home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Bagaimana Kumis dan Jenggot pada Pria Bisa Tumbuh Lebat?

Bagaimana Kumis dan Jenggot pada Pria Bisa Tumbuh Lebat?

Kumis dan jenggot belakangan ini menjadi suatu tren bagi kalangan pria. Pria yang merawat rambut wajah mereka mungkin dianggap lebih jantan dan macho. Sehingga, banyak kalangan yang sengaja merawat dan sengaja menumbuhkan rambut wajahnya dengan, bahkan dengan bantuan obat. Namun, bagaimana sebenarnya kumis dan jenggot bisa tumbuh?

Apa saja faktor yang memengaruhi kumis dan jenggot tumbuh?

Banyak faktor yang memengaruhi pertumbuhan kumis dan jenggot pada pria. Faktor-faktor inilah yang membuat sebagian dari Anda memiliki kumis, jenggot, atau keduanya. Sedangkan, sebagian pria lain mungkin tidak memiliki keduanya.

Rambut pada wajah juga tumbuh pada berbagai tahap kehidupan yang berbeda antarindividu. Ada yang tumbuh lebih cepat atau lebih lambat, sementara ada yang tumbuh dalam jumlah banyak dan dalam jumlah sedikit.

Secara umum, pertumbuhan kumis dan jenggot pada pria ditentukan oleh keturunan (genetik) dan hormon yang ulasannya seperti di bawah ini.

1. Keturunan

kumis dan jenggot tidak tumbuh

Pertumbuhan rambut pada wajah dipengaruhi oleh gen keturunan. Jadi, jika ayah Anda memiliki kumis dan jenggot, kemungkinan besar Anda juga akan mempunyainya. Faktor keturunan akan sangat berpengaruh, biarpun kebanyakan pria memiliki kadar hormon testosteron yang hampir sama. Akibatnya, pertumbuhan rambut wajah pada pria bisa berbeda antarindividu.

Setiap gen dalam tubuh Anda bisa memunculkan reaksi berbeda terhadap hormon androgen (testosteron) yang mengatur pertumbuhan rambut. Tubuh yang sangat sensitif pada testosteron berarti kumis dan jenggot bisa tumbuh lebih banyak, sedangkan tubuh yang tidak sensitif cenderung akan menunjukkan hasil sebaliknya.

Keturunan atau genetik juga bisa memengaruhi kapan rambut wajah Anda akan menunjukkan penuaan. Biasanya kumis akan berubah warna menjadi abu-abu atau keputihan lebih awal, sebelum perubahan warna pada rambut kepala Anda. Selain itu, warna kumis dan jenggot terkadang bisa memiliki warna yang berbeda dengan rambut lainnya, biarpun Anda sedang tidak mengalami penuaan.

Hal ini normal terjadi karena folikel rambut mengandung berbagai tingkat pigmentasi. Selain itu, beberapa faktor juga bisa memengaruhi, misalnya stres juga bisa menyebabkan warna rambut menjadi abu-abu, kekurangan vitamin dapat menyebabkan rambut kusam, dan sinar matahari dapat melemahkan dan menipiskan rambut wajah.

2. Testosteron

cara menghilangkan bulu pria

Selain keturunan, pertumbuhan kumis dan jenggot pada pria juga dipengaruhi oleh hormon testosteron. Peningkatan produksi hormon testosteron pada pria selama masa pubertas bisa menyebabkan pertumbuhan rambut halus pada pria berubah menjadi lebih kasar, tebal, dan gelap. Rambut-rambut halus ini dikenal sebagai rambut terminal.

Peningkatan pertumbuhan rambut terminal ini terjadi pada hampir seluruh bagian tubuh. Namun, sebagian besar tumbuh lebih cepat pada bagian tertentu, misalnya bawah lengan (ketiak), wajah (kumis dan jenggot), dan dekat organ seksual.

Pada wajah, biasanya rambut terminal tumbuh mulai dari bibir atas kemudian menyebar ke pipi dan dagu. Seberapa banyak rambut ini tumbuh tentu kembali lagi diatur oleh keturunan. Pria yang tidak mempunyai rambut wajah sama sekali, faktor penyebabnya adalah keturunan atau genetik, bukan gangguan hormon.

Bagaimana cara menumbuhkan kumis dan jenggot dengan cepat?

Kondisi kesehatan secara menyeluruh akan memengaruhi tubuh, termasuk pertumbuhan rambut wajah pada pria. Anda tentu tidak bisa mengubah faktor keturunan atau genetik, tetapi Anda bisa meningkatkan kadar hormon testosteron dengan menerapkan gaya hidup sehat.

Beberapa cara yang bisa membantu Anda dalam menumbuhkan kumis dan jenggot agar tampil lebih maskulin seperti berikut ini.

  • Berolahraga rutin. Aktivitas fisik mampu meningkatkan aliran darah yang merangsang pertumbuhan rambut pada folikel. Olahraga apapun bisa Anda lakukan, terutama latihan kekuatan dan angkat beban.
  • Mengatur asupan makanan. Nutrisi makanan bisa memengaruhi kadar testosteron, seperti makanan tinggi protein tanpa lemak, makanan tinggi zat besi dan zinc, biji-bijian, kacang-kacangan, serta buah-buahan dan sayuran.
  • Istirahat dan tidur cukup. Tubuh akan melepaskan testosteron ketika Anda tertidur, jadi kurang tidur bisa mengganggu produksi hormon ini. Cobalah untuk memperbaiki jam tidur, misalnya dengan menghindari makan dan bermain ponsel sebelum tidur.
  • Menjaga kesehatan kulit wajah. Kebersihan dan kelembapan kulit wajah, terutama di sekitar atas bibir dan dagu perlu Anda perhatikan. Rutin mencuci wajah juga bisa mengangkat sel kulit mati dan kotoran di sekitar folikel rambut.
  • Konsultasi ke dokter. Kadar testosteron rendah perlu pemeriksaan dokter untuk mengetahui penyebab dan solusinya. Anda mungkin akan mendapatkan resep berupa suplemen, seperti zat besi untuk meningkatkan produksi testosteron.

Kumis dan jenggot bisa tumbuh pada wanita, bagaimana bisa?

hirsutisme.jpg” alt=”hirsutisme adalah” width=”640″ height=”427″ srcset=”https://cdn.hellosehat.com/wp-content/uploads/2016/08/hirsutisme.jpg 1000w, https://cdn.hellosehat.com/wp-content/uploads/2016/08/hirsutisme-400×267.jpg 400w, https://cdn.hellosehat.com/wp-content/uploads/2016/08/hirsutisme-90×60.jpg 90w, https://cdn.hellosehat.com/wp-content/uploads/2016/08/hirsutisme-45×30.jpg 45w, https://cdn.hellosehat.com/wp-content/uploads/2016/08/hirsutisme-300×200.jpg 300w, https://cdn.hellosehat.com/wp-content/uploads/2016/08/hirsutisme-700×467.jpg 700w” sizes=”(max-width: 640px) 100vw, 640px” />Tubuh pria dan wanita memiliki hormon testosteron. Namun, pada pria hormon ini terdapat dalam kadar yang lebih tinggi, sedangkan wanita kadarnya sangat rendah. Oleh karena itu, wanita tidak mengalami pertumbuhan rambut wajah. Rambut wajah memang normal tumbuh pada pria, namun wanita nyatanya juga bisa memiliki kumis atau jenggot.

Ya, ternyata ada sebagian kecil wanita yang juga memiliki kumis atau jenggot. Hal ini menjadi hal yang aneh bagi banyak kalangan wanita, namun bisa saja terjadi. Seorang wanita yang memiliki rambut wajah berlebihan mungkin mengalami hirsutisme.

Hirsutisme terjadi karena wanita mengalami kelebihan hormon pria, yakni hormon androgen (testosteron) yang memengaruhi pertumbuhan kumis dan jenggot. Kondisi ini juga bisa terjadi akibat gangguan kesehatan, seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS), sindrom Cushing, dan tumor yang merangsang produksi hormon testosteron pada wanita.

Pada wanita yang mengalami hirsutisme, mereka bisa mempunyai rambut yang lebih gelap dan tebal pada bagian bibir atas dan dagu. Bahkan, kondisi ini bisa juga muncul pada bagian dada atau bagian lainnya, seperti yang pria alami.

Selain hirsutisme, penyebab wanita bisa memiliki kumis dan jenggot juga dikarenakan oleh etnis atau keluarga (keturunan).

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Bogle, D. (2013). What Causes Facial Hair to Grow?. Livestrong. Retrieved 2 January 2017, from http://www.livestrong.com/article/174185-what-causes-facial-hair-to-grow/ 

Inzalaco, S. (2014). 10 Things You Didn’t Know about Mustaches. Men’s Health. Retrieved 2 January 2017, from https://www.menshealth.com/style/a19522617/10-things-didnt-know-about-mustaches/

Pappas, S. (2011). Why Do Men Have Facial Hair but Women Don’t?. Live Science. Retrieved 2 January 2017, from https://www.livescience.com/32700-why-do-men-have-facial-hair-but-women-dont.html

Whelan, C., & Cobb, C. (2018). Beard Growth: Faster and Bushier. Healthline. Retrieved 24 May 2021, from https://www.healthline.com/health/beard-growth-fast#tips

Foto Penulis
Ditulis oleh Arinda Veratamala pada 06/01/2017
x