Apakah Saya Akan Punya Wajah Baru Setelah Menjalani Transplantasi Wajah?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Kecelakaan parah yang mengakibatkan kerusakan pada wajah akan membuat seseorang merasa terpukul. Pasalnya, wajah merupakan bagian tubuh pertama yang biasanya menjadi pusat perhatian. Face transplant atau transplantasi wajah merupakan salah satu solusi yang ditawarkan oleh dunia medis untuk memperbaiki wajah yang mengalami kerusakan parah yang tidak bisa ditangani oleh operasi plastik biasa.

Apa itu face transplant?

Face transplant atau transplantasi wajah adalah metode cangkok untuk mengganti sebagian atau seluruh wajah pasien dengan komponen wajah pendonor yang cocok. Operasi ini biasanya menggunakan kulit, jaringan, saraf, pembuluh darah, tulang, atau komponen lainnya pada wajah orang yang telah meninggal untuk dicangkok pada pasien.

Dokter akan mencari kecocokan dari segi warna kulit, ukuran wajah, golongan darah, jenis jaringan, dan usia yang sebanding antara pendonor dan pasien. Jadi, nantinya pasien hanya akan menerima komponen yang diperlukan saja dari wajah pendonor, tidak serta-merta seluruh wajahnya dipindahkan pada orang lain.

Komponen-komponen dari pendonor tersebut akan diambil dan disesuaikan dengan struktur wajah pasien. Maka, hasil akhirnya bukan berarti pasien memiliki wajah pendonor.

Prosedur face transplant

Sebelum operasi

Sebelum dilakukan prosedur transplantasi wajah, dokter biasanya akan mengecek terlebih dahulu apakah cara ini merupakan satu-satunya solusi untuk pasien terkait. Biasanya, prosedur ini dilakukan jika seseorang mengalami kerusakan wajah yang sangat parah dan tidak bisa diperbaiki hanya dengan operasi biasa.

Jika cara ini menjadi satu-satunya pilihan terbaik, maka dokter biasanya akan melakukan serangkaian pemeriksaan yang meliputi:

  • Pemeriksaan fisik
  • Tes darah, termasuk jenis darah dan jaringan tubuh lainnya
  • Sinar X dan CT scan
  • Tes terapi fisik
  • Mengevaluasi fungsi saraf
  • Konsultasi psikologis
  • Konsultasi dengan dokter spesialis yang akan terlibat dalam proses ini
  • Konsultasi terkait masalah administratif karena cangkok wajah memerlukan biaya yang tidak sedikit

Selain itu, dokter juga akan menjelaskan pada pasien apa yang akan terjadi setelah transplantasi termasuk aturan pengonsumsian obat dan perubahan gaya hidup yang perlu dilakukan. Dokter juga akan menjelaskan mengenai risiko dan manfaat dari transplantasi ini.

Jika dokter memutuskan bahwa pasien memenuhi syarat untuk melakukan transplantasi wajah, maka dokter akan menempatkan pasien pada daftar tunggu. Di waktu yang bersamaan, dokter juga akan memilih wajah yang sehat untuk dijadikan donor yang sesuai. Jika Anda berada di posisi ini, ada baiknya tetap berhubungan dengan tim dokter yang akan melakukan prosedur ini dan melaporkan kondisi kesehatan fisik dan mental secara berkala.

Saat operasi

Operasi transplantasi wajah biasanya berlangsung dalam jangka waktu yang cukup panjang, yakni memakan waktu hingga lebih dari 10 jam. Dalam proses ini, tim ahli bedah akan melakukan rekonstruksi pada wajah Anda termasuk susunan tulang, arteri, vena, tendon, otot, saraf, serta kulit.

Jika Anda melakukan transplantasi wajah sebagian, maka biasanya yang akan direkonstruksi adalah bagian tengah wajah, yang meliputi hidung dan bibir. Pasalnya, bagian wajah inilah yang berada di tingkat kesulitan tertinggi jika dilakukan dengan teknik operasi plastik konvensional.

Ahli bedah akan menghubungkan pembuluh darah pada wajah pasien ke bagian wajah yang dicangkok sebelum menghubungkan saraf dan jaringan lainnya seperti tulang, tulang rawan, dan otot.

Saat operasi ini berlangsung, operasi terpisah lainnya juga akan dilakukan. Biasanya, dokter akan mengambil sampel kulit dari lengan pendonor untuk ditempelkan ke dada atau perut pasien. Tujuannya agar kulit cangkok bekerja seperti jaringan transplantasi wajah yang akhirnya akan menjadi bagian dari kulit pasien sendiri.

Hal ini dilakukan agar dokter bisa mengambil sampel kecil di jaringan dada atau perut baru untuk melihat tanda-tanda penolakan. Sehingga dokter tidak perlu mengambil sampel kulit dari wajah yang akan mengganggu jaringan setelah operasi.

Setelah operasi

Setelah operasi berhasil, pasien akan diminta untuk tinggal dirumah sakit selama satu hingga empat minggu, sesuai kebutuhan. Selama itu, pasien akan dipantau secara intensif untuk dilihat perkembangannya. Apakah wajah mengalami tanda-tanda ketidakcocokan atau tidak. Selain itu, pasien juga akan dipandu untuk melakukan terapi wajah.

Saat pasien sudah diperbolehkan untuk pulang, dokter akan menjadwalkan perawatan lanjutan yang diperlukan. Selain itu, dokter juga akan meresepkan obat-obatan imunosupresif yang biasanya dikonsumsi seumur hidup untuk mencegah penolakan tubuh terhadap cangkok kulit yang baru di wajah pasien.

pertanyaan sebelum operasi

Risiko face transplant

Melakukan prosedur face transplant bukan berarti tanpa risiko. Ada sejumlah risiko yang penting untuk dipertimbangkan sebelum Anda melakukan prosedur ini, yaitu:

Risiko jangka pendek

  • Proses operasi yang panjang dan rumit
  • Pembuluh darah mengalami penggumpalan sehingga bisa menghentikan aliran darah ke jaringan wajah yang baru
  • Infeksi
  • Masalah yang berkaitan dengan penyembuhan luka
  • Rasa sakit
  • Perdarahan
  • Serangkaian komplikasi lainnya yang mungkin terjadi akibat berkembangnya infeksi

Risiko jangka panjang

  • Penolakan tubuh terhadap cangkok wajah baru yang mungkin terjadi saat operasi hingga seterusnya
  • Masalah yang berkaitan dengan tulang yang memungkinkan pasien memerlukan operasi tambahan

Risiko yang terkait dengan adanya masalah sistem imun

Diet dan asupan nutrisi setelah face transplant

Setelah melakukan transplantasi wajah, Anda perlu menyesuaikan asupan makanan yang dikonsumsi. Asupan nutrisi yang tepat dapat membuat Anda tetap sehat dan mencegah infeksi serta penyakit. Biasanya, dokter dan ahli gizi terkait akan merekomendasikan hal-hal seperti:

  • Mengonsumsi buah dan sayur setiap hari
  • Mengonsumsi roti gandum, sereal, dan produk gandum lainnya
  • Mengonsumsi susu rendah lemak
  • Melakukan diet rendah garam dan rendah lemak

Sebelum melakukan transplantasi wajah, Anda perlu memahami betul prosedur dan risikonya. Oleh karena itu, konsultasikan ke dokter ahli kepercayaan Anda apakah prosedur ini menjadi satu-satunya pilihan terbaik.

Baca Juga: