Wanita Lebih Cepat Tua Setelah Punya Anak, Apa Benar?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 29 Agustus 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Memiliki anak tentu merupakan sebuah pengalaman yang tak ternilai harganya bagi setiap ibu. Namun, suka duka yang dialami setiap wanita ketika mengiringi tumbuh kembang sang buah hati diyakini dapat mempercepat munculnya tanda-tanda penuaan, lho. Lantas, apa benar wanita lebih cepat tua setelah memiliki anak? Kalau memang iya, bagaimana bisa? Simak ulasannya di bawah ini.

Wanita lebih cepat tua setelah punya anak

Hubungan antara memiliki anak dan penuaan telah dikaji dalam beberapa penelitian. Salah satu studi mengenai reproduksi manusia menunjukkan bahwa wanita yang memiliki anak cenderung lebih cepat mengalami penuaan sel-sel tubuh.

Setiap sel tubuh manusia memiliki 46 kromosom. Pada tiap kromosom, terdapat dua bagian ujung DNA yang disebut dengan telomer.

Telomer merupakan kunci utama dari usia sel-sel tubuh kita. Anda dapat membayangkan telomer menyerupai plastik pelindung yang terletak di ujung tali sepatu.

Seiring dengan berjalannya waktu, sel-sel tubuh akan membelah diri, sehingga telomer akan memendek. Apabila telomer terus menyusut, DNA perlahan akan rusak dan sel-sel tubuh pun mati.

Kondisi ini sebenarnya sangat wajar terjadi dalam proses penuaan manusia. Namun, berdasarkan hasil studi tersebut, wanita yang punya anak cenderung memiliki lebih banyak telomer yang pendek pada sel-sel tubuhnya dibanding wanita yang belum pernah mempunyai anak.

Ini artinya, semakin banyak jumlah telomer yang pendek, maka makin cepat proses kerusakan sel-sel tubuh. Itu sebabnya wanita yang memiliki anak akan lebih cepat tua.

Selain itu, telomer yang lebih pendek berkaitan erat dengan kemunculan masalah-masalah kesehatan, seperti meningkatnya risiko terkena kanker, penyakit jantung, dan diabetes tipe 2.

Tidak hanya itu saja, dalam riset ini terbukti bahwa telomer pada wanita yang punya anak ternyata lebih cepat memendek dibanding dengan orang yang merokok serta obesitas.

Dengan kata lain, menjadi ibu ternyata lebih mempercepat proses penuaan daripada merokok dan memiliki gaya hidup tidak sehat.

Stres bikin wanita lebih cepat tua saat punya anak

Menjadi seorang ibu memang bukanlah tugas yang mudah. Semakin bertambahnya tanggung jawab dan beban pikiran yang harus dipikul oleh wanita dengan memiliki anak, bertambah pula risiko wanita mengalami stres.

Salah satu penyebab mengapa wanita rentan merasakan stres setelah punya anak adalah kesulitan mengatur waktu. Menjadi ibu mengharuskan seorang wanita lebih pandai membagi waktu untuk mengurus si kecil, memasak, mencuci baju, dan membereskan rumah.

Masalah baru juga akan muncul apabila ibu harus memikirkan keadaan finansial dan bekerja di luar rumah. Belum lagi jika hubungan yang harmonis dengan suami harus tetap dijaga.

Tidak heran jika wanita lebih cepat tua setelah mempunyai anak, mengingat begitu banyaknya tuntutan hidup yang ada dan besarnya peluang seorang ibu untuk mengalami stres.

Lalu, bagaimana stres dapat mempercepat proses penuaan? Studi yang dilakukan oleh sekelompok peneliti dari PNAS Amerika menunjukkan bahwa stres kronis yang dialami wanita dapat mempengaruhi ukuran telomer pada setiap sel tubuh.

Semakin berat tingkat keparahan dan intensitas stres yang dialami seorang wanita, terutama yang memiliki tugas mengasuh seseorang, semakin pendek pula ukuran telomernya.

Kelola stres dan terapkan gaya hidup sehat

Meski begitu, hasil riset ini masih harus diteliti lebih jauh. Memang, peluan penuaan dini pada wanita yang punya anak lebih besar. Namun, bukan berarti Anda harus khawatir dengan hal ini.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, stres bisa jadi pemicu telomer DNA memendek dalam waktu yang cepat. Maka itu, yang mesti dilakukan adalah mengelola stres dengan baik.

Di tengah tuntutan tanggung jawab sebagai ibu sekaligus istri, tentu tekanan yang dirasakan wanita cukup besar. Apalagi jika anak yang dimiliki tak hanya satu. Supaya tidak mudah stres, Anda harus tetap meluangkan waktu untuk me time.

Minta pasangan menggantikan Anda mengasuh si kecil untuk beberapa saat saja. Bahkan, Anda bisa membuat jadwal me time rutin, sehingga Anda bebas dari stres.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penuaan Ternyata Memicu Rasa Gatal di Kulit, Mengapa Bisa Begitu?

Salah satu keluhan orang-orang di usia lanjut adalah munculnya rasa gatal pada kulit. Untuk dapat mengatasinya dengan tepat, yuk cari tahu dulu penyebabnya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Fakta Unik 2 Desember 2018 . Waktu baca 4 menit

Selain Enak dan Menyegarkan, Ini 4 Manfaat Kolang Kaling yang Perlu Anda Tahu

Manfaat kolang kaling tak hanya bisa dijadikan camilan sehat, nyatanya buah ini juga bisa membantu mencegah penuaan dini! Cari tahu manfaat lainya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Tips Sehat 21 November 2018 . Waktu baca 6 menit

6 Fakta Unik Seputar Rambut Beruban yang Mungkin Belum Anda Tahu

Rambut beruban pasti identik dengan orang tua. Namun, sebenarnya rambut uban bukan hanya terjadi di orang tua, lho! Baca fakta menarik tentang uban di sini

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Hidup Sehat, Fakta Unik 12 November 2018 . Waktu baca 4 menit

Pria Juga Punya Kerutan di Wajah, Kok Bisa, Ya?

Kulit kendur dan berkerut adalah tanda penuaan. Kondisi ini ternyata bisa terjadi pada pria yang masih muda. Apa saja penyebab kerutan pada wajah pria?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Perawatan Pria, Hidup Sehat 24 September 2018 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

sindrom werner syndrome

Sindrom Werner, Penyakit Langka yang Meniru Penuaan Dini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 26 Juni 2019 . Waktu baca 3 menit
pakai produk anti-aging

Sebenarnya, di Usia Berapa Perlu Mulai Pakai Produk Antiaging?

Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 23 Juni 2019 . Waktu baca 4 menit
Natur E

Natur-E

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 14 Maret 2019 . Waktu baca 10 menit
merawat kulit sekitar mata

7 Cara Jitu Merawat Kulit Sekitar Mata Agar Terhindar dari Penuaan Dini

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 9 Maret 2019 . Waktu baca 4 menit