

7 Hal yang Bisa Terjadi Pada Tubuh Jika Anda Berhenti Minum Pil KB

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
mencium bau

Kenapa Beberapa Orang Cenderung Susah Mencium Bau?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit