3 Tips Jitu Agar Terhindar dari Mulut Kering Ketika Puasa

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Hampir semua orang yang berpuasa, biasanya mengeluhkan mulut yang terasa kering. Terang saja, ini karena Anda tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman selama kurang lebih 13-14 jam. Kalau sudah begini, otomatis akan keluar aroma yang tidak sedap dari dalam mulut. Hmm… Pasti tidak nyaman rasanya untuk berbicara ketika kondisi mulut sedang tidak segar, ‘kan? Lantas, adakah cara untuk mencegah mulut kering (xerostomia) saat puasa agar tidak menimbulkan bau mulut?

Kenapa mulut bisa terasa kering saat puasa?

sakit menelan

Untuk menjawab pertanyaan ini, Hello Sehat berdiskusi dengan seorang praktisi kesehatan gigi sekaligus dokter gigi spesialis periodonsia, drg. Yudha Rismanto, Sp.Perio. Ketika sedang menjalani puasa, umumnya mulut akan terasa kering dan tidak seperti hari-hari biasanya.

Alasan utamanya, tentu karena Anda tidak makan dan minum sama sekali dari pagi hingga sore menjelang ke malam hari. Kondisi ini yang akhirnya memicu tubuh untuk mengatur kerja sistem saraf, guna menurunkan jumlah air liur (saliva) yang dihasilkan.

“Imbas dari tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman ini, mengarah pada produksi air liur yang berkurang. Alhasil, mulut akan terasa kering saat Anda menjalankan ibadah puasa. Namun sebenarnya, kondisi mulut ini bukanlah kering, melainkan menjadi lebih kesat,” tutur drg. Yudha ketika ditemui di SMPN 3, Jakarta Selatan pada Selasa (26/3).

“Hal ini dikarenakan pH di dalam tubuh saat puasa biasanya akan menurun, sehingga menimbulkan suasana asam di dalam mulut,” lanjut drg. Yudha. Kondisi mulut yang berbeda dari biasanya ini yang kemudian menimbulkan bau mulut saat Anda berpuasa.

Bau mulut yang tidak sedap, atau dikenal sebagai halitosis dalam bahasa medisnya, merupakan hasil dari penurunan pH tubuh. Normalnya, pH tubuh seharusnya berkisar antara 6,5-7. Jika dibawah angka tersebut berarti tergolong asam, dan lebih dari itu termasuk basa.

“Nah, saat pH tubuh turun atau menjadi asam, otomatis pertumbuhan kuman dan bakteri di dalam mulut akan menjadi lebih cepat. Kondisi asam merupakan suasana ideal bagi kuman dan bakteri untuk berkembang biak. Itu sebabnya, mulut jadi terasa kesat yang kemudian menimbulkan aroma tidak sedap,” papar drg. Yudha lebih lanjut.

Penyebab mulut kering lainnya saat puasa

mulut kering

Selain hal-hal yang telah dijelaskan sebelumnya, kondisi mulut kering saat puasa bisa menjadi semakin parah bila diiringi dengan kebiasaan merokok dan minum alkohol sehari-harinya. Ini karena merokok dan minum alkohol tanpa sadar akan memengaruhi jumlah produksi air liur (saliva) di dalam mulut.

Kandungan zat di dalamnya ternyata bisa menurunkan jumlah air liur yang dihasilkan oleh kelenjar ludah di dalam mulut. Itulah sebabnya air liur yang dimiliki perokok cenderung lebih sedikit ketimbang orang yang tidak merokok. Sedikitnya produksi air liur inilah yang menjadi penyebab mulut kering jika Anda merokok atau minum alkohol.

Bukan hanya itu. Berbagai kondisi kesehatan, seperti infeksi jamur di mulut, diabetes, HIV/AIDS, dan stroke juga bisa menyebabkan mulut kering. Berbagai jenis obat, baik yang diresepkan atau dibeli bebas, bisa membuat mulut terasa kering.

Misalnya obat untuk diare, pilek, tekanan darah tinggi (hipertensi), pereda nyeri, dan lainnya. Terlebih ketika Anda minum obat-obatan tersebut saat puasa. Tidak menutup kemungkinan, kondisi mulut kering bisa semakin parah.

Bagaimana cara mencegah mulut kering saat puasa?

penyebab bau mulut

Dalam kasus yang lebih parah, mulut kering bisa sampai membuat bibir kering dan pecah-pecah. Alih-alih menampilkan bibir yang sehat, kondisi mulut kering justru akan membuat bibir tampak pucat. Supaya lebih nyaman saat menjalani puasa, drg. Yudha memaparkan beberapa cara jitu untuk mencegah mulut kering, yakni:

1. Rutin berkumur

Anda bisa rutin berkumur saat hendak beribadah. Secara tidak langsung, cara ini dapat menaikkan tingkat pH pada mulut. Artinya, derajat pH yang semula asam bisa berubah menjadi lebih netral berkat berkumur.

Bukan hanya itu. Selama menjalankan aktivitas saat sedang berpuasa pun, Anda boleh berkumur dengan air bersih guna menurunkan derajat keasaman pH di mulut.

2. Rajin menyikat gigi

Meski sedang berpuasa, jangan lupa untuk tetap menjaga kebersihan gigi dan mulut guna mencegah mulut kering. Salah satu cara mudahnya, yakni dengan rajin menyikat gigi setiap hari. Misalnya usai sahur atau saat mandi di pagi hari, dan di malam hari sebelum tidur.

3. Atur asupan makanan dan minuman saat berbuka

“Lalu, usahakan makan dan minum secukupnya, dan kurangi konsumsi makanan dan minuman manis ketika berbuka puasa,” saran drg. Yudha. Sebab menurutnya, makanan dan minuman manis yang notabene mengandung banyak gula, justru akan semakin meningkatkan kadar asam pada mulut.

Sebagai gantinya, Anda dianjurkan untuk memperbanyak mengonsumsi sumber serat saat baru berbuka puasa. “Sifat serat itu sendiri pada dasarnya mampu membersihkan permukaan mulut, sekaligus mudah dibersihkan ketimbang sumber pemanis atau gula. Jadi sebenarnya, puasa bukanlah hambatan bagi kita untuk tetap bisa menjaga kebersihan gigi dan mulut,” tutup drg. Yudha.

Oleh karena itu, alangkah baiknya untuk perbanyak berkumur setelah mengonsumsi makanan dan minuman manis, sebagai cara mencegah mulut kering. Pastikan juga, Anda tidak lupa untuk menyikat gigi sebelum tidur guna mencegah terjadinya kerusakan pada gigi dan gusi.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca