Penyebab dan Cara Mengatasi Gusi yang Bengkak

Gusi terasa nyeri, berwarna kemerahan, bengkak, dan tidak nyaman saat mengunyah adalah ciri-ciri gusi radang atau bengkak. Tentu saja, penyebab dari gusi bengkak sangat beragam dan terkadang diabaikan. 

Padahal, kondisi ini harus segera diobati, karena bila didiamkan berlama-lama akan menimbulkan komplikasi. Komplikasinya bisa menimbulkan infeksi sampai timbul nanah Jika kondisi daya tahan tubuh Anda rendah, bengkak dapat menyebar ke bagian tubuh lain seperti daerah pipi, bawah mata, rahang, leher, hingga dada.

Pada kondisi radang gusi yang parah, gusi akan bengkak dan lama kelamaan akan terjadi penurunan gusi sehingga menyebabkan gigi goyang hingga dapat copot sendiri.  Lalu, bagaimana cara mengatasi gusi yang bengkak meradang?

Penyebab gusi bengkak

puasa saat sakit gigi obat Asam Mefenamat

Gusi membengkak dapat disebabkan karena berbagai hal. Antara lain berikut ini:

1. Infeksi

Jika ada gigi berlubang dan bolongnya mencapai saraf gigi, lama kelamaan gigi akan mati dan terjadi penumpukan bakteri hingga ke bawah akar gigi yang akan menimbulkan bengkak pada gusi. Jika sudah dalam kondisi kronis, bengkak pada gusi ini bisa berbentuk seperti mata bisul dan mengeluarkan nanah.

2. Trauma

Pada kondisi tertentu, tekanan yang berlebih pada gigi bisa menyebabkan gusi bengkak. Hal ini sering disebut abses gingival atau abses periodontal. Trauma dapat disebabkan karena banyaknya gigi yang hilang, menggigit sesuatu terlalu kencang, tertusuk benda tajam seperti tulang ikan, dan kondisi trauma lainnya.

3. Kurang menjaga kebersihan mulut

Kebersihan mulut yang rendah juga dapat menyebabkan gusi meradang (gingivitis). Kondisi ini dapat menyebabkan gusi memerah dan gampang berdarah. Selain karena jarang membersihkan gigi, beberapa penyebab yang dapat meningkatkan risiko gigi sulit dibersihkan antara lain:

  • Karena banyaknya karang gigi
  • Sedang dalam perawatan kawat gigi sehingga sulit membersihkan gigi
  • Adanya tambalan yang mencapai gusi juga dapat menyebabkan gusi meradang dan bengkak

4. Faktor lainnya

Kondisi seperti perubahan hormon saat hamil, kurangnya asupan vitamin C, memiliki diabetes, dan konsumsi obat-obatan tertentu dapat meningkatkan risiko gusi jadi bengkak

Diagnosis dan pengobatan gusi bengkak

dokter gigi

Pertama-tama dokter akan menanyakan riwayat kasus gusi yang bengkak. Lalu, dokter gigi akan mengecek kondisi gigi dan gusi untuk mencari tahu penyebab dasar gusi jadi bengkak.

Selain itu, dokter akan memeriksa apakah ada gigi yang berlubang atau tidak, serta bagaimana kondisi kebersihan mulut pasien. Terkadang pemeriksaan radiografis (rontgen gigi) dibutuhkan untuk membantu untuk membantu proses diagnosis.

Setelah dokter gigi mendiagnosis kondisi gusi, dokter akan melanjutkan dengan perawatan dan pengobatan. Apabila penyebabnya adalah infeksi, dokter gigi akan merawat gigi Anda dan meresepkan obat seperti antibiotik jika perlu.

Sedangkan jika penyebabnya adalah trauma, dokter gigi akan mencoba menghilangkan trauma seperti dengan mengasah gigi atau menyarankan pemakaian gigi tiruan. Apabila karena kurang kebersihan gigi, pembersihan karang gigi dan oral profilaksis akan dilakukan.

Cara mengobati gusi sakit di rumah

Anda juga bisa membantu kondisi gusi cepat pulih dengan melakukan perawatan di rumah. Berikut adalah hal yang bisa dilakukan:

  • Anda harus menjaga kebersihan mulut dengan menyikat gigi 2 kali dalam sehari. Saat menyikat gigi, dianjurkan pakai sikat gigi dengan bulu yang lembut dan menggunakan benang gigi.
  • Kumur menggunakan obat kumur antiseptik non alkohol atau dapat diganti dengan air garam hangat.
  • Mengonsumsi obat pereda nyeri apabila sakit.
  • Banyak minum air putih dan makan buah-buahan.
  • Hindari merokok dan konsumsi alkohol.

Saat dalam masa perawatan dan pengobatan oleh dokter gigi, baiknya hindari makanan yang rasanya pedas atau bersuhu panas. Selain itu dianjurkan untuk tidak mengonsumsi minuman yang mengandung alkohol.

Hal yang harus dihindari untuk mencegah gusi bengkak

Supaya tidak bengkak lagi, saya sarankan untuk menghindari beberapa hal, seperti:

  • Mendiamkan lubang gigi, segera ke dokter bila gigi bermasalah
  • Menggigit sesuatu terlalu kencang
  • Melakukan kebiasaan parafungsi (misalnya menggigit kuku, pulpen, menggeretakan gigi)
  • Tidak menyikat gigi dua kali sehari
  • Tidak membersihkan karang gigi ke dokter

Baca Juga:

drg. Melia Kesehatan Gigi & Mulut
drg. Melia adalah dokter gigi umum lulusan Universitas Indonesia. Lulus tahun 2017 dengan IPK tertinggi, saat ini drg. Melia bekerja di beberapa klinik ...
Selengkapnya
drg. Melia Kesehatan Gigi & Mulut

drg. Melia adalah dokter gigi umum lulusan Universitas Indonesia. Lulus tahun 2017 dengan IPK tertinggi, saat ini drg. Melia bekerja di beberapa klinik daerah Jakarta Pusat dan Cibubur. Dokter ini juga sangat menyukai anak-anak dan memiliki passion di bidang estetik.

 

 

Selengkapnya
Artikel Terbaru