Ternyata Ini Penyebab Warna Mata Bayi Bisa Berubah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Tahukah Anda bahwa warna mata bayi dapat berubah? Ya banyak bayi, terutama bayi Kaukasia, yang dilahirkan dengan mata berwarna biru ternyata mengalami perubahan warna mata seiring dengan semakin bertambahnya usia mereka. Lantas, apa penyebabnya? Cari tahu jawabannya dalam artikel ini.

Yang Anda harus ketahui mengenai warna pada mata

Dalam anatomi mata, bagian yang menentukan warna mata Anda adalah iris. Iris adalah membran berbentuk cincin di dalam mata yang mengelilingi pupil. Iris berfungsi untuk mengatur seberapa banyak cahaya yang masuk ke mata dan menyesuaikan dengan bukaan pupil.

Ketika diterpa cahaya terang, iris mata Anda akan menutup (atau menyempit) dan secara otomatis pupil terbuka lebih kecil untuk membatasi jumlah cahaya yang masuk ke mata Anda.

Warna iris seseorang akan bergantung pada seberapa banyak melanin yang terkandung di dalamnya, sama halnya seperti warna kulit dan rambut. Orang yang memiliki warna mata gelap umumnya karena iris mereka lebih banyak menyerap cahaya. Sementara warna mata yang terang terjadi karena iris mereka memantulkan lebih banyak cahaya.

Lantas, apa yang menyebabkan warna mata bayi berubah?

Menurut Dr. Aron Shafer dari Stanford Tech Tech Museum, sebenarnya warna mata bayi dapat berubah melalui permainan konsep gen dan produksi pigmen seiring bertambahnya usia mereka. Hal ini umumnya terjadi pada 10-15 persen orang-orang Kaukasia (orang yang biasanya memiliki warna mata lebih terang).

1. Faktor gen

Gen yang diwariskan bayi dari kedua orang tua berperan dalam menentukan warna mata bayi mereka saat baru lahir. Faktanya, para ahli mengatakan ada sekitar 15 gen yang bertanggung jawab untuk warna mata bayi, tapi OCA2 dan HERC2 adalah dua gen yang paling dominan dalam hal ini. Bayi dengan gen HERC2 memiliki mata biru yang cenderung tetap biru, sementara bayi dengan gen OCA2 memiliki mata hijau atau coklat.

Saat seorang bayi dilahirkan, bayi telah memiliki gennya sendiri. Sayangnya, tubuhnya belum bereaksi terhadap semua gen di dalam DNAnya tersebut. Hal ini membuat mata bayi dapat berubah dalam beberapa bulan pertama kehidupannya.

2. Faktor melanin

Faktor lain yang menentukan warna mata bayi adalah melanin. Melanin sendiri adalah suatu jenis protein yang berfungsi untuk membentuk warna pada kulit, mata, dan rambut. Semakin banyak kandungan melanin di tubuh, maka semakin gelaplah warna mata, rambut, atau kulit Anda.

penglihatan bayi

Produksi melanin dimulai saat mata bayi melihat cahaya untuk pertama kalinya setelah kelahiran. Warna mata yang berbeda-beda pada setiap orang akan bergantung pada seberapa banyak pigmen yang terkandung di belakang iris.

Biasanya, bayi dengan mata cokelat memiliki iris berpigmen tinggi, sementara bayi dengan mata biru atau hijau memiliki iris dengan pigmen yang sedikit. Jika bayi Anda memiliki mata coklat, warna mata ini tidak akan berubah menjadi lebih terang seiring bertambahnya usia mereka.

Sementara jika bayi Anda memiliki mata biru atau warna terang, yang di sisi lain memiliki pigmen dalam jumlah kecil, maka matanya memungkinkan untuk berubah. Pasalnya, mata mereka akan terus menghasilkan pigmen sehingga matanya memungkinkan mengalami perubahan menjadi gelap.

Mata bayi mungkin berubah warna menjadi lebih gelap selama 3-6 bulan pertama hidupnya. Terkadang proses ini juga dapat memakan waktu yang lebih lama. Namun dalam banyak kasus, begitu bayi Anda memasuki tahun pertama kehidupannya, warna matanya kemungkinan besar akan tetap sama seumur hidupnya. Kecuali apabila suatu saat ia mengembangkan kondisi medis tertentu yang membuat warna matanya kembali berubah.

Perlu diingat bahwa tidak semua bayi dilahirkan dengan mata berwarna biru, misalnya Asia, Afrika-Amerika. Para bayi dari ras tersebut biasanya akan dilahirkan dengan mata berwarna gelap yang tidak akan mengalami perubahan warna seiring dengan semakin bertambahnya usia mereka.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Ada Orang yang Mengalami Alergi Bawang Putih dan Bisakah Diobati?

Selain alergi susu dan kacang, ada juga alergi bawang putih. Apa penyebabnya dan adakah cara mengatasinya? Simak penjelasan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Alergi, Alergi Makanan 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Dari Mana Datangnya Intuisi? Dan Kenapa Harus Kita Turuti?

Setiap orang memiliki intuisi, sebagian mempercayai intuisinya dan sebagian lagi tidak. Sebenarnya, apa itu intuisi? Dan kenapa kita perlu mengikutinya?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Fakta Unik 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Mana yang Lebih Sehat Buat Payudara: Bra Biasa Atau Berkawat?

Saat memilih bra, Anda mungkin bimbang antara bra kawat atau bra biasa tanpa kawat. Yuk, simak pertimbangan dari para ahli berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Bedanya Eksim Basah dan Eksim Kering?

Eksim adalah kondisi peradangan kulit yang membuat kulit gatal, memerah, dan pecah-pecah. Lantas, apa bedanya eksim kering dan eksim basah?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Kulit, Dermatitis 8 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat menangis

3 Manfaat Menangis Bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat efek musik pada otak

5 Efek Musik Terhadap Kinerja Otak Manusia

Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
proses inflamasi

Proses Inflamasi Ternyata Penting Bagi Tubuh, Begini Mekanismenya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
ukuran otak dewasa berpikir

Apakah Benar Otak Lebih Besar Artinya Lebih Pintar?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 26 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit