Awas, Tidur Berlebihan Membuat Anda Lebih Berisiko Pikun di Usia Tua

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Tidur merupakan kebutuhan dasar manusia. Saat tidur, sel-sel dalam tubuh memperbaiki diri dan memperbaharui energi kembali. Sehingga, waktu tidur yang cukup diperlukan untuk mendukung kesehatan. Anda mungkin sering mendengar jika kurang tidur dapat menyebabkan stres, menjadi lemas pada esok hari, gangguan mood, dan lain sebagainya. Tapi tak hanya itu, tidur berlebihan ternyata juga dapat meningkatkan risiko demensia, menurut penelitian baru-baru ini.

Tidur berlebihan meningkatkan risiko demensia

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Neurology baru-baru ini telah membuktikan bahwa tidur berlebihan dapat meningkatkan risiko demensia. Penelitian yang dipimpin oleh Dr. Sudha Seshadri, profesor neurologi di Boston University School of Medicine (BUSM), dilakukan dengan cara mengumpulkan waktu tidur para partisipan penelitian setiap malam. Peneliti juga mengikuti perkembangan penyakit Alzheimer dan bentuk demensia lainnya pada partisipan selama 10 tahun.

Hasilnya, peneliti menemukan bahwa partisipan yang tidur lebih dari 9 jam memiliki risiko dua kali lipat untuk mengembangkan demensia pada 10 tahun kemudian, dibandingkan dengan partisipan yang memiliki waktu tidur selama 9 jam atau kurang.

Penelitian tersebut juga membuktikan bahwa partisipan yang tidur lebih dari 9 jam memiliki volume otak yang lebih kecil dibandingkan dengan partisipan yang memiliki waktu tidur selama 6-9 jam. Hal ini karena terjadi penurunan fungsi otak (otak kurang berhasil dalam memproses pikiran dan menyelesaikan tugas), sehingga meningkatkan risiko demensia.

Hasil penelitian ini mungkin bisa membantu memprediksi orang yang berisiko mengalami demensia. Waktu tidur yang terlalu lama juga dapat menjadi tanda awal seseorang mengembangkan penyakit neurodegenerasi (penyakit yang menyerang sel otak dan sumsum tulang belakang). Upaya mengurangi jumlah waktu tidur rupanya tidak akan menurunkan risiko demensia.

benarkah suplemen kalsium menyebabkan demensia

Apa itu demensia?

Demensia bukanlah suatu penyakit. Ini merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan berbagai gejala yang terkait dengan penurunan ingatan atau kemampuan berpikir lainnya. Alzheimer merupakan salah satu penyebab seseorang mengalami demensia. Orang dengan demensia biasanya memiliki masalah dengan ingatan jangka pendek.

Demensia disebabkan oleh kerusakan pada sel otak. Hal ini menyebabkan terganggunya kemampuan sel otak dalam berkomunikasi satu sama lain. Sehingga, fungsi otak dapat terganggu dan dapat memengaruhi kemampuan Anda dalam berpikir, berperilaku, dan berperasaan. Sayangnya, sebagian besar perubahan di otak yang menyebabkan demensia ini bersifat permanen dan bisa memburuk seiring waktu.

Gejala demensia

Orang dengan demensia biasanya menunjukkan gejala, seperti

  • Kesulitan dalam berbicara dan memahami pembicaraan
  • Mudah lupa akan tanggal dan hari
  • Mudah melupakan suatu barang dan tidak bisa mengingat/menelusuri dimana terakhir melihat barang tersebut
  • Sulit menyelesaikan pekerjaan sehari-hari seperti menyiapkan makanan
  • Adanya perubahan pada kepribadian dan mood
  • Merasa depresi
  • Berhalusinasi
  • Memiliki masalah dalam mengendalikan emosi
  • Kehilangan empati

Berapa lama waktu tidur ideal?

Tidur bisa menjadi indikator kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan. Sehingga, tidur yang cukup sangat penting untuk dipenuhi. Waktu tidur yang dibutuhkan bisa berbeda-beda antar usia. Untuk dewasa usia 18-64 tahun, waktu tidur yang dibutuhkan adalah sebesar 7-9 jam. Sedangkan, lansia usia 65 tahun ke atas membutuhkan waktu tidur sebanyak 7-8 jam. Waktu tidur kurang dari 7 jam dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung koroner, stroke, dan tekanan mental.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Tanda Bahwa Anda Kurang Tidur

Mengantuk bukan satu-satunya tanda kurang tidur. Tubuh Anda juga terkadang menunjukkan gejala lain yang mengisyaratkan Anda perlu tidur lebih lama.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 12 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Selalu Mengantuk di Siang Hari? Mungkin Anda Mengidap Hypersomnia

Bahkan jika Anda sudah tidur cukup setiap malam, Anda selalu saja mengantuk di siang hari. Waspada, bisa jadi gejala hypersomnia. Penyakit apa ini?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Hidup Sehat, Fakta Unik 9 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Mengenal 4 Tahapan Tidur: Dari “Tidur Ayam” Hingga Tidur Pulas

Jika Anda mengira mimpi muncul saat Anda tidur nyenyak, Anda salah. Mimpi dan fase tidur nyenyak ternyata merupakan dua tahapan tidur yang berbeda.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Fakta Unik 29 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Apakah Benar Otak Lebih Besar Artinya Lebih Pintar?

Meskipun terdapat beragam pendapat, tapi ada satu hal yang disepakati para ilmuwan: ukuran otak tidak bisa dijadikan indikator kecerdasan seseorang.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 26 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 24 November 2020 . Waktu baca 5 menit
efek obat tidur alami susah tidur obat tidur apotek

Serba Serbi Obat Tidur yang Perlu Anda Ketahui (Plus Penyebab Kenapa Susah Tidur)

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 23 November 2020 . Waktu baca 14 menit
memperbaiki pola tidur terbangun tengah malam

8 Hal yang Membuat Anda Sering Terbangun Tengah Malam

Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 19 November 2020 . Waktu baca 4 menit
siang tidur malam begadang

Malam Begadang, Bolehkah ‘Balas Dendam’ Bayar Utang Tidur di Siang Hari?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 16 November 2020 . Waktu baca 4 menit