Sebelum Memasang Crown Gigi, Kenali Dulu Ragam Efek Sampingnya

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 02/12/2019
Bagikan sekarang

Crown gigi bermanfaat untuk mengembalikan bentuk, ukuran, dan kekuatan gigi. Selain itu crown gigi juga memperbaiki tampilan dan melindungi gigi dari kerusakan. Meski manfaatnya begitu beragam, pemasangan crown gigi juga tidak luput dari kemunculan efek samping. Apa saja efek samping yang perlu diwaspadai?

Beragam efek samping memasang crown gigi

Crown gigi berfungsi sebagai selubung yang menutupi seluruh permukaan gigi asli. Sering kali, alat ini juga perlu berkontak langsung dengan gusi agar mampu menyokong gigi asli dengan lebih kuat.

Mengingat posisinya begitu dekat dengan jaringan sekitar gigi yang sensitif, berikut sederet risiko yang dapat terjadi:

1. Gigi terasa tidak nyaman atau menjadi sensitif

obat gigi ngilu

Ini merupakan efek samping yang paling umum dari pemasangan crown gigi. Terutama bila gigi yang baru dipasangi crown masih memiliki saraf yang lengkap.

Gigi dapat menjadi sangat sensitif terhadap suhu panas, dingin, serta makanan tertentu.

Jika gigi terasa tidak nyaman atau ngilu saat menggigit, kondisi ini bisa disebabkan karena crown dipasang terlalu tinggi.

Cobalah berkonsultasi dengan dokter untuk mengatasi masalah ini. Dokter dapat melakukan prosedur tertentu guna memperbaiki posisi crown gigi.

2. Crown gigi longgar atau lepas

crown gigi

Seiring waktu, bahan perekat crown gigi lambat laun dapat terkikis. Hal ini tidak hanya membuat crown gigi menjadi longgar, tapi juga memungkinkan bakteri untuk masuk dan menyebabkan gigi membusuk.

Akibatnya, crown tidak lagi menempel dengan kuat pada gigi asli.

Efek samping lain mungkin terjadi adalah lepasnya crown dari gigi asli. Penyebabnya bisa karena crown tidak dipasang dengan baik atau perekatnya kurang kuat.

Dokter biasanya dapat memasang crown kembali dengan mudah. Namun, jika crown atau gigi asli telah rusak, dokter perlu membuatkan crown yang baru.

3. Crown gigi patah

gigi patah

Crown gigi yang terbuat dari porselen bisa patah akibat tekanan yang besar.

Tekanan dapat berasal dari kebiasaan menggigiti kuku dan benda keras, makan makanan keras, membuka bungkus makanan dengan gigi, atau perilaku lainnya yang merusak gigi.

Retak atau patah kecil pada crown gigi masih bisa diperbaiki dengan menempelkan bahan berupa komposit resin.

Sementara pada kerusakan yang parah, dokter mungkin perlu membentuk ulang crown gigi atau menggantinya dengan yang baru.

4. Reaksi alergi

obat gusi radang

Crown gigi memiliki bagian yang terbuat dari berbagai jenis logam.

Bagi orang yang alergi pada logam atau porselen, pemasangan crown gigi justru dapat memicu reaksi alergi. Efek samping ini memang langka, tapi pengguna crown gigi tetap perlu waspada.

Dilansir dari Journal of Clinical & Diagnostic Research, gejala alergi crown gigi antara lain:

  • Sensasi terbakar pada mulut atau gusi
  • Gingival hyperplasia, yakni pertumbuhan jaringan gusi secara berlebihan
  • Lidah mati rasa sebelah
  • Peradangan pada mulut bibir
  • Ruam di sekitar mulut
  • Nyeri otot dan sendi serta gangguan fungsi jantung pada orang yang alergi terhadap logam titanium

5. Masalah pada gusi

obat gusi bengkak

Pemilik crown gigi lebih berisiko mengalami gingivitis.

Penyakit ini ditandai dengan peradangan pada gusi sehingga gusi tampak kemerahan dan mudah berdarah. Untuk mencegahnya, Anda perlu berupaya menjaga kebersihan gigi dan mulut setiap hari.

Jika dibiarkan, gingivitis dapat bertambah parah dan menyebabkan gusi tertarik dari crown gigi.

Efek samping ini akan berpengaruh terhadap penampilan karena crown gigi tampak terpisah dari gusi yang menyokongnya.

Crown gigi bisa mengembalikan bentuk gigi dan melindunginya dari kerusakan, tapi alat ini tidak dapat menangkal pembusukan gigi maupun penyakit gusi.

Maka dari itu, Anda harus selalu menjaga kebersihan gigi dengan menyikatnya sebanyak 2 kali sehari.

Setelah menyikat gigi, bersihkan celah-celah gigi menggunakan benang gigi.

Fokuslah pada celah bertemunya crown gigi dengan gusi untuk menghilangkan sisa makanan yang tertinggal. Tidak lupa, berkumurlah dengan larutan antiseptik setidaknya satu kali sehari.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Kesalahan Umum yang Dilakukan Ortu Saat Mengajari Anak Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

    Mengajari anak menyikat gigi tidak boleh setengah-setengah. Jika anak terbiasa dengan cara-cara ini, giginya akan lebih sering bermasalah saat besar nanti!

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Parenting, Tips Parenting Oktober 28, 2019

    Ciptakan Momen Sikat Gigi yang Seru di Malam Hari

    Mengajarkan anak rajin menyikat gigi memang sulit. Sebagai orangtua, Anda harus pintar-pintar menciptakan momen seru sikat gigi bersama anak di malam hari.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Parenting, Tips Parenting Oktober 7, 2019

    4 Kebaikan Tak Terduga Gigi Sehat pada Anak

    Selain jadi jarang sakit, memiliki gigi yang sehat juga ternyata bantu meningkatkan performa akademis anak di sekolah. Lho, apa hubungannya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Gigi dan Mulut, Hidup Sehat Oktober 7, 2019

    Panduan Melakukan Flossing Gigi yang Baik dan Benar

    Selain menyikat gigi, Anda juga perlu flossing gigi secara teratur. Supaya hasilnya optimal, simak panduan cara flossing gigi berikut ini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Gigi dan Mulut, Hidup Sehat Oktober 3, 2019

    Direkomendasikan untuk Anda

    cabut gigi geraham

    Amankah Melakukan Prosedur Cabut Dua Gigi Geraham Sekaligus?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Tanggal tayang April 22, 2020
    pulpotomi

    Apa Itu Perawatan Pulpotomi untuk Gigi?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Tanggal tayang April 13, 2020
    hypodontia adalah

    Mengenal Hypodontia, Kelainan Genetik Saat Sejumlah Gigi Tak Tumbuh

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Tanggal tayang Desember 30, 2019
    pasta gigi untuk anak

    Pentingnya Memilih Pasta Gigi Anak Terbaik untuk Kesehatan Rongga Mulutnya

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Tanggal tayang November 8, 2019