Penyebab Gusi Berdarah Saat Sikat Gigi yang Harus Diwaspadai, Plus Cara Mengatasinya

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Kebanyakan orang seringnya menganggap sepele ketika gusi mereka berdarah saat menyikat gigi. Mungkin hanya akibat menggosoknya terlalu keras. Meski begitu, gusi berdarah saat sikat gigi bisa menjadi pertanda ada yang tidak normal di dalam mulut. Mari simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Apa penyebab gusi berdarah saat sikat gigi?

Jika gusi Anda berdarah saat menyikat gigi meski sudah menggosoknya pelan-pelan, ini mungkin dikarenakan adanya peradangan pada gusi. Radang gusi, yang juga dikenal dengan istilah gingivitis, dapat terjadi karena menumpuknya plak dan karang gigi.

Plak bisa timbul di gigi karena penumpukan bakteri akibat malas menyikat gigi, atau cara sikat gigi Anda tidak efektif — misalnya tidak semua bagian gigi terkena bulu sikat gigi. Plak yang menumpuk ini lama-lama mengeras membentuk karang gigi.

Karang gigi akan menyebabkan gusi yang tadinya sehat menjadi meradang. Tanda awal radang gusi adalah perubahan warna gusi menjadi kemerahan dan mudah berdarah.

Siapa saja yang paling rentan mengalami gusi berdarah saat sikat gigi?

Orang-orang yang tidak menjaga kebersihan mulut dan giginya dengan baik rentan mengalami gingivitis yang menyebabkan gusi mudah berdarah saat sikat gigi. Gingivitis juga kerap terjadi pada penderita penyakit diabetes serta orang yang mengonsumsi obat hipertensi dan obat penyakit jantung.

Selain itu, gusi berdarah saat sikat gigi juga dapat dipicu oleh beberapa kondisi berikut:

  • Gigi berlubang besar sehingga menyebabkan gusi bengkak
  • Menyikat gigi terlalu keras
  • Pemakaian tusuk gigi berulang yang melukai gusi
  • Posisi gigi yang berantakan dan bertumpuk
  • Tambalan gigi yang kurang baik
  • Memakai gigi palsu yang menekan gusi

Wanita yang sedang hamil, menstruasi, atau sedang minum pil KB juga rentan mengalami gusi berdarah saat sikat gigi karena adanya perubahan hormon tubuh. Biasanya, kondisi ini akan berhenti ketika Anda sudah tidak lagi menjalani faktor risiko tersebut.

Apa yang harus cepat dilakukan begitu gusi berdarah sewaktu menggosok gigi?

Apabila darah yang keluar hanya sedikit, ini tidak menjadi masalah. Darah yang keluar sebaiknya jangan ditelan, dikumur pelan dan dibuang saja.

Begitu gusi berdarah, segera hentikan sesi menyikat gigi Anda untuk sementara dan tekan gusi yang berdarah dengan kapas steril. Jika darahnya sudah mulai mereda, kumur dengan air dingin sampai perdarahan benar-benar berhenti.

Bagaimana dengan air garam? Beberapa ahli membolehkan untuk berkumur air garam, tapi ada yang juga kontra karena jika Anda meraciknya dengan terlalu banyak garam malah dapat semakin mengiritasi gusi yang terlanjur luka. Alternatif yang lebih amannya, gunakan obat kumur antiseptik untuk mencegah berkembangnya infeksi pada luka tersebut.

Setelah perdarahan berhenti, Anda bisa lanjutkan menyikat gigi sampai selesai agar faktor penyebab perdarahan hilang. Sikat gigi secara perlahan dengan gerakan memutar ke seluruh permukaan gigi. Jangan menekan sikat gigi terlalu kencang dan menggerakkan sikat ke atas-ke bawah atau menyikat ke samping.

Bagaimana cara mencegah agar gusi tidak berdarah saat menyikat gigi?

Untuk menjaga gusi tetap sehat ke depannya dan perdarahan tidak terulang lagi, saya menganjurkan Anda untuk minum air putih lebih banyak serta makan sayur dan buah yang tinggi kalsium dan vitamin C.

Jangan lupa juga untuk rutin menggunakan benang gigi atau flossing satu kali sehari untuk membersihkan plak-plak di sela gigi. Penggunaan floss atau benang gigi juga harus hati-hati agar tidak menekan gusi.

Pilih sikat gigi yang bagus, supaya gusi tidak mudah berdarah

Untuk menghindari kejadian ini terulang lagi ke depannya, sebaiknya ganti sikat gigi Anda dengan sikat gigi yang berbulu halus dan kepala sikat yang kecil. Sikat gigi manual atau elektrik sama saja baiknya, asal teknik menyikat gigi yang Anda lakukan benar dan jenis bulu sikatnya bagus. Sikat gigi sebaiknya diganti setiap 3 bulan sekali atau saat bulu sikat sudah keluar-keluar.

Sikat gigi dua kali sehari (pagi dan malam sebelum tidur) dengan pasta gigi yang mengandung fluoride.

Kapan harus ke dokter gigi bila gusi keluar darah saat sikat gigi?

Apabila sudah merawat gigi dengan baik, tapi gusi masih tetap berdarah setiap kali sikat gigi, sebaiknya segera ke dokter gigi untuk memeriksakan diri. Terlebih apabila darah yang keluar banyak dan tidak berhenti walaupun sudah dibuang pada saat sikat gigi.

Dokter gigi akan memeriksa penyebab gusi berdarah dan akan melakukan perawatan sesuai kondisi, atau bahkan membersihkan karang gigi yang bisa menyebabkan perdarahan di gusi sewaktu disikat.

Apabila perdarahan tidak hanya terjadi saat sikat gigi, namun lebih sering dan berlangsung lama, kemungkinan disebabkan karena kondisi kelainan darah seperti hemofilia, kelainan trombosit, atau bahkan leukimia.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Artikel dari ahli drg. Melia

Penyebab dan Cara Mengatasi Gusi yang Bengkak

Gusi sakit dan membengkak bukan sekadar hal sepele. Jika dibiarkan bisa menyebabkan masalah serius lainnya. Pahami apa saja penyebab gusi bengkak.

Ditulis oleh: drg. Melia
penyebab gusi bengkak

Panduan Tepat Merawat Gigi yang Dipasang Behel

Bagi Anda yang giginya dibehel atau dikawat, harus merawat giginya dengan benar. Bagaimana cara merawat kawat gigi di rumah ataupun di dokter?

Ditulis oleh: drg. Melia
cara merawat gigi dikawat
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 11 Februari 2019

Mengenal Berbagai Jenis Tambalan Gigi dan Cara Merawatnya

Gigi yang bolong atau rusak biasanya akan diperbaiki dengan cara ditambal. Tambal gigi tidak hanya 1 jenis. Apa saja jenis-jenis tambalan pada gigi?

Ditulis oleh: drg. Melia
tambal gigi
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 21 Januari 2019

Yang juga perlu Anda baca

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Cepat lelah dan kehabisan napas bisa jadi tanda kebugaran jantung dan paru-paru Anda kurang baik. Tapi bagaimana cara mengukurnya? Simak di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Kebugaran, Hidup Sehat 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Mau coba hal-hal baru di ranjang, tapi pasangan Anda malu berhubungan intim? Tenang, Anda bisa membangkitkan kehidupan seks Anda dengan beragam cara ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ketika Ada mengalami cedera kaki, mungkin Anda akan diminta untuk menggunakan tongkat penyangga (kruk) untuk berjalan. Lalu bagaimana cara menggunakannya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Psoriasis pada Kuku

Semua bagian tubuh bisa saja terserang psoriasis, termasuk kuku Anda. Simak ulasan lengkap tentang gejala dan perawatan psoriasis kuku dalam artikel ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Kulit, Psoriasis 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

risiko kesehatan akibat terlalu lama menatap layar komputer

Risiko Kesehatan Setelah Menatap Layar Komputer Terlalu Lama

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Elita Mulyadi
Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
kepribadian introvert ekstrovert kesehatan

Apakah Kepribadian Anda Introvert atau Ekstrovert? Ini Pengaruhnya untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 4 menit
gangguan pencernaan anak

Gangguan Pencernaan yang Sering Dialami Bayi dan Anak-Anak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 10 menit
Seks dengan Lampu Menyala

6 Alasan Seks Lebih Menyenangkan dengan Lampu Menyala

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit