Benarkah Anak Kembar Memiliki Sidik Jari yang Juga Sama?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 29/06/2020 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Mungkin sebagian dari Anda mendambakan untuk memiliki anak kembar kelak ketika membangun sebuah keluarga. Namun, pernahkan Anda pernah bertanya-tanya apakah anak kembar identik memiliki sidik jari yang sama? Pertanyaan ini wajar muncul karena anak kembar memiliki genetik dan tampilan fisik yang identik.

Jadi, apa anak kembar memiliki sidik jari yang sama?

Perlu Anda ketahui, meski memiliki postur tubuh dan wajah yang sangat mirip sekalipun, sidik jari mereka tidaklah sama. Akan tetapi, karena gen yang dimiliki identik, sidik jari mereka memang memiliki pola yang hampir sama.

Bagi yang belum tahu, sidik jari mulai dibentuk saat si kecil berada dalam rahim pada minggu-minggu awal kehamilan. Kondisi apapun yang terjadi dalam rahim akan mempengaruhi pola sidik jari.

Jadi, apabila ada yang beranggapan bahwa anak kembar memiliki sidik jari yang sama, Anda dapat menyanggah pendapat mereka dan mengatakan bahwa mereka keliru.

Mengapa sidik jari anak kembar berbeda?

Pola sidik jari tidak sepenuhnya menjadi karakteristik genetik seseorang. Hal ini dapat dibuktikan dengan berbedanya pola sidik jari pada ibu jari kanan dan kiri Anda sendiri. Masing-masing jari memiliki pola yang unik, mirip antara satu sama lain, tetapi tidak sama.

Apa terdapat kemungkinan hal ini terjadi?

Kemungkinan anak kembar memiliki pola sidik jari yang sama meski kembar identik, sangatlah tidak mungkin terjadi. Apabila Anda menemukan beberapa diskusi atau debat yang menyatakan terdapat kemungkinan sidik jari anak kembar mungkin sama, belum ada penelitian yang membuktikan hal ini terjadi.

Mungkin secara kasat mata, sidik jari mereka terlihat sama. Namun, komposisi dan detailnya tetaplah berbeda.

Bagaimana dan kapan sidik jari terbentuk?

Sidik jari Anda dibentuk ketika masih berada dalam kandungan dan berdasarkan kombinasi antara gen dan faktor lingkungan. Menurut Washington State Twin Registry, pola sidik jari terbentuk antara minggu ke 13 dan 19 perkembangan janin.

Anak kembar memang berbagi DNA yang sama karena terbentuk dari sebuah zigot (telur yang telah dibuahi). Pola sidik jari juga ditentukan oleh DNA. Namun karena tak hanya DNA yang menjadi faktor pembentukan sidik jari, hal ini menjadi alasan mengapa anak kembar memiliki sidik jari yang hampir identik.

Faktor lingkungan di dalam rahim lebih berperan besar dalam pembentukan sidik jari janin dan memastikan bahwa anak kembar tidak memiliki sidik jari yang sama. Faktor yang dimaksud antara lain:

  • asupan nutrisi ke dalam rahim
  • panjang dari tali pusar
  • aliran darah secara keseluruhan selama kehamilan
  • posisi janin ketika dalam rahim
  • tingkat pertumbuhan jari secara keseluruhan

Hasilnya, sidik jari tidak akan sama meski memiliki kemiripan antara satu sama lain. Kemiripan mungkin ditemukan saat sidik jari diperiksa, tapi Anda akan menemukan perbedaan dalam detail, seperti jarak antara garis dan pembagian antara satu garis ke garis lainnya.

Anak kembar memang memiliki banyak kemiripan, terutama pada kondisi fisik. Namun, apabila berbicara masalah sidik jari, pola yang berada pada jari tetap berbeda, sama seperti orang yang tidak dilahirkan kembar.

Mengingat faktor lingkungan dalam rahim mempengaruhi pola sidik jari, tidak mungkin Anda memiliki sidik jari yang sama dengan individu lain, sekalipun dilahirkan secara bersamaan atau kembar.

Sekali lagi, meski memiliki kemiripan dalam berbagai hal, belum ada ditemukan orang yang dilahirkan kembar memiliki sidik jari yang sama. Hal ini juga yang menyebabkan sidik jari sejak dulu umum digunakan untuk mengidentifikasi identitas seseorang.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa Harus Ada Keturunan Kembar Dulu di Keluarga, Baru Saya Bisa Punya Anak Kembar?

Kasus anak kembar seringkali membuat Anda bertanya-tanya. Dari mana munculnya anak kembar? Apa harus punya keturunan kembar baru bisa punya anak kembar?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Hidup Sehat, Fakta Unik 18/10/2018 . 3 menit baca

Apakah Anak Kembar Identik Punya DNA yang Identik Pula?

Wajah mirip, rambut mirip, mata mirip, semua yang melekat pada anak kembar identik biasanya sulit dibedakan. Namun, apa DNA mereka juga identik sama?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Hidup Sehat, Fakta Unik 18/09/2018 . 4 menit baca

Kembar Tidak Selalu Mirip, Lho. Ini 7 Fakta Unik Kembar Tak Identik

Terlihat mirip, tapi tidak persis. Ini fakta unik anak kembar tidak identik yang mungkin belum Anda ketahui. Bahkan bisa lahir di waktu yang berbeda!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Hidup Sehat, Fakta Unik 09/09/2018 . 5 menit baca

Peluang Anak Kembar Hanya Bisa Terjadi Setelah Lompat Satu Generasi, Betulkah?

Anda memiliki peluang mendapatkan anak kembar jika ada keturunan anak kembar dalam keluarga. Namun, benarkah jika harus melompati satu generasi dulu?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hidup Sehat, Fakta Unik 04/09/2018 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

gen anak kembar

Gen Ibu dan Gen Ayah, Mana yang Menyebabkan Hamil Kembar?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 22/04/2020 . 5 menit baca
sidik jari berubah

Apakah Sidik Jari Seseorang Bisa Berubah?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 13/11/2019 . 3 menit baca
hamil anak kembar

Serba-serbi yang Perlu Diperhatikan Saat Hamil Anak Kembar

Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 28/10/2019 . 5 menit baca
kembar identik

Tidak Identik Tapi Sangat Mirip, Ini Keunikan Si Kembar Cermin

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 18/10/2018 . 4 menit baca