Setelah Lepas Behel, Apa Perlu Pakai Retainer Gigi?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27 April 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Setelah lepas behel, Anda biasanya dianjurkan untuk menggunakan retainer gigi. Mungkin beberapa orang akan merasa tidak nyaman karena harus menggunakan alat lagi di mulutnya. Sebenarnya, seberapa perlu retainer gigi? Apa yang harus dipertimbangkan ketika memilih alat tersebut?

Kenapa saya perlu retainer gigi?

cara merawat retainer gigi
Retainer jenis Hawley

Alasan paling umum kenapa Anda perlu memakai retainer gigi adalah untuk menjaga posisi gigi Anda yang baru saja diperbaiki dengan behel agar tetap pada posisi seharusnya.

Retainer sangat penting, sebab jika tidak dilakukan, gigi yang sudah dirapikan dengan behel bisa bergeser lagi. Ini bisa membuat penggunaan behel Anda sebelumnya jadi sia-sia. Kondisi ini disebut kondisi relapse

Dokter kemudian yang akan menentukan harus berapa lama seseorang menggunakan retainer ini. Ada yang menggunakannya selama 3 bulan, setahun atau lebih. Selain itu, ada juga yang diinstruksikan dokter untuk menggunakan retainer sepanjang hari atau waktu tertentu saja.

Retainer apa yang cocok bagi saya?

Jenis apa retainer yang harus Anda gunakan, sebaiknya diskusikan dahulu ke dokter gigi. Setiap orang memerlukan retainer yang berbeda-beda, dari jenisnya, lama pemakaiannya, dan posisi pemakaian retainernya. Untuk posisi, ada yang digunakan di depan, ada juga retainer yang digunakan di belakang gigi sehingga tidak terlalu terlihat.

dokter gigi

Retainer yang bisa dilepas pasang sendiri

Salah satu jenis retainer yang banyak Anda jumpai adalah retainer yang bisa dilepas pasang. Retainer seperti ini akan lebih mudah dibersihkan setelah makan. Sebab, Anda bisa melepaskannya terlebih dahulu ketika ingin makan dan Anda bisa membersihkaan bagian retainernya secara langusng.

Akan tetapi, memang diperlukan kesadaran yang lebih tinggi untuk menggunakannya retainer model yang bisa lepas Anda. Beberapa kekurangan lainnya ketika memilih retainer yakni:

  • Bisa hilang jika tidak disimpan dengan baik
  • Mudah rusak jika dibiarkan tergeletak
  • Menyebabkan produksi air liur berlebih .
  • Bakteri lebih rentan tumbuh di atasnya sebab retainer akan sering keluar masuk dari mulut

Meskipun memiliki kekurangan, Anda  jadi lebih mudah untuk menjaga kebersihan retainer jenis ini. Namun, masalah utama para pengguna retainer jenis ini adalah sering lupa menggunakan retainernya bahkan bisa membuat giginya yang sudah dirapihkan sebelumnya jadi berantakan lagi karena retainernya tak kunjung dipakai dengan rutin.

Retainer yang permanen

Retainer permanen terdiri dari kawat padat yang dikepang melengkung agar sesuai dengan bentuk gigi Anda. Retainer ini disebut juga dengan kawat lingual atau retainer terikat. Retainer jenis ini tidak dapat dilepaskan sendiri kecuali oleh dokter gigi Anda.

Menurut para dokter gigi, kekambuhan akan lebih kecil terjadi jika menggunakan retainer permanen ini. Sebab, retainer ini tidak akan dilepas pasang oleh penggunaannya, akan selalu menempel di gigi dan menjaga posisi gigi.

Bahan retainer juga berbeda-beda

Gambar retainer plastik. Sumber: Evidently Cochrane

Retainer Hawley

Retainer dengan jenis hawley disebut juga dengan retainer kawat. Meskipun dari kawat, retainer ini juga tetap bisa dilepas pasang. Retainer ini terbuat dari kawat logam tipis, dan ada sedikit campuran plastik dan akrilik. Retainer hawley ini akan digunakan di sepanjang bagian gigi bawah dan juga di bagian gigi atas.

Ada beberapa kelebihan dan kekurangan yang perlu Anda pahami sebelum mulai memilihnya:

Kelebihannya:

  • Retainer dapat disesuaikan lebih detail atau lebih baik dengan posisi gigi dibandingkan jenis retainer lainya
  • Retainer ini lebih tahan lama
  • Retainer ini bisa bertahan bertahun-tahun jika dirawat dengan benar

Kekurangannya:

  • Penggunaan jenis retainer gigi ini sedikit memengaruhi kemampuan Anda berbicara sebab ada benda asing di dalam mulut
  • Kawat dapat mengiritasi bibir dan pipi sehingga perlu pencegahan yang tepat.

Sekarang ini juga mulai tersedia retainer hawley yang kawatnya berbentuk transparan. Ini bisa menjadi pilihan bagi Anda tidak mau yang berwarna kawat.

Retainer plastik

Retainer gigi ini termasuk retainer yang dapat dilepas pasang sendiri. Nama retainer jenis ini sering disebut dengan retainer vakum atau retainer termoplastik.

Retainer ini dicetak agar sesuai dengan posisi baru gigi Anda setelah menggunakan behel.

Jika membahas retainer plastik ini, ada 3 merek besar retainer plastik yang paling banyak digunakan yakni, vivera, essix, dan zendura. Retainer plastik ini lama kelamaan jadi lebih populer dan sering digunakan dibanding dengan retainer Hawley.

Tentunya retainer ini juga memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, yakni:

Kelebihan:

  • Jenis retainer ini tidak terlalu terlihat jelas sebab warnanya yang transparan, sehingga orang lebih percaya diri dan nyaman menggunakannya.
  • Retainer ini biasanya terasa lebih nyaman daripada jenis Hawley sebab bahannya tidak terlalu tebal.
  • Penggunaan retainer ini tidak terlalu memengaruhi kondisi berbicara Anda

Kekurangannya:

  • Jika retainer jenis ini rusak misalnya pecah atau retak, maka tidak bisa diperbaiki lagi, harus diganti seluruhnya, berbeda dengan jenis hawley.
  • Bisa melengkung jika terkena paparan panas.
  • Warna transparannya bisa berubah semakin sering digunakan, sehingga tampilannya kalau semakin kotor akan terlihat.

Untuk tahu mana yang cocok, Anda harus diskusikan dengan dokter dan sesuaikan juga dengan budget yang dimiliki. Retainer gigi yang dipilih harus tepat, pasalnya Anda akan menggunakan retainer tersebut dalam waktu lama hingga bertahun-tahun.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

9 Penyebab Sakit Gigi serta Gejalanya yang Perlu Anda Waspadai

Gejala sakit gigi bisa disebabkan oleh berbagai macam hal. Mulai dari persoalan kebersihan mulut hingga tanda penyakit tertentu.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 5 November 2020 . Waktu baca 7 menit

9 Penyebab Gigi Berlubang yang Sering Dianggap Remeh

Hobi makan segala yang manis bukan satu-satunya penyebab gigi Anda berlubang. Gigi Anda mungkin saja berlubang karena penyebab lain, lho!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 4 November 2020 . Waktu baca 10 menit

7 Cara Ampuh Mengatasi Gigi Ngilu

Tanpa disadari, makan es krim, minuman panas, dan makanan terlalu manis bisa membuat gigi sakit. Simak cara mengatasi gigi ngilu atau sensitif di bawah ini!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 3 November 2020 . Waktu baca 8 menit

Berbagai Penyebab Gigi Ngilu yang Mengganggu

Gigi ngilu bikin bete dan tidak nyaman? Untuk mengetahui berbagai penyebab gigi ngilu atau sensitif, simak informasi selengkapnya di artikel ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 3 November 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gigi kelinci gigi tonggos

Penyebab Gigi Tonggos dan Pilihan Cara Memperbaikinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 10 menit
gigi berantakan (maloklusi)

Maloklusi (Gigi Berantakan)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 11 menit
sakit gigi bungsu; gigi bungsu sakit

7 Cara Mengobati Rasa Sakit Akibat Tumbuh Gigi Bungsu Sebelum Cabut Gigi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 20 November 2020 . Waktu baca 7 menit
kondisi gigi dan mulut

3 Cara Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut demi Senyum yang Indah

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 16 November 2020 . Waktu baca 5 menit