Terapi EFT (Emotional Freedom Technique), Cara Baru Mengatasi Stres

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 02/02/2018 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Mengatasi stres dan depresi tak harus menggunakan obat-obatan. Ada cara lain yang bisa membantu stres Anda hilang, seperti cara baru yang mungkin belum pernah Anda dengar, yaitu terapi EFT (emotional freedom technique). Katanya, terapi EFT ini cukup bisa membantu mengatasi stres yang Anda rasakan saat ini. Sebenarnya, apa itu terapi EFT? Bagaimana terapi ini bisa mengatasi stres?

Mengenal terapi EFT, cara baru untuk mengatasi stres

Terapi EFT adalah terapi yang dilakukan oleh diri sendiri dengan cara menekan-nekan bagian tubuh tertentu yang dipercaya dapat mengurangi ketegangan dan meningkatkan hubungan antara tubuh dengan pikiran. Bagian tubuh yang ditekan merupakan titik-titik yang dianggap tempat berkumpulnya energi tubuh.

Ya, prinsip dasar terapi ini adalah semua emosi dan pikiran yang ada merupakan bentuk dari energi, entah itu energi positif atau negatif. Jadi, terapi ini menekankan bagaimana Anda dapat mengelola energi tersebut dengan baik.

Meskipun terapi ini baru dipopulerkan belakangan ini, sebenarnya EFT sudah diperkenalkan sejak tahun 1990-an. Namun, memang baru dikembangkan dan diteliti lebih lanjut dalam beberapa tahun terakhir.

Terapi EFT telah diuji coba pada 10 negara yang dilakukan oleh kurang lebih 60 penelitian. Dari penelitian tersebut, diketahui bahwa terapi ini memang memiliki manfaat bagi kesehatan mental, khususnya dalam menangani sindrom kecemasan, stres, dan depresi.

  • Mengatasi stres jangka pendek dan panjang.
  • Mengurangi ketegangan otot serta nyeri sendi.
  • Menambah energi dan menghilangkan rasa lelah.
  • Mengatasi ketegangan di kepala.
  • Membuat emosi lebih stabil.
  • Meningkatkan kualitas tidur.
  • Meningkatkan kemampuan koordinasi otak.

Cara melakukan terapi EFT untuk mengatasi stres

Sebenarnya, EFT ini hampir mirip dengan pengobatan tradisional asal Tiongkok, yaitu akupunktur. Pasalnya terapi ini juga fokus menekan beberapa titik pada tubuh agar energi mengalir dengan baik ke seluruh tubuh. Tertarik mencoba terapi EFT ini? Begini cara-caranya.

1. Cari tahu apa yang terjadi dalam diri

Cari tahu emosi apa yang Anda rasakan saat ini. Hal tersebut penting dilakukan agar Anda dapat mengatasi emosi tersebut di kemudian hari. Tentukan juga tingkat emosi yang Anda rasakan, misalnya sedih atau sangat sedih. Bila perlu, tentukan dengan peringkat, semakin besar peringkatnya maka semakin kuat pula emosi yang Anda rasakan.

2. Buat sugesti-sugesti positif

Terkadang, meskipun Anda merasa marah sekalipun, pasti ada hal baik yang terjadi saat itu. Ingat-ingat apa hal baik yang terjadi saat itu. Misalnya saja, walau Anda marah dengan pasangan, Anda masih tetap menyayanginya. Maka, tanamkan sugesti-sugesti yang tetap positif seperti, “Aku memang marah padanya, tapi dia sesungguhnya tak berniat untuk menyakitiku. Aku cuma butuh waktu untuk memproses kejadian tadi dan memaafkannya.”

Tanamkan sugesti-sugesti tersebut dalam benak Anda, jangan lupa disertai dengan nilai positif dari kejadian tersebut.

3. Mulai menekan bagian tertentu

Tekan bagian tangan pada bagian di bawah jari kelingking, kemudian ucapkan berkali-kali sugesti yang telah Anda buat sebelumnya. Tekan tujuh kali sambil mengucapkan sugesti positif berulang-ulang.

4. Ulangi dan ingat kembali emosi yang dirasakan sebelumnya

Ingat kembali hal yang membuat Anda marah atau stres, misalnya akibat kecewa pada pasangan. Sambil mengingat dan melafalkan perasaan tersebut, maka tekan kembali bagian tubuh Anda, yaitu pada:

  • Alis bagian dalam.
  • Mata bagian luar, tepatnya pada tulang sebelah luar.
  • Bagian bawah mata, tepatnya di tengah-tengah.
  • Dagu yang terdapat lipatan.
  • Bagian dada yang membentuk huruf U pada bawah tenggorokan (dari tulang selangka sampai tulang dada).
  • Di bawah lengan, sekitar 8 cm di bagian ketiak.
  • Atas kepala bagian tengah.

Setelah melakukannya, tanyakan kembali ke diri Anda apakah emosi tersebut masih ada dan tentukan kembali skalanya. Lakukan hingga perasaan Anda lebih baik. Ketika sudah membaik, maka di putaran terakhir, ganti kalimatnya dengan kalimat yang menenangkan hati, seperti “Saya sudah lega sekarang.” 

tubuh sakit setelah stres

Bagaimana terapi EFT bisa menurunkan stres?

Seperti yang diungkapkan dalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada Journal of Nervous and Mental Disease tahun 2016, terapi EFT dapat bantu atasi stres dengan cara menurunkan kadar hormon kortisol. Ya, hormon kortisol dikenal sebagai hormon stres, yang jika kadar di dalam tubuh melonjak, maka Anda akan mengalami stres.

Sementara pada jurnal Medical Acupuncture, disebutkan juga bila EFT mampu membuat kerja bagian otak yang mengatur emosi seseorang menjadi lebih efektif, sehingga dapat menurunkan stres.

Selain itu, telah disebutkan sebelumnya jika terapi ini juga bisa bantu atasi sakit kepala serta nyeri sendi. Hal ini juga telah dibuktikan dalam sebuah studi yang berasal dari Lund University, menyatakan bahwa orang yang melakukan terapi EFT rutin, lebih jarang mengalami sakit kepala ketimbang yang tidak sama sekali. Para ahli menyatakan bahwa hal ini disebabkan karena EFT dapat membuat otot-otot tubuh rileks dan mengurangi ketegangan, sehingga rasa sakit kepala berkurang.

Apakah ada efek samping atau risiko jika melakukan terapi EFT ini?

Sampai saat ini belum diketahui apakah ada efek samping atau risiko yang terjadi jika melakukan EFT dalam jangka panjang, karena harus diteliti lebih lanjut. Namun, para ahli mengungkapkan bahwa sejauh ini terapi EFT aman dilakukan. Pasalnya, EFT dapat dilakukan di mana saja, kapan saja, tak memerlukan peralatan tertentu, dan oleh diri sendiri, sehingga tidak terlihat ada risiko yang berarti dan cukup praktis untuk dilakukan.

Namun, jika Anda memiliki riwayat penyakit tertentu, terutama penyakit kronis, sebaiknya bicarakan dulu pada dokter Anda, apakah EFT dapat Anda lakukan atau tidak.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengapa Kuku Bisa Cantengan dan Bagaimana Mengobatinya?

Kuku yang cantengan tak hanya mengerikan untuk dipandang mata, namun bisa terasa menyakitkan dan mungkin bernanah. Begini cara mengobatinya.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Tips Sehat 08/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Mungkin Anda kaget saat tahu kalau kelopak mata bengkak tiba-tiba. Ada banyak hal yang bisa bikin kelopak mata Anda bengkak. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Momen anak disunat menjadi salah satu hal penting, khususnya di Indonesia. Tapi, dari sisi medis, kapan waktu yang tepat untuk melakukan sunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Berimajinasi Bantu Atasi Stres dan Gangguan Kecemasan

Studi membuktikan bahwa berimajinasi membantu Anda menyelesaikan masalah, menciptakan hal-hal baru, bahkan mengatasi stres dan gangguan kecemasan.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Psikologi 07/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kode wadah plastik pada makanan atau minuman

Apakah Wadah Plastik untuk Makanan Anda Aman Bagi Kesehatan? Cari Tahu Lewat Kode Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
tanggal kedaluwarsa

4 Fakta yang Perlu Anda Ketahui Seputar Tanggal Kedaluwarsa

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
botol plastik hangat

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat bersepeda

Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit