Berkenalan Dengan Serotonin, Zat Kimia Alami yang Bisa Mengatur Emosi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12/05/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Tubuh terdiri dari berbagai hormon dan zat kimia yang mengendalikan segala proses kimiawi dalam tubuh. Ini termasuk suasana hati alias mood Anda. Serotonin adalah salah satu zat kimia tubuh yang berperan untuk mengendalikan emosi dan suasana hati Anda. Bahkan kekurangan zat ini bisa menimbulkan gangguan mood seperti kecemasan hingga depresi. Yuk, cari tahu lebih lanjut mengenai zat kimia yang satu ini.

Apa itu serotonin?

serotonin

Serotonin adalah zat kimia yang bertugas untuk membawa pesan antarsel saraf otak. Zat ini diciptakan oleh proses biokimia dengan menggabungkan berbagai bahan seperti asam amino triptofan, komponen protein, dan reaktor kimia yaitu hidroksilase triptofan. Selain di otak, serotonin juga terdapat di usus, dalam trombosit darah, serta sistem saraf pusat.

Triptofan sebagai salah satu bahan pembuat serotonin tidak diproduksi di dalam tubuh; melainkan dari makanan yang Anda makan. Triptofan dapat ditemukan dalam makanan seperti kacang, keju, dan daging merah.

Jika tubuh kekurangan triptofan, maka kadar serotonin di dalam tubuh pun akan menurun. Akibatnya, Anda bisa mengalami gangguan suasana hati seperti gelisah, cemas, atau depresi.

Fungsi serotonin di dalam tubuh

meningkatkan serotonin makanan yang mengandung serotonin

Di dalam tubuh, serotonin berperan dan memengaruhi berbagai proses di dalam tubuh seperti:

Sistem pencernaan

Dalam sistem pencernaan, serotonin berfungsi untuk mengatur fungsi dan gerakan usus. Selain itu, zat yang satu ini juga berperan untuk mengendalikan nafsu makan saat Anda makan.

Pembekuan darah

Saat proses pembekuan darah, trombosit melepaskan serotonin untuk membantu menyembuhkan luka. Zat ini kemudian membantu menyempitkan arteri kecil yang dapat memperlambat aliran dan membekukan darah.

Fungsi seksual

Serotonin berperan untuk meningkatkan libido saat kadarnya di dalam tubuh rendah. Sementara itu, kelebihan kadar serotonin justru memicu penurunan hasrat seksual. Karena itu, kadar serotonin yang seimbang sangat penting untuk mengendalikan gairah seksual Anda.

Respon mual

Produksi serotonin akan meningkat ketika Anda makan makanan yang berbahaya untuk tubuh. Sehingga zat ini berfungsi untuk mendorong dan mengeluarkan makanan berbahaya yang dikonsumsi. Peningkatan zat kimia di dalam darah kemudian akan merangsang bagian otak yang mengendalikan rasa mual.

Siklus tidur

Serotonin juga bertanggung jawab untuk merangsang bagian otak yang mengendalikan kapan Anda tidur dan bangun. Dalam prosesnya, hal ini tergantung pada area mana yang dirangsang dan reseptor serotonin apa yang digunakan.

Suasana hati

Dalam proses ini, serotonin berfungsi untuk mengatur suasana hati. Serotonin yang terdapat di otak membantu mengatur perasaan cemas dan juga bahagia. Tingkat serotonin yang rendah umumnya dikaitkan dengan depresi. Sementara kadar serotonin yang tinggi identik dengan perasaan baik dan sejahtera.

Kesehatan tulang

Serotonin berperan penting dalam menjaga kesehatan dan kepadatan tulang. Penelitian menyebutkan bahwa kadar serotonin yang terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko osteoporosis.

Bahkan, penelitian lain menunjukkan bahwa obat antidepresan, khususnya selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) dapat menurunkan kepadatan mineral tulang, sehingga Anda jadi berisiko patah tulang.

Apa yang terjadi jika tubuh kekurangan serotonin?

cara mengatasi depresi saat puasa

Umumnya, kadar normal serotonin di dalam darah yaitu sekitar 101 hingga 283 nanogram per mililiter. Jika tingkat serotonin di dalam tubuh Anda kurang, maka Anda akan mengalami berbagai gejala seperti:

  • Ngidam makan makanan manis atau bertepung
  • Susah tidur
  • Rendahnya rasa percaya diri
  • Sering gelisah
  • Suasana hati tidak keruan
  • Linglung

Berbagai gejala di atas termasuk ke dalam gejala umum depresi. Hal ini tidak mengherankan karena dikutip dari Medical News Today, penelitian menemukan hubungan antara kadar serotonin yang rendah dengan depresi.

Lantas bagaimana jika kadar serotonin terlalu tinggi?

Serotonin adalah salah satu zat kimia tubuh yang kadarnya bisa berubah-ubah. Kadar serotonin yang terlalu tinggi akibat obat-obatan tertentu dapat menyebabkan kondisi yang disebut dengan sindrom serotonin.

Berbagai gejala yang akan muncul jika mengalami sindrom serotonin adalah:

  • Gemetar
  • Diare
  • Sakit kepala
  • Linglung
  • Merinding
  • Pupil mata melebar

Adapun berbagai gejala yang cukup parah meliputi:

  • Otot berkedut
  • Otot menjadi kaku
  • Demam tinggi
  • Denyut jantung meningkat dan tidak teratur
  • Tekanan darah tinggi
  • Kejang

Gejala sindrom serotonin terkadang akan hilang dalam sehari jika Anda meminum obat yang diresepkan oleh dokter. Namun, di sisi lain sindrom serotonin adalah kondisi yang bisa mengancam nyawa jika tidak ditangani dengan tepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tetap Makan Sehat untuk Kembalikan Mood saat Karantina

Karantina di rumah lebih dari satu bulan tentu bisa membuat stres. Namun, Anda bisa mengembalikan mood dengan makan selama karantina, lho.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 23/04/2020 . Waktu baca 5 menit

8 Tanda Pencernaan Anda Sehat dan Berfungsi Baik

Pencernaan yang sehat tidak selalu harus digambarkan dengan buang air besar teratur. Simak 7 tanda lainnya dari sistem pencernaan yang sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/01/2020 . Waktu baca 11 menit

5 Cara Alami Tingkatkan Hormon Serotonin dalam Tubuh Agar Lebih Bahagia

Serotonin adalah hormon yang berperan cukup penting dalam perubahan suasana hati seseorang. Ini dia beberapa cara meningkatkan hormon serotonin secara alami

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Tips Sehat 11/12/2019 . Waktu baca 6 menit

Benarkah Makanan Darat dan Laut Tidak Boleh Dimakan Bersamaan?

Makan makanan darat dan laut secara bersamaan sering dianggap berakibat buruk bagi kesehatan. Apa kata sains tentang hal ini?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Nutrisi, Hidup Sehat 23/11/2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bahagia mencegah masalah pencernaan

Merasa Bahagia Melalui Hormon Ternyata Bisa Mencegah Masalah Pencernaan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . Waktu baca 4 menit
penyebab keropos tulang 1

Hati-hati, Tulang Bisa Keropos Selama di Rumah Saja karena Tak Banyak Aktivitas

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat psikologis puasa

Berbagai Fungsi Vitamin D yang Bermanfaat Selama Puasa

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 30/04/2020 . Waktu baca 3 menit
vitamin pencernaan anak

Vitamin Terbaik untuk Sistem Pencernaan Anak

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 23/04/2020 . Waktu baca 6 menit