Apakah Sidik Jari Seseorang Bisa Berubah?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 13 November 2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Sidik jari merupakan identitas yang unik karena setiap orang memiliki sidik jari yang berbeda-beda. Tidak ada satu pun orang di dunia ini yang memiliki pola sidik serupa atau sama dengan orang lain. Lantas, apakah sidik jari seseorang bisa berubah? Yuk, cari tahu jawabannya berikut ini.

Fungsi sidik jari manusia

Sidik jari terdiri dari lengkungan, garis, dan gelombang yang membentuk sebuah pola.

Jika Anda memperhatikan kulit jari tangan, akan ada lengkungan yang membentuk pola. Anda dapat melihat polanya dengan jelas, ketika jari dicelupkan sedikit ke dalam cat dan ditempelkan ke atas kertas. Pola yang muncul pada jari inilah yang Anda kenal sebagai sidik jari.

Sidik jari ini mulai terbentuk di dalam kandungan, yakni selama trimester pertama. Menurut studi pada jurnal Science, sidik jari berfungsi untuk meningkatkan kemampuan indera perasa. Ini dibuktikan dengan meningkatnya rangsangan sel-sel pacini yang merupakan ujung saraf di kulit yang mendeteksi tekstur.

Selain itu, sidik jari juga dijadikan sebagai penanda identitas seseorang. Fungsinya ini dapat membantu penegak hukum mengetahui data pribadi seseorang yang sebenarnya, sekalipun ia mengubah penampilan. Bahkan, sidik jari juga bisa digunakan sebagai “kunci” untuk mengakses sesuatu, seperti ponsel dan teknologi lainnya.

Lantas, apakah sidik jari bisa berubah?

pola sidik jari

Sidik jari dapat mengidentifikasi seseorang secara sempurna, karena polanya berbeda-beda pada setiap orang. Selain itu, pola sidik jari juga tidak mengalami perubahan meski orang tersebut terus menua seiring waktu.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa seseorang akan terus memiliki pola sidik jari yang sama seumur hidupnya.

Meski polanya permanen, kulit pada jari dapat mengalami kerusakan. Ini bisa terjadi karena berbagai hal yang memengaruhi lapisan kulit terluar (epidermis), seperti:

  • Aktivitas yang mengubah lapisan, yakni terlalu lama terpapar air, seperti mencuci
  • Tertusuk sesuatu hingga tembus ke kulit dalam
  • Kulit terkena luka bakar atau memiliki masalah kulit tertentu

Semua faktor tersebut akan membuat sidik jari berubah, namun hanya berlangsung sementara. Jika luka diobati dan aktivitas yang merusak lapisan kulit dihindari, kulit akan kembali pulih dan sidik jari akan kembali ke pola yang sama.

Jika luka cukup parah, mungkin akan terbentuk goresan baru di kulit jari. Goresan tersebut memang akan memengaruhi sidik jari. Namun, keunikan sidik jari sebelumnya tetap ada sehingga masih dapat dikenali.

Sidik jari tidak berubah, tapi dapat hilang

Sidik jari seseorang memang tidak akan mengalami perubahan permanen, namun dapat hilang, dilansir dari laman Scientific American. Kasus ini dialami oleh seorang pria berusia 62 tahun asal Singapura.

Setelah diselidiki, hilangnya sidik jari pada pria tersebut disebabkan oleh pengobatan kanker yang ia jalani. Pria tersebut menggunakan obat capecitabine untuk menyembuhkan kanker yang diderita.

Obat capecitabine dan beberapa obat kanker lainnya diketahui dapat memicu terjadinya sindrom erythrodysesthesia palmoplantar atau sindrom kaki-tangan. Sindrom ini dapat menimbulkan pembengkakan, penebalan kulit, ruam, kesemutan, dan sensasi terbakar di tangan dan kaki.

Pada kasus parah, lenting dapat muncul dan kulit akan mengelupas. Gejala parah inilah yang bisa merusak tampilan kulit sehingga sidik jari menghilang atau sulit terdeteksi. Untungnya,

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Jari Tangan Sering Gatal? Jangan Sepelekan, 5 Gangguan Kesehatan Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Kondisi kulit yang kering sering dikaitkan sebagai penyebab jari tangan gatal. Namun ternyata, ada beberapa penyakit yang bisa memicu rasa gatal juga.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 18 Juli 2018 . Waktu baca 6 menit

Apakah Anda Jago Olahraga? Coba Cek dari Panjang Jari Tangan Anda!

Tampaknya memang ada orang-orang tertentu yang berbakat olahraga. Bagaimana dengan Anda sendiri? Yuk, cek lewat panjang jari tangan Anda! Begini caranya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Hendry Wijaya
Olahraga Lainnya, Kebugaran, Hidup Sehat 25 Oktober 2017 . Waktu baca 3 menit

Apakah Anda Sedang Stres? Lihat Gejalanya dari Kuku Jari

Pernahkah tiba-tiba muncul garis putih pada kuku Anda? Ternyata penyebabnya bisa jadi gejala stres! Bagaimana bisa, ya? Cari tahu jawabannya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 20 Maret 2017 . Waktu baca 4 menit

Penampakan Jari Tangan Anda Bisa Tentukan Risiko Depresi dan Kanker Prostat

Pernah dengar kalau panjang jari tangan seorang pria dapat mengungkap panjang penisnya? Ternyata selain itu, jari tangan juga bisa tentukan kondisi ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Pria, Kesehatan Penis 19 Maret 2017 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

memori otot

Kenapa Kita Bisa Lancar Mengetik Tanpa Lihat Keyboard?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 9 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
trigger finger adalah

Trigger Finger

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
sidik jari anak kembar

Benarkah Anak Kembar Memiliki Sidik Jari yang Juga Sama?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 29 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit
jari tangan putus

Apakah Jari Tangan yang Putus Bisa Disambung Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 31 Januari 2019 . Waktu baca 4 menit