10 Makanan yang Bisa Menunda Proses Penuaan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Di masa muda, mungkin Anda belum begitu memerhatikan masalah kesehatan. Kebanyakan remaja atau anak muda biasanya masih makan sembarangan dan tidak menjalani gaya hidup sehat. Namun, begitu memasuki usia dewasa, Anda lebih rentan terserang berbagai gangguan kesehatan karena proses penuaan. Untuk mencegah berbagai penyakit atau masalah kesehatan di usia tua, Anda bisa mulai menjalani gaya hidup dan pola makan yang seimbang. Beberapa jenis bahan pangan tertentu memiliki khasiat anti-aging yang bisa membuat proses penuaan lebih sehat dan alami. Simak terus untuk mencari tahu makanan anti-aging apa saja yang baik untuk proses penuaan yang sehat dan alami. Meskipun usia semakin bertambah, bukan berarti Anda tidak bisa lagi tampil cerah dan bugar.  

Apa saja yang terjadi saat proses penuaan?

Semakin bertambah usia, tubuh Anda akan mengalami berbagai perubahan. Beberapa fungsi tubuh akan menurun, misalnya fungsi kognitif, otot, kekebalan tubuh, seksual, metabolisme, penglihatan, dan pendengaran. Ini terjadi karena sel-sel tubuh melemah secara alami.

Sebagian orang akan mengalami penuaan lebih cepat dari yang lain. Hal ini ditentukan oleh faktor genetik dan gaya hidup. Penuaan yang terjadi karena faktor gaya hidup tidak sehat seperti kurang olahraga, tidak menjaga pola makan, atau sering terpapar polusi dikenal sebagai penuaan dini. Meskipun proses penuaan alami tidak bisa dihentikan atau dicegah, penuaan dini masih bisa dihindari dengan perubahan gaya hidup.   

Berbagai makanan anti-aging yang sehat

Alam telah menyediakan berbagai bahan pangan yang mampu merawat keremajaan tubuh. Sebaiknya Anda yang sudah menginjak usia 30-an mulai memerhatikan makanan dan minuman yang Anda konsumsi demi proses penuaan sehat dan alami. Simak berbagai jenis makanan anti-aging berikut ini.

1. Alpukat

Buah yang lezat ini ternyata sangat berkhasiat untuk mencegah penuaan dini. Kandungan lemak tak jenuh dan serat dalam alpukat baik untuk menjaga kesehatan jantung serta mencegah kanker. Rutin mengonsumsi alpukat akan membantu menurunkan kolesterol Anda. Selain itu, alpukat juga kaya akan vitamin E yang mampu merangsang produksi kolagen agar kulit tetap kenyal dan cerah, jauh dari keriput.

2. Delima merah (pomegranate)

Tak perlu khawatir dengan kulit keriput dan munculnya garis-garis halus pada wajah jika Anda sering makan buah delima merah. Polifenol yang terdapat dalam buah ini mampu melawan radikal bebas dan vitamin C yang tinggi mampu melindungi kulit dari sengatan sinar matahari. Sementara itu, senyawa pulicanagin akan membantu tubuh menyimpan kolagen dan menjaga kesehatan jaringan kulit.

3. Blueberry, raspberry, blackberry

Selain rasanya nikmat, buah-buahan ini juga bisa membantu meremajakan tubuh karena tingginya kandungan antioksidan. Antioksidan akan melawan radikal bebas yang menyerang Anda lewat polusi, sinar matahari, dan berbagai bahan-bahan kimia berbahaya. Selain itu, berbagai vitamin dan nutrisi yang terdapat pada buah-buahan ini ampuh untuk mencegah kerusakan sel dalam tubuh.

4. Semangka

Kandungan vitamin A, C, dan E yang tinggi dalam semangka menjadikan buah ini efektif untuk mencegah kulit keriput. Tak hanya merawat kulit, semangka pun bisa menjadi jawaban untuk masalah seksual pasangan yang tengah melalui proses penuaan. Buah ini mengandung asam amino yang mampu melancarkan peredaran darah dengan melebarkan pembuluh darah. Fungsi ini sangat berguna bagi Anda yang mengalami kesulitan mencapai ereksi atau ejakulasi karena usia.

5. Kacang-kacangan

Berbagai jenis kacang-kacangan seperti kacang merah, kacang almond, kacang tanah, dan kacang mete adalah pilihan yang tepat untuk mencegah penuaan dini. Kacang kaya akan protein, serat, dan omega-3 namun bebas dari lemak jenuh. Untuk menjaga fungsi otak dan melawan radikal bebas, ganti camilan asin Anda jadi kacang-kacangan yang lebih sehat.  

6. Jamur

Jamur kaya akan berbagai mineral seperti kalium dan selenium yang berkhasiat untuk mencegah penuaan dini, terutama pada saraf otak Anda. Selain itu, jamur juga berfungsi sebagai antikanker berkat kemampuannya membunuh serta memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak. Untuk mencegah berbagai penyakit, jamur juga bisa mendorong sistem kekebalan tubuh Anda untuk melawan berbagai jenis virus dan bakteri.

7. Bayam

Jenis sayuran hijau tua, terutama bayam, memiliki segudang manfaat untuk menjaga keremajaan tubuh. Kandungan fitonutrien pada sayur ini akan membantu melindungi kulit dari sinar UV matahari. Bayam juga kaya akan beta-karoten dan lutein yang efektif untuk menjaga kekenyalan serta kelembapan alami kulit.

8. Ikan

Ikan yang hidup di air bersuhu dingin seperti salmon dan sarden ampuh untuk mencegah penyakit jantung dan stroke berkat kandungan asam lemak omega-3. Anda juga bisa menjaga keremajaan kulit karena ikan juga bisa memperkuat membran-membran sel pada kulit. Kulit Anda pun senantiasa lembap dan lembut meski sudah bertambah usia.

9. Cokelat

Usahakan untuk memilih cokelat pahit atau dark chocolate daripada milk chocolate atau white chocolate yang mengandung berbagai bahan tambahan seperti gula dan lemak. Camilan sehat yang satu ini kaya akan antioksidan. Anda pun tak perlu lagi merasa bersalah kalau sedang ingin ngemil sesuatu. Pasalnya, makan cokelat ternyata bisa bikin awet muda.   

10. Yogurt

Seiring bertambahnya usia, kepadatan tulang Anda akan semakin berkurang. Untuk menyiasatinya, Anda bisa mengonsumsi yogurt yang rendah lemak dan bebas gula secara rutin. Yogurt kaya akan kalsium dan berbagai nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh agar tetap bugar di usia tua.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Masalah bau badan tak sedap bikin kurang pede? Tenang, dua bahan alami ini bisa membantu mengurangi bau badan ketika deodoran saja tidak mempan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mencium bau

Sering Mencium Sesuatu Tapi Tak Ada Wujudnya? Mungkin Anda Mengalami Phantosmia!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit